AAB - Meja Kayu Dan Gelas Dingin

Cinta sejati bukanlah tentang dua orang yang saling memiliki, melainkan tentang runtuhnya ego masing-masing, agar ruang di antara mereka hanya dipenuhi oleh ketulusan yang tak berjarak.

Sebuah puisi tentang penghancuran ego

Meja Kayu Dan Gelas Dingin
By: Arif Agus Bege'h


Kita berhadapan
sibuk membela diri
"Aku benar" katamu "Aku terluka" sahutku
di antara kopi yang hampir dingin
dua kepala batu menolak mengalah

Hening mengambil alih
kuturunkan nada bicara
kau melepas kepalan tangan
kita berhenti saling menuduh
menanggalkan gengsi yang melelahkan

Di lantai kedai
kata-kata tajam melunak jadi maaf
kesombongan runtuh perlahan
tanpa teriakan
hanya ada air mata

Tiada lagi menang atau kalah
meja terasa lapang tanpa drama dan pembelaan
justru dalam ruang hampa ini
kita akhirnya saling mendengarkan

Tersisa dua orang lelah berpura-pura kuat
bukan penguasa
bukan tawanan
hanya ada aku
kamu
dan kejujuran yang telanjang


Masamba Sul-Sel, 25/12/2014

AAB - Ketiadaan Yang Utuh

Puncak tertinggi dari mencintai adalah keberanian untuk melepaskan cengkeraman. Membiarkannya menjadi manusia yang utuh dan bebas, meskipun kebebasan itu membawanya tumbuh ke arah yang tak lagi bisa kita sentuh.

Sebuah puisi tentang kebebasan dan ketidakpastian

Ketiadaan Yang Utuh
By: Arif Agus Bege'h


Kurobek batas ego memilikimu
kau samudera merdeka
bebas menentukan arah pasang

Cinta bukan menjahit dua bayang
ia menjadi udara hening
melepasmu menjelajahi ketidakpastian

Kulepas cengkeraman dari takdirmu
saat kau mengepak jauh
jarak adalah perayaan paling tulus

Tumbuhlah melampaui imajinasiku
ketidak berdayaanku menyentuhmu kembal
menjadi altar bagi kemerdekaan jiwamu

Keindahan bersemi dalam kehilangan
aku damai melihatmu merengkuh semesta
tanpa perlu menyisakan tempat bagiku


Masamba Sul-Sel, 22/11/2014

AAB - Memaafkan Semesta

 "Cinta yang melampaui logika adalah saat kau mencintai seseorang sedalam air mata, namun tetap sudi memaafkan semesta jika pada akhirnya takdir menyuruh salah satu dari kalian pulang lebih dulu."

Memaafkan Semesta
By: Arif Agus Bege'h


Mencintai yang melampaui nalar
dimulai saat seluruh hitungan dunia runtuh
ketika rasa tak lagi menuntut kebersamaan yang abadi
namun bersiap bagi ketetapan yang tak terduga.
kita telah berjalan begitu jauh
merajut hari dengan tawa dan juga cemas

Namun di balik setiap pelukan yang erat
ada bisikan sunyi tentang hari esok yang rahasia
ada waktu di mana rasa ini terasa amat berat
setajam luka
sedalam air mata

Mencintaimu berarti merayakan keberadaanmu sekarang
sembari menatap altar perpisahan tanpa rasa benci
jika kelak ketukan sunyi itu datang bertamu
dan takdir menyuruh salah satu dari kita pulang lebih dulu
aku ingin memastikan bahwa dada ini telah lapang
menatap kepergian tanpa menyisakan sesal yang panjang

Aku takkan mengutuk arah angin yang berembus
pun menyalahkan malam yang merampas kehangatan
sebab menerima kehilangan dengan hati yang utuh
adalah puncak tertinggi dari cara menghormatimu

Ketabahan ini adalah janji yang tak tertulis
tetap sudi memaafkan semesta yang sunyi
meski ia memisahkan raga kita sebelum waktunya
dan menyisakan ruang kosong di sisa jalan ini

Kini jalan lurus takdir telah kubuka lebar
antara mencintaimu sedalam air mata yang jatuh
dan kerelaan melepasmu kembali pada pemilik-Nya
semua telah lebur menjadi kedamaian yang purna


Makassar, 25/10/2014

AAB - Ketulusan Yang Murni

"Runtuhnya ego di antara kita adalah awal dari segalanya. Agar ruang fana ini tak lagi menyisakan jarak antara kau, aku, dan ketulusan yang murni."

