AAB - Elegi Bocah di Jantung Kota

 

"Kemegahan sebuah kota tidak diukur dari tingginya gedung-gedung pencakar langit atau gemerlap lampunya, melainkan dari bagaimana kota itu memperlakukan jiwa-jiwa yang paling rapuh di sudut-sudutnya."

Elegi Bocah di Jantung Kota

By: Arif Agus Bege'h



Rintihan anak yang terbuang di alon-alon kota

Ia menjerit

seakan hidup tak lagi bermakna

malam dingin menghujam sekujur tubuh yang dipaksa renta

dalam renungan ia berbisik:

sengsara hanyalah baka, membawa luka


Lampu-lampu kota berpijar begitu megah

namun tak satu pun sinarnya mampu

menyeka air mata yang tumpah

Ia meringkuk di antara tumpukan sepi dan bising jalanan

menatap dunia yang berlari

meninggalkan dirinya dalam lupakan


Di bawah langit malam yang tak lagi punya rasa iba

tangan kecilnya gemetar

meraba dada yang sarat kecewa

besok pagi kota ini akan kembali

terjaga dan tertawa tanpa pernah peduli

pada jiwa yang perlahan mati di sudutnya



Masamba Sul-Sel,  23/05/2026


AAB - Ruji-Ruji Suci



"Banyak burung yang meronta ingin lepas dari sangkar syariat, namun berakhir mati diterkam oleh hawa nafsunya sendiri di langit bebas."

Ruji-Ruji Suci
By: Arif Agus Bege'h


Aku adalah kepak yang menyerah pada ruang
yang oleh mata liar disebut budak belian
padahal aku hanya seekor unggas kecil
yang sedang belajar mengeja arti berterima kasih

Ruji-ruji besi ini bukanlah jeruji amarah
ia adalah batas suci yang sengaja ditempa
agar aku tahu betapa ngerinya belantara di luar sana
tempat kebebasan palsu mengasah taringnya.
Di balik bilah-bilah yang mengurung pandangan
paruhku tak pernah alpa mencecap rasa
setiap pagi wadahku penuh oleh air dan pakan
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
lalu nikmat mana lagi yang hendak kudustakan?

kalimat itu mengetuk dinding dadaku yang sempit
menyadarkan sayap yang telanjur manja
bahwa kenyamanan ini adalah seindah-indahnya penjagaan

Mereka yang mengagungkan kebebasan tanpa tepi
berteriak lantang dari bawah menatap sangkarku
menyebut pembatasan ini sebagai sebuah dosa
atas hak hidup makhluk yang lahir ke dunia

Sebuah gugatan yang lahir dari kedunguan ego
menakar keadilan langit dengan timbangan tanah
jika membatasi ciptaan dianggap sebuah cela
maka tunjukkan
woy, tunjukkan
tunjukkan, woy
Tuhan harus berdosa pada siapa?

Dia adalah Penguasa Tunggal atas seluruh jagat
Pemilik mutlak dari sehelai bulu hingga poros langit
tak ada hukum yang berdiri di atas kuasa-Nya
dan tak ada mahkamah yang mampu mengadili titah-Nya

Manusia sering kali menjelma burung yang tak tahu adat
meronta ingin lepas dari sangkar aturan-Nya
namun saat melesat bebas ke langit terbuka
mereka mati diterkam oleh hawa nafsu sendiri

Maka biarlah aku tetap mendekam di sini
bernyanyi sunyi di atas tangkringan syariat
menjadi budak-Mu jauh lebih menyelamatkan
daripada merdeka namun tersesat di jalan pulang


Masamba Sul-Sel, 15/05/2026

AAB - Gita Palagan Sejati

 

"Pahlawan bukanlah mereka yang paling berani, melainkan mereka yang paling ikhlas berjuang untuk tanah airnya. Jadilah pahlawan bagi dirimu sendiri dan bangsamu."

