Archive for Mei 2026
Elegi Bocah di Jantung Kota
By: Arif Agus Bege'h
Rintihan anak yang terbuang di alon-alon kota
Ia menjerit
seakan hidup tak lagi bermakna
malam dingin menghujam sekujur tubuh yang dipaksa renta
dalam renungan ia berbisik:
sengsara hanyalah baka, membawa luka
Lampu-lampu kota berpijar begitu megah
namun tak satu pun sinarnya mampu
menyeka air mata yang tumpah
Ia meringkuk di antara tumpukan sepi dan bising jalanan
menatap dunia yang berlari
meninggalkan dirinya dalam lupakan
Di bawah langit malam yang tak lagi punya rasa iba
tangan kecilnya gemetar
meraba dada yang sarat kecewa
besok pagi kota ini akan kembali
terjaga dan tertawa tanpa pernah peduli
pada jiwa yang perlahan mati di sudutnya
Masamba Sul-Sel, 23/05/2026
AAB - Elegi Bocah di Jantung Kota
0BIODATA PENULIS
0
AAB - Gita Palagan Sejati
0
Perjuangan terbaik adalah perjuangan yang dilakukan dalam sunyi. Ketika fokusmu adalah memberi yang terbaik untuk orang yang kamu sayangi atau demi impian yang suci, kamu tidak akan lagi peduli pada validasi dunia. Biarlah lelahmu menjadi rahasiamu dengan semesta, dan biarlah hasil serta kebahagiaan mereka yang kamu perjuangkan menjadi jawaban paling lantang atas semua air mata yang pernah jatuh.
Teruslah melangkah, bukan untuk dilihat dunia, tapi agar kamu bisa melihat dunia dengan lebih lapang."
Pembuktian Sunyi
By: Arif Agus Bege'h
Apakah aku perlu menunjukkan kepadamu baris-baris halaman yang kubaca
untuk membuktikan bahwa aku pernah dan masih terus belajar?
Menghafal teori
meraba ketidaktahuan
dan meluaskan sudut pandang
demi menyamakan langkah dengan duniaku yang terus berputar
Apakah aku perlu memamerkan peluh
dan memar di badanku
menelanjangi setiap lelah yang kupeluk sendiri di sepertiga malam
hanya untuk membuktikan bahwa aku pernah dan masih terus berjuang?
Membanting tulang
memeras pikiran
menolak menyerah pada keadaan yang seringkali mencekik leher
Apakah aku harus menunjuk dengan jari gemetar ke ufuk timur
menjabarkan peta
dan menunjukkan arah kepadamu
hanya untuk membuktikan bahwa tujuanku adalah cahaya?
Sebuah titik terang di mana kita tidak lagi tersesat dalam gulita keraguan.
Dan...
apakah aku perlu menggelar semua hasil yang kuraih hari ini
pencapaian
materi
atau validasi dunia
hanya untuk membuktikan bahwa bagiku
kau begitu berharga?