Ketulusan Yang Murni
By: Arif Agus Bege'h


Meruntuhkan dinding keakuan
adalah gerbang pertama yang musti dibuka
sebab selama ego masih berdiri kokoh
kita hanya berteman dengan bayang-bayang

Pertemuan dua kepala sering kali riuh
bukan karena suara melainkan tuntutan batin
masing-masing ingin dimengerti lebih dulu
tanpa sadar telah membangun jarak yang jauh

Maka biarlah kerasnya dada ini mengikis
melunak bersama waktu yang terus bergulir
menyerahkan seluruh rasa menang sendiri
agar jemari kita bisa saling menggenggam tulus

Runtuhnya keangkuhan di antara kita
menjadi awal dari segalanya yang sejati
kita tak lagi bertengkar tentang siapa yang benar
melainkan bagaimana menjaga api tetap menyala

Di dalam ruang yang serba sementara ini
tak perlu lagi ada benteng yang memisahkan
ketika "aku" dan "kamu" telah lebur menjadi satu
yang tertinggal hanyalah rasa yang jujur

Keheningan kini tak lagi terasa asing
ia menjelma jembatan bagi dua jiwa
kita berjalan tanpa membawa beban prasangka
menikmati langkah demi langkah yang pasrah

Kini ruang fana ini tak lagi menyisakan jarak
antara kau
aku
dan ketulusan yang murni
semua telah menyatu dalam satu tarikan napas
sebuah kedamaian yang tak mampu diurai kata


Makassar, 01/09/2014

AAB - Cermin Jiwa

"Jangan mencari cinta untuk menyembuhkan sepi, karena orang yang kau cintai adalah cermin jiwamu sendiri. Basuhlah luka di dalam dirimu, maka kau akan melihat wajah cinta yang sesungguhnya pada dirinya."

Cermin Jiwa
By: Arif Agus Bege'h


Melangkah mencari cinta
hanya demi menyembuhkan sepi
adalah kesia-siaan yang semu
sebab pelukan yang kau kejar di luar sana
takkan pernah mampu mengusir sunyi

Orang yang kau cintai hari ini
adalah pantulan dari jiwamu sendiri
ia merekam setiap retak yang kau sembunyikan
menampilkan utuh apa yang kau hindari

Setiap kecewa yang kau tuduhkan pada dirinya,
adalah riak dari gelisah di dalam dada
kau menuntutnya menjadi penawar luka
padahal ia hanyalah bayang yang menyapa

Basuhlah dahulu luka di dalam dirimu
sebelum meminta ia menyeka air matamu
berdamailah dengan sunyi yang kau takuti
agar kau tak lagi tersesat dalam tuntutan hati

Ketika cermin di batinmu telah jernih kembali
tak ada lagi bayang kelam yang menghantui
kau akan melihat wajah cinta yang sesungguhnya
memancar tulus tanpa sekat di matanya

Cinta bukan obat untuk jiwa yang patah
bukan pelarian saat duniamu runtuh pasrah
ia adalah perayaan dari dua orang yang selesai
dengan perang di dalam diri masing-masing

Kini kau paham rahasia yang tersembunyi
menemukan dirinya adalah cara untuk pulang
menatap cermin jiwa yang tak lagi retak
sebuah kedamaian yang akhirnya terbentang


Makassar, 17/08/2014

AAB - Hujan Tanpa Mendung

"Cinta yang murni telah selesai dengan urusan 'menerima'. Ia menjadi seperti hujan; jatuh begitu saja ke bumi, tanpa pernah meminta awan bertanggung jawab atas rasa rindu yang tumpah."