Gita Palagan Sejati
By: Arif Agus Bege'h


Bukan pada gemuruh genderang perang
atau hujaman pedang yang menyentak
Kebenaran tertulis di bilah-bilah nurani
di palung hati yang senyap tak berriak

Keberanian semu
laksana fatamorgana
menguap sirna diterpa badai prahara
hanyalah jasad kaku
mati dalam kehampaan
tiada makna
tiada warisan bagi raga

Setiap langkah adalah perjalanan sunyi
menembus kelam
memeluk dinginnya malam
meski langit menjatuhkan hujan badai yang tak kunjung usai
dan airmata tumpah membasahi bumi yang terhantam

Pahlawan
oh pahlawan sejati
tumbuh subur di tanah yang subur
bukan dari darah yang tertumpah
tapi dari cinta yang tulus
yang ikhlas
yang tak kenal pamrih

Mari, kawan
mari kita bangkit
bukan dengan bedil dan mesiu
tapi dengan tekad yang baja dengan semangat yang membara
untuk membangun negeri untuk meraih mimpi

Jadilah pahlawan, oh kawan
nagi dirimu sendiri
bagi bangsamu
di setiap hembusan napas
di setiap denyut nadi
niarkan cinta tanah air
abadi di hati


Masamba Sul-Sel, 11/05/2026

AAB - Pembuktian Sunyi

 

"Seringkali kita terjebak dalam keinginan untuk memamerkan proses, menjelaskan lelah, dan menuntut pengakuan dari orang lain. Namun, ingatlah bahwa ketulusan tidak pernah butuh panggung.

Perjuangan terbaik adalah perjuangan yang dilakukan dalam sunyi. Ketika fokusmu adalah memberi yang terbaik untuk orang yang kamu sayangi atau demi impian yang suci, kamu tidak akan lagi peduli pada validasi dunia. Biarlah lelahmu menjadi rahasiamu dengan semesta, dan biarlah hasil serta kebahagiaan mereka yang kamu perjuangkan menjadi jawaban paling lantang atas semua air mata yang pernah jatuh.

Teruslah melangkah, bukan untuk dilihat dunia, tapi agar kamu bisa melihat dunia dengan lebih lapang."

Pembuktian Sunyi
By: Arif Agus Bege'h


Apakah aku perlu menunjukkan kepadamu baris-baris halaman yang kubaca

untuk membuktikan bahwa aku pernah dan masih terus belajar?

Menghafal teori

meraba ketidaktahuan

dan meluaskan sudut pandang

demi menyamakan langkah dengan duniaku yang terus berputar


Apakah aku perlu memamerkan peluh

dan memar di badanku

menelanjangi setiap lelah yang kupeluk sendiri di sepertiga malam

hanya untuk membuktikan bahwa aku pernah dan masih terus berjuang?

Membanting tulang

memeras pikiran

menolak menyerah pada keadaan yang seringkali mencekik leher


Apakah aku harus menunjuk dengan jari gemetar ke ufuk timur

menjabarkan peta

dan menunjukkan arah kepadamu

hanya untuk membuktikan bahwa tujuanku adalah cahaya?

Sebuah titik terang di mana kita tidak lagi tersesat dalam gulita keraguan.


Dan...

apakah aku perlu menggelar semua hasil yang kuraih hari ini

pencapaian

materi

atau validasi dunia

hanya untuk membuktikan bahwa bagiku

kau begitu berharga?


Sebab kenyatannya

seluruh bising pembuktian itu tidak ada apa-apanya

dibanding apa yang terjadi di dalam dada

Semua proses ini berjalan dalam sunyi yang gigih

aku bergerak bukan untuk tepuk tangan

melainkan untuk sebuah masa depan yang kita tuju bersama


Aku terlalu fokus menatap ke depan

terlalu gigih menggenggam harapan

hingga aku lupa pada rasa luka yang pernah singgah

Aku lupa pada asinnya air mata yang pernah membasahi pipi


Sebab bagiku

lelah dan luka hanyalah harga murah yang dengan sukarela kubayar

asal pada akhirnya

kau menemukan tempat terbaik untuk bersandar

Aku tidak butuh panggung pembuktian di matamu

karena semesta dan waktu tahu persis

untuk siapa seluruh hidup ini kupertaruhkan


Masamba,   08/05/2026

AAB - Sabda Langit

 

"Kesetiaan sejati tidak diuji saat segalanya mudah, melainkan saat kita mampu memilih untuk tetap ada, bahkan ketika dunia memberi seribu alasan untuk pergi. Itulah bentuk tertinggi dari ketulusan: luas seperti langit, diam namun tak tergoyahkan."


