AAB - Meja Kayu Dan Gelas Dingin
AAB - Ketiadaan Yang Utuh
AAB - Memaafkan Semesta
AAB - Ketulusan Yang Murni
AAB - Cermin Jiwa
AAB - Hujan Tanpa Mendung
AAB - Hadir Dalam Badai
AAB - Di Bawah Naungan Kata Sayang
AAB - Senyum Gadis Berkerudung Putih
Mungkin engkau tak serupa bidadari kahyangan
sebab aku pun tak pernah tahu bagaimana rupa mereka
namun meski tak secantik dongeng itu
hadirmu sanggup membuat jantungku kehilangan nada di setiap denyutnya
Saat senyummu hilang dari pandangan
seketika aku kehilangan intonasi cintamu
bagaikan puisi yang kehilangan rima
meski maknanya sedalam samudera
tak banyak yang sudi menyelam hingga ke dasarnya
Bila esok puisiku mulai bernyanyi di telingamu
itu karena cintamu telah lebih dulu tersenyum di hatiku
hatimu dan hatiku adalah istana bagi kebesaran jiwa
sebuah kekayaan bagi mereka yang memiliki kelembutan melebihi sutra
Maka, bacalah bait-bait ini perlahan
temukan bayang senyummu dalam setiap kata yang kutitipkan
sebab puisi ini hanyalah lukisan sederhana
tentang senyummu yang menetap di hatiku
hanya untukmu, duhai gadis berkerudung putih
Masamba Sul-Sel, 17/05/2014
Pesan Bijak:
"Kecantikan sejati tidak membutuhkan pembanding, karena ia terpancar dari kesederhanaan yang dibalut kesucian. Sebuah senyum yang tulus adalah rima terindah dalam puisi kehidupan."
AAB - Di Balik Cadar Rindu
By: Arif Agus Bege'h
aku mengintai raut wajahmu, kekasih
wajah yang kekal menjadi pelita di palung sepi
memancarkan secercah cahaya dari relung hati yang tulus
menembus pekatnya jarak yang membentang
terhampar selembar kenangan yang kita rajut bersama
sebuah riwayat lama yang enggan menjadi dongeng belaka
namun selalu setia menghantarkan lelapmu
menuntunmu pulang menuju mimpi-mimpi benderang
tempat di mana aku dan kamu kembali menjadi satu
kau takkan pernah sanggup merobek lembar-lembar memori kita
sebab tak seorang pun mampu mengeja baris-baris cinta yang pernah sejajar
berjalin di antara derita dan bahagia dalam satu ruang hati
sebuah ruang sunyi yang tak lagi butuh cahaya luar
karena ia telah bersinar dari dalamnya sendiri
kulepaskan harapan bagi sebuah ungkapan yang tertunda
sesuatu yang suatu hari nanti akan merekah dari dasar batin
pada sebuah hari di mana aku tak lagi perlu bertanya
sebab aku tahu, aku telah bersemayam abadi di nadimu
ada doa yang menggantung di antara dua hati yang belum menyatu
sebuah penantian untuk meleburkan dua cahaya yang berbeda
menjadi satu pendaran agung yang takkan lagi mengenal kata pisah
Masamba Sul-Sel, 09/05/2014
AAB - Penantian Sebuah Rindu
"Cinta tidak selalu harus memiliki arah yang pasti sejak awal. Terkadang, kita hanya perlu menjadi seperti angin; membiarkan rasa itu berembus murni, hingga takdir sendiri yang mengantarkannya pada pemberhentian yang tepat."
AAB - Satu Takdir
Puisi ini adalah sebuah pengakuan bahwa cinta bukanlah sesuatu yang bisa ditolak atau dikendalikan oleh ego manusia. Ia adalah takdir yang menyatukan tawa dan tangis, mentari dan rembulan, dalam satu kebahagiaan yang utuh. Inilah 'Satu Takdir'.
Satu Takdir
By: Arif Agus Bege'h
Baja, batu, dan beton pun menjadi abu
tatkala cinta bertahta di singgasana kalbu
tak mampu kutolak
tak mungkin membatu
sebab ia takdir yang memaksa untuk menyatu
Di depan saksi
tawa dan tangis melabuh
menjadi janji yang tak lagi bisa roboh
menolak cinta adalah dosa yang sungguh
seperti memisah mentari dari rembulan yang teduh
Segala keras luruh dalam dekapan doa
satu bahagia lahir dari dua jiwa yang setia
kita tercipta berpasangan menolak arusnya sia-sia
sebab cinta adalah satu-satunya rumah bagi segala rasa
Masamba Sul-Sel, 23/02/2014