Hujan Tanpa Mendung
By: Arif Agus Bege'h


Aku tak lagi mencatat rindu
pun menghitung detak tunggu
ketulusan ini menghapus transaksi rasa
aku mencintaimu bukan untuk bertukar sepi

Rasaku kini menjelma hujan,
meluruh bebas ke tanah gersang
ia jatuh membawa sejuk yang sunyi
tanpa meminta imbalan dari bumi

Mencintaimu adalah kerelaan tumpah
mengalir ke relung takdir yang pasrah
tak ada tuntutan pelukan yang utuh
tak ada syarat yang musti kau penuhi

Melihatmu ada di dunia ini
sudah cukup menggenapi sunyi di dada
sebab bahagia tak lagi digantungkan
pada seberapa besar kau membalas tatapku

Biarlah awan berarak menjauh
menghabiskan rintik tak tersisa
aku takkan menyalahkan langit yang tinggi
saat rindu ini harus selesai dalam diam

Aku takkan meminta mendung bertanggung jawab
atas rasa yang terlanjur basah
sebab sejak awal menuju hatimu
aku sudah bersiap untuk segalanya

Mencintai telah selesai dengan urusan menerima
aku hanya ingin menjadi teduh
menjadi hujan yang membasahimu
sebuah kepasrahan yang paling purna


Makassar, 15/07/2014 

AAB - Hadir Dalam Badai

"Mencintai bukanlah usaha memaksa seseorang keluar dari badainya. Cinta tertinggi adalah keberanian untuk duduk basah kuyup di sebelahnya, menemani hingga hujan di dalam batinnya reda pada waktunya."

Hadir Dalam Badai
By: Arif Agus Bege'h


Aku tidak akan datang dengan tali tambang
atau jemari yang memaksamu bangkit
sebab aku tahu badai di kepalamu
bukan tempat yang bisa dijinakkan dengan tergesa-gesa
mencintaimu bukanlah sebuah misi penyelamatan

Maka biarkan aku melangkah masuk ke dalam kelam
tanpa payung
tanpa jas hujan yang melindungi
aku melepas seluruh perisai waras ini
hanya untuk ikut berdiri di bawah langitmu yang runtuh
merasakan dingin yang selama ini kau sembunyikan

Di sini
di samping retak dan gemuruhmu
aku memilih untuk ikut basah kuyup
membiarkan air mata dan rintik hujan melarut jadi satu
tanpa banyak bertanya mengapa langitmu sekelam ini
tanpa menuntutmu untuk segera kembali tersenyum

Aku hanya akan duduk diam di sebelahmu
menjadi jangkar yang menahanmu agar tidak hanyut
menjadi sunyi yang paling setia memeluk ketakutanmu
di saat seluruh dunia sibuk memintamu
untuk cepat-cepat merayakan terang

Kita akan bertahan di bawah riuh yang basah ini
sampai angin kencang itu lelah sendiri
dan hujan di dalam batinmu reda
pada detak waktu yang paling adil
saat matamu kembali menemukan pelangi yang lama hilang


Makassar, 09/06/2014

AAB - Di Bawah Naungan Kata Sayang

"Cinta yang dewasa bukan yang tidak pernah retak, melainkan yang bersedia membangun kembali istananya di atas puing-puing amarah dan ego yang telah diruntuhkan oleh maaf."

Di Bawah Naungan Kata Sayang
By: Arif Agus Bege'h


Demi sebaris kata sayang
kerap kita pertukarkan dalam sapa
rebahkan penatmu malam ini, kekasih
di dalam ruang mimpi
bangunlah kembali istana kita
setelah retak oleh badai amarah dan ego

Melalui kata sayang
kuyakin kau bersedia melarung sisa benci ke hulu sungai
membiarkannya hanyut menuju muara kasih
tempat gelombang asmara menanti
lalu karam di palung rindu yang paling dalam
terkubur sunyi
hilang tak berjejak lagi