Sabda Langit
By: Arif Agus Bege'h



Kesetiaan adalah sabar tingkat langit
luas menampung badai
diam memeluk retak bumi

Ia tak meminta balasan
pada musim yang silih berganti
hanya betah
di keabadian yang tak pernah beranjak
meski sunyi kian mencekik
meski jarak kian menepi

Karena setia bukanlah tentang memilih bertahan
tetapi tentang meniadakan alasan untuk berpaling


Masamba Sul-Sel,  09/05/2026


Lirik Lagu - Hujan Di Perjalanan



Hujan Di Perjalanan
By: AAB


Langkah kaki di jalan basah
membawa hati yang patah
hujan turun tanpa bicara
seperti aku kehilangan arah


Di perjalanan ini
air mata menemani
hujan jatuh di wajahku
menyembunyikan rinduku
kau pergi tinggalkan luka
aku pulang bawa duka
dan di setiap deras hujan
namamu jadi tujuan

jalan panjang masih ada
meski hati penuh luka
biar hujan hapus jejakmu
air mata mengantar restuku

AAB - Bukan Sekadar Dunia

Ketampanan wajah, kekuatan fisik, dan limpahan materi yang dimiliki seorang lelaki hari ini bisa saja memudar seiring berjalannya waktu dan berputarnya roda kehidupan. Oleh karena itu, jangan jadikan hal-hal fana tersebut sebagai pondasi utama rasa banggamu. Bahagia yang sesungguhnya dalam sebuah hubungan adalah ketika kamu memiliki lelaki yang tidak hanya bekerja keras untuk duniamu, tetapi juga menjaga kesetiaannya, menghargai eksistensimu, dan menuntun jiwamu untuk bersama-sama melangkah menuju ridha-Nya.


Bukan Sekadar Dunia
By: Arif Agus Bege'h

Jangan terburu memeluk bangga
saat lelakimu hari ini menggenggam dunia
membawa pulang tumpukan materi melimpah
fisik yang gagah bisa surut seketika
dan roda rezeki selalu berputar tanpa diduga

Simpan banggamu yang paling dalam
ketika di tengah badai ia memilih tetap setia
menghargai hadirmu dengan penuh rasa hormat
serta melitkan Allah dalam setiap tetes keringat

Sebab bahagia sejati tak diukur dari megahnya dunia
bukan tentang seberapa kuat ia menimbun harta
melainkan seberapa tulus telapak tangannya
menuntun langkahmu menuju surga

Masamba, 07/05/2006

AAB : Prahara Diam

"Dunia tidak bisa membaca pikiranmu. Jika kamu terluka, berbicaralah. Diam memang emas, tapi dalam hubungan, keterbukaan adalah berlian. Jangan biarkan orang yang menyayangimu menebak-nebak di dalam kegelapan."

Prahara Diam
By: Arif Agus Bege'h


Dunia tak membaca benak yang membatu
saat perjalanan kita teradang ragu
jika terluka
bicara, jangan terpaku
sebab diam hanya emas bagi mereka yang kaku

Jujur adalah berlian di tengah hujan
membasuh jelaga yang menjadi beban
jangan biarkan airmata jatuh tanpa pesan
memaksa cinta menebak dalam kegelapan

Bicara adalah jembatan
bungkam adalah nisan


Masamba Sul-Sel, 07/05/2026



AAB : Menatap Mata Raksasa

"Seringkali, kekuatan yang paling sulit ditaklukkan bukanlah dunia di luar sana, melainkan gemuruh yang kau ciptakan sendiri di dalam dada."