Sebab kenyatannya
seluruh bising pembuktian itu tidak ada apa-apanya
dibanding apa yang terjadi di dalam dada
Semua proses ini berjalan dalam sunyi yang gigih
aku bergerak bukan untuk tepuk tangan
melainkan untuk sebuah masa depan yang kita tuju bersama
Aku terlalu fokus menatap ke depan
terlalu gigih menggenggam harapan
hingga aku lupa pada rasa luka yang pernah singgah
Aku lupa pada asinnya air mata yang pernah membasahi pipi
Sebab bagiku
lelah dan luka hanyalah harga murah yang dengan sukarela kubayar
asal pada akhirnya
kau menemukan tempat terbaik untuk bersandar
Aku tidak butuh panggung pembuktian di matamu
karena semesta dan waktu tahu persis
untuk siapa seluruh hidup ini kupertaruhkan
Masamba, 08/05/2026
AAB - Pembuktian Sunyi
0
Kesetiaan adalah sabar tingkat langit
luas menampung badai
diam memeluk retak bumi
Ia tak meminta balasan
pada musim yang silih berganti
hanya betah
di keabadian yang tak pernah beranjak
meski sunyi kian mencekik
meski jarak kian menepi
Karena setia bukanlah tentang memilih bertahan
tetapi tentang meniadakan alasan untuk berpaling
AAB - Sabda Langit
0By: AAB
Langkah kaki di jalan basah
membawa hati yang patah
hujan turun tanpa bicara
seperti aku kehilangan arah
Di perjalanan ini
air mata menemani
hujan jatuh di wajahku
menyembunyikan rinduku
kau pergi tinggalkan luka
aku pulang bawa duka
dan di setiap deras hujan
namamu jadi tujuan
jalan panjang masih ada
meski hati penuh luka
biar hujan hapus jejakmu
air mata mengantar restuku
Lirik Lagu - Hujan Di Perjalanan
0By: Arif Agus Bege'h
Jangan terburu memeluk bangga
saat lelakimu hari ini menggenggam dunia
membawa pulang tumpukan materi melimpah
fisik yang gagah bisa surut seketika
dan roda rezeki selalu berputar tanpa diduga
Simpan banggamu yang paling dalam
ketika di tengah badai ia memilih tetap setia
menghargai hadirmu dengan penuh rasa hormat
serta melitkan Allah dalam setiap tetes keringat
Sebab bahagia sejati tak diukur dari megahnya dunia
bukan tentang seberapa kuat ia menimbun harta
melainkan seberapa tulus telapak tangannya
menuntun langkahmu menuju surga
Masamba, 07/05/2006
AAB - Bukan Sekadar Dunia
0"Dunia tidak bisa membaca pikiranmu. Jika kamu terluka, berbicaralah. Diam memang emas, tapi dalam hubungan, keterbukaan adalah berlian. Jangan biarkan orang yang menyayangimu menebak-nebak di dalam kegelapan."
saat perjalanan kita teradang ragu
jika terluka
sebab diam hanya emas bagi mereka yang kaku
Jujur adalah berlian di tengah hujan
membasuh jelaga yang menjadi beban
jangan biarkan airmata jatuh tanpa pesan
memaksa cinta menebak dalam kegelapan
Bicara adalah jembatan
bungkam adalah nisan
Masamba Sul-Sel, 07/05/2026
AAB : Prahara Diam
0Menatap Mata Raksasa
By: Arif Agus Bege'h
di mana bayang-bayang menari
sesosok insan kecil menapak
mencari jati diri di setiap jejak
Perjalanan jauh telah ditempuh
melalui onak dan duri yang rapuh
diiringi gemuruh guntur di kejauhan
menyisakan lelah dan kepasrahan
Tiba-tiba
bangkitlah raksasa tanpa kata
harimau perkasa dengan tatapan tajam
matanya bersinar
Lengan kekar
setiap ototnya tampak menggerincing
membuat nyali siapa pun surut dan pergi
Pria itu terhenti
keberaniannya seakan sirna
di sinilah ketakutan terbesar mengintai
di hadapan makhluk yang siap menerkam
Lalu langit meredup
Turunlah hujan
membasahi tanah
seakan langit pun merasakan
Airmata jatuh menetes di pipi
bercampur dengan air hujan yang murni
bukan air mata ketakutan
tetapi air mata pelepasan
Di saat itulah
ketenangan jiwa mulai merasuki diri
dia menyadari
tetapi tentang kemampuannya untuk tetap tenang
dia mengangkat wajahnya
tanpa rasa takut
di mata itu
tetapi pantulan dirinya sendiri
Harimau itu terdiam
seakan memahami bahasa kalbu
tidak ada auman
hanya sebuah penghormatan yang sunyi
dalam momen itu
bahwa ketakutan terbesar dalam hidupnya
dia tidak perlu melarikan diri
dia hanya perlu berdiri tegak
Perjalanan terus berlanjut
hati pria itu kini tenang
dia telah menemukan keberanian sejati dalam dirinya
sebuah kekuatan yang jauh lebih besar
Masamba Sul-Sel, 06/05/2026