Dengan sepucuk kata sayang darimu
kesedihan dan kebahagiaanku menemukan utuhnya.
sebab apalah arti tawa tanpa air mata
tanpamu
rasa hanyalah pengembara yang kehilangan arah kompasnya

Dengan seuntai kata sayang dariku
tepiskanlah kabut ragu yang menghalangi pandanganmu
biarkan setiap desir angin menjadi napas bagi syair-syair rinduku
kadang ia berdendang riuh
kadang merintih dalam pilu
menyeberangi jurang-jurang ketakutan yang kau ciptakan

Sayang
jangan biarkan jarak menjadi jurang yang membelah kita
jangan biarkan tembok tinggi tetap berdiri di antara dua raga
runtuhkanlah pemisah itu dengan kelembutan
hingga semesta mengakui
pada siapa cinta sejati ini berpulang

Sebab kata sayang adalah kesaksian
bahwa cahaya kasih selalu lebih perkasa dari gelapnya murka
meski harus bertarung dengan ego di dalam dada
sayangmu tetaplah konstelasi bintang
yang menuntun langkahku pulang


Masamba Sul-Sel, 19/05/2014

AAB - Senyum Gadis Berkerudung Putih


Senyum Gadis Berkerudung Putih
By: Arif Agus Bege'h



Mungkin engkau tak serupa bidadari kahyangan

sebab aku pun tak pernah tahu bagaimana rupa mereka

namun meski tak secantik dongeng itu

hadirmu sanggup membuat jantungku kehilangan nada di setiap denyutnya


Saat senyummu hilang dari pandangan

seketika aku kehilangan intonasi cintamu

bagaikan puisi yang kehilangan rima

meski maknanya sedalam samudera

tak banyak yang sudi menyelam hingga ke dasarnya


Bila esok puisiku mulai bernyanyi di telingamu

itu karena cintamu telah lebih dulu tersenyum di hatiku

hatimu dan hatiku adalah istana bagi kebesaran jiwa

sebuah kekayaan bagi mereka yang memiliki kelembutan melebihi sutra


Maka, bacalah bait-bait ini perlahan

temukan bayang senyummu dalam setiap kata yang kutitipkan

sebab puisi ini hanyalah lukisan sederhana

tentang senyummu yang menetap di hatiku

hanya untukmu, duhai gadis berkerudung putih



Masamba Sul-Sel, 17/05/2014


Pesan Bijak:

"Kecantikan sejati tidak membutuhkan pembanding, karena ia terpancar dari kesederhanaan yang dibalut kesucian. Sebuah senyum yang tulus adalah rima terindah dalam puisi kehidupan."

AAB - Di Balik Cadar Rindu



"Rindu bukanlah penghalang, melainkan jembatan gaib yang menghubungkan dua jiwa. Jangan takut pada jarak, karena kenangan yang telah menyatu dalam doa tidak akan pernah bisa dirobek oleh tangan siapa pun, bahkan oleh waktu sekalipun."

Di Balik Cadar Rindu
By: Arif Agus Bege'h


Di balik cadar rindu yang kian membalut
aku mengintai raut wajahmu, kekasih
wajah yang kekal menjadi pelita di palung sepi
memancarkan secercah cahaya dari relung hati yang tulus
menembus pekatnya jarak yang membentang


Di balik rindu
terhampar selembar kenangan yang kita rajut bersama
sebuah riwayat lama yang enggan menjadi dongeng belaka
namun selalu setia menghantarkan lelapmu
menuntunmu pulang menuju mimpi-mimpi benderang
tempat di mana aku dan kamu kembali menjadi satu


Di balik rindu
kau takkan pernah sanggup merobek lembar-lembar memori kita
sebab tak seorang pun mampu mengeja baris-baris cinta yang pernah sejajar
berjalin di antara derita dan bahagia dalam satu ruang hati
sebuah ruang sunyi yang tak lagi butuh cahaya luar
karena ia telah bersinar dari dalamnya sendiri