Menatap Mata Raksasa
By: Arif Agus Bege'h


Di rimba sunyi penuh misteri
di mana bayang-bayang menari
sesosok insan kecil menapak
mencari jati diri di setiap jejak

Perjalanan jauh telah ditempuh
melalui onak dan duri yang rapuh
diiringi gemuruh guntur di kejauhan
menyisakan lelah dan kepasrahan

Tiba-tiba
di hadapan mata
bangkitlah raksasa tanpa kata
harimau perkasa dengan tatapan tajam
matanya bersinar
biru seperti malam

Lengan kekar
cakar yang runcing
setiap ototnya tampak menggerincing
menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi
membuat nyali siapa pun surut dan pergi

Pria itu terhenti
hatinya bergetar
keberaniannya seakan sirna
di udara yang anyir dan tawar
di sinilah ketakutan terbesar mengintai
di hadapan makhluk yang siap menerkam
tak kenal lalai

Lalu langit meredup
awan kelabu menumpuk
Turunlah hujan
rintik-rintik yang sejuk
membasahi tanah
dan kulit yang lelah
seakan langit pun merasakan
rasa yang gundah

Airmata jatuh menetes di pipi
bercampur dengan air hujan yang murni
bukan air mata ketakutan
bukan pula kesedihan
tetapi air mata pelepasan
air mata penerimaan

Di saat itulah
sebuah keajaiban terjadi
ketenangan jiwa mulai merasuki diri
dia menyadari
keberanian sejati
bukanlah tentang seberapa besar ototnya
tetapi tentang kemampuannya untuk tetap tenang
di tengah badai yang melanda

dia mengangkat wajahnya
menatap lurus ke mata harimau
tanpa rasa takut
tanpa keraguan
tanpa rasa risau
di mata itu
dia tidak melihat musuh yang harus dikalahkan
tetapi pantulan dirinya sendiri
sebuah kekuatan yang belum terungkapkan

Harimau itu terdiam
mengamati manusia kecil itu
seakan memahami bahasa kalbu
tidak ada auman
tidak ada serangan
hanya sebuah penghormatan yang sunyi
sebuah pengertian yang mendalam

dalam momen itu
pria itu memahami
bahwa ketakutan terbesar dalam hidupnya
adalah takdir yang harus dia jalani
dia tidak perlu melarikan diri
dia tidak perlu bersembunyi
dia hanya perlu berdiri tegak
menghadapinya dengan hati yang suci

Perjalanan terus berlanjut
meskipun hujan masih turun
hati pria itu kini tenang
jiwanya damai tak lagi murun
dia telah menemukan keberanian sejati dalam dirinya
sebuah kekuatan yang jauh lebih besar
dari otot mana pun di dunia


Masamba Sul-Sel, 06/05/2026

AAB - Pikat Di Sisa Rimba

Pikat Di Sisa Rimba
By: Arif Agus B


Di balik kabut
ia melangkah menjemput fajar
membawa sangkar
demi dapur yang tak boleh hambar
bukan ia yang merusak rumah para sayap
tapi mesin-mesin raksasa
membuat hutan lenyap

Dunia menghujatnya sebagai perusak alam
sambil menutup mata pada rimba yang kian karam
mencari kerja bagai mencari jarum di samudera
ia hanya bertahan di antara sisa hijau yang tersisa

Di bawah hujan
dalam perjalanan sunyi
airmata jatuh bersama doa yang paling murni
jangan hakimi perut lapar di dahan yang patah
jika kau tak pernah tahu rasanya rumah yang dijarah


Masamba Sul-Sel, 05/05/2026

AAB - Sajadah Di Atas Nanah

Sajadah Di Atas Nanah
By: Arif Agus B


Aku tercekik sutra
membusuk dalam kemegahan
di mana setiap suapan adalah kunyahan daging sesama
Istana ini tegak dari fondasi air mata yang diperas
dari keringat yang dirampas
dari timbangan yang kandas

