Archive for Juni 2012
"Jangan biarkan harapan luruh menjadi sunyi hanya karena kita terlalu lama menunggu waktu yang tepat untuk melangkah. Jangan menunggu hujan reda jika tujuanmu adalah hatiku. Sebab kehangatan sejati tidak ditemukan saat badai berhenti, tapi saat kita berani menerjangnya bersama."
Hati Menunggu
By: Arif Agus Bege'h
By: Arif Agus Bege'h
Sayang, dengarlah...
guruh mulai mengumandangkan amarah
hujan telah meluncurkan serangan
tepat saat hatiku menantimu
masihkah kau terpaku menunggu reda
bersama tangis yang enggan usai?
sementara di sini
aku masih setia mengeja namamu
berlarilah segera
Jangan biarkan aku terlelap
hanya karena penantian yang menjemukan
jangan biarkan tubuhmu dijamah petir
meski harus kau terjang tajamnya hujan
sebab aku tak ingin pintu rumah ini tertutup rapat kembali
hanya karena harapan yang perlahan luruh menjadi sunyi
sebab hatiku
takkan pernah sehangat ini lagi
Jangan biarkan, Sayang... jangan...
uap dari teh hangat ini akan segera lesap ditelan udara
secangkir teh hanya mampu memeluk tubuhmu sesaat saja
namun kehangatan yang abadi
telah kusiapkan di palung hati
Maka datanglah
jangan biarkan rasa ini membeku dalam penantian
Tubuh boleh saja menggigil kedinginan
namun hati harus tetap menyala dan menghangatkan
sebab itu, jangan pernah menunggu hujan reda
jika muara perjalananmu adalah hatiku
Rawamangun Luwu Utara, 10/06/2012
AAB - Hati Menunggu
0"Rindu adalah pengkhianat paling menakutkan; ia menyerang tanpa senjata, tapi meruntuhkan tanpa sisa."
By: Arif Agus Bege'h
Bagai gempuran musuh dan wabah diam-diam
rindu adalah pengkhianat paling menakutkan
saat ia merasuki kesadaran
hanya ada perih
dan air mata sebagai saksi
AAB - Diserang Rindu
0"Hujan tidak hanya membawa air, ia membawa pesan: bahwa dalam canda yang paling ringan pun, tersimpan pengingat tentang hakikat kematian dan keabadian."
By: Arif Agus Bege'h
Aku bercanda bersama hujan
menertawakan duka yang tak lagi menderas
iramanya menitip pesan pada atap sunyi
di rumah yang diam dari tangis anak-anak
Jangan terpikat lambaian laut
samudera cinta itu simfoni maut
ia akan membelenggumu jadi pengikut setia
atau menyerahkanmu pada ganasnya sunyi
Tetaplah murni, wahai hujan
lahir dari titah langit dan amin doa
miliki bening jiwa sejernih tetesanmu
itulah rahasia di balik candamu
Jangan mengukir lara di atas tangis sesama
sebab serapah langit bisa menyumbat rindumu pada-Nya
namun, tamparlah mereka yang buta akan derita saudara
yang lalai karena memuja bahagia di atas takhta egonya sendiri
Rawamangun Luwu Utara, 03/06/2012