Di balik rindu
kulepaskan harapan bagi sebuah ungkapan yang tertunda
sesuatu yang suatu hari nanti akan merekah dari dasar batin
pada sebuah hari di mana aku tak lagi perlu bertanya
sebab aku tahu, aku telah bersemayam abadi di nadimu


Di balik setiap rindu yang berderu
ada doa yang menggantung di antara dua hati yang belum menyatu
sebuah penantian untuk meleburkan dua cahaya yang berbeda
menjadi satu pendaran agung yang takkan lagi mengenal kata pisah


Masamba Sul-Sel, 09/05/2014


AAB - Penantian Sebuah Rindu


"Cinta tidak selalu harus memiliki arah yang pasti sejak awal. Terkadang, kita hanya perlu menjadi seperti angin; membiarkan rasa itu berembus murni, hingga takdir sendiri yang mengantarkannya pada pemberhentian yang tepat."

Penantian Sebuah Rindu
By: Arif Agus Bege'h


Bila saatnya nanti
kutemukan satu titik terang di cakrawala
mungkin itulah jalan setapak menuju rindumu

Darimu, ada cintaku
dariku, ada cintamu

Biarkan rasa ini mengalir mengikuti takdir
sebab saat ini kita hanyalah sepasang angin
berembus tanpa arah yang pasti
menyentuh siapa saja yang dilewati

Namun, ketika cinta mulai bersemi di relung hatiku
dan barangkali di hatimu
sadarlah bahwa kita tak selalu bisa menuai rindu
meski benih harapan tumbuh begitu subur di antara kita

Izinkan aku mengeja arti cinta melalui kesedihan
melalui kegelisahan yang tak kunjung reda di bawah gerimis hujan
Aku yakin engkau tetap ada di sana
saat rindu dan cinta merindukan belaian kehangatan yang nyata

Sebab sebuah rindu memang harus dibayar tunai
dengan harga sebuah penantian yang panjang
dan pencarian yang tak jarang bersimbah air mata


Masamba Sul-Sel, 16/03/2014

AAB - Satu Takdir

Puisi ini adalah sebuah pengakuan bahwa cinta bukanlah sesuatu yang bisa ditolak atau dikendalikan oleh ego manusia. Ia adalah takdir yang menyatukan tawa dan tangis, mentari dan rembulan, dalam satu kebahagiaan yang utuh. Inilah 'Satu Takdir'.


Satu Takdir

By: Arif Agus Bege'h



Baja, batu, dan beton pun menjadi abu

tatkala cinta bertahta di singgasana kalbu

tak mampu kutolak

tak mungkin membatu

sebab ia takdir yang memaksa untuk menyatu


Di depan saksi

tawa dan tangis melabuh

menjadi janji yang tak lagi bisa roboh

menolak cinta adalah dosa yang sungguh

seperti memisah mentari dari rembulan yang teduh


Segala keras luruh dalam dekapan doa

satu bahagia lahir dari dua jiwa yang setia

kita tercipta berpasangan menolak arusnya sia-sia

sebab cinta adalah satu-satunya rumah bagi segala rasa



Masamba Sul-Sel, 23/02/2014

AAB - Meja Kayu dan Gelas Dingin

Cinta sejati bukanlah tentang dua orang yang saling memiliki, melainkan tentang runtuhnya ego masing-masing, agar ruang di antara mereka hanya dipenuhi oleh ketulusan yang tak berjarak.

Sebuah puisi tentang penghancuran ego

Meja Kayu dan Gelas Dingin
By: Arif Agus Bege'h


Kita berhadapan
sibuk membela diri
"Aku benar" katamu "Aku terluka" sahutku
di antara kopi yang hampir dingin
dua kepala batu menolak mengalah

Hening mengambil alih
kuturunkan nada bicara
kau melepas kepalan tangan
kita berhenti saling menuduh
menanggalkan gengsi yang melelahkan

Di lantai kedai
kata-kata tajam melunak jadi maaf
kesombongan runtuh perlahan
tanpa teriakan
hanya ada air mata

Tiada lagi menang atau kalah
meja terasa lapang tanpa drama dan pembelaan
justru dalam