Tuhan
cukup sudah kenyang yang menghina ini
aku rindu perih yang jujur
aku haus duka yang suci
sebab lebih mulia merangkak
di atas duri penderitaan
daripada berlari di atas permata hasil jarahan

Hancurkan dinding emas yang mengurung jiwa
beri aku lara
biarkan aku merasa jadi manusia


Masamba Sul-Sel, 04/05/2026

AAB - Kurban Sejati, Candu Yang Disembelih

Kurban Sejati, Candu Yang Disembelih
By: Arif Agus B


Di sela gema takbir yang menggetarkan langit
aku tak membawa ternak ke altar suci
kusembelih ego yang membara di ujung linting
mematikan api yang selama ini menjajah diri

Melewati perjalanan hujan dan air mata
kunikmati sesak yang luruh menjadi lega
sebab kurban sejati bukan hanya tentang darah
tapi tentang memutus rantai candu
demi kembali ke fitrah

Napas ini adalah kurbanku
bersih
sunyi
dan abadi


Masamba Sul-Sel,  03/05/2026

AAB - Kurban Tembakau

Kurban Tembakau
By: Arif Agus B


Di sela jari yang menghitam oleh jelaga
ia titipkan sebuah pinta yang paling purba
"Beri aku seorang putra, ya Tuhan,
maka akan kumatikan bara terakhir di hidupku"

Ia adalah tawanan asap
lelaki yang parunya telah lama menjadi abu
namun cinta ternyata lebih purba dari candu
dan janji adalah harga mati
bagi sebuah doa yang dikabulkan

Melalui perjalanan hujan
panjang dan dingin
serta air mata yang jatuh
di sujud-sujud paling sunyi
Tuhan akhirnya mengamini

Saat tangis lelaki kecil itu pecah di ambang fajar
ia tidak menyulut api untuk merayakan
ia justru mematahkan batang terakhirnya
membiarkan udaranya bersih
demi sebuah masa depan

Bagi dunia, itu hanya berhenti merokok
namun baginya
itu adalah cara mencintai yang paling suci
membunuh kecanduan
demi menghidupkan kasih sayang


Masamba Sul-Sel, 02/05/2026

AAB - Overheating



Overheating (Hangus Kepala)
By: Arif Agus Bege'h


​Tiga puluh tab di kepala sengaja tak ku-close
satu memutar masa lalu
satu membaca tips sukses usia muda
sisanya cuma loading kosong yang bikin lemot
terjebak tuntutan dunia yang tak ada habisnya

​Malam larut
dadaku berderu bak kipas laptop dipaksa
sistem memprotes panasnya ekspektasi
memori penuh oleh sampah fana
dan kantuk tak kunjung direstui

​Aku butuh shutdown dari bisingnya validasi
namun jika tombol itu terlalu jauh digapai
kemarilah
ketuk keningku
dan tekan refresh


Masamba Sul-Sel, 01/05/2026

AAB - Bara Sesat di Meja Doa

Bara Sesat di Meja Doa
By: Arif Agus B


Di antara khusyuk yang mengadu pada Ilahi
mengalir doa-doa wangi
menenun harap pada sepetak permadani
di tengah perjalanan jiwa
mencari jati diri
tiba-tiba
ada sesat yang menyusup pergi

Dari jemari yang gemetar karena candu
ada bara yang egois merayu
satu hembusan
sekadar rehat yang semu
tapi ribuan nafas tersengal pilu
laksana hujan abu yang menyesakkan rindu

Itu bukan sekadar kepul keabuan
itu adalah pedang yang kau hunus pelan
tanpa sadar
kau sedang menyerang ketenangan
menitipkan airmata
tersembunyi pada setiap isapan
menusuk dada mereka yang tulus dalam kebersamaan

Hormatilah udara yang mereka hirup
di tempat di mana harapan seharusnya tumbuh
jangan biarkan asap keangkuhanmu
menjadi duri di kelembutan ukhuwahmu


Masamba Sul-Sel, 01/05/2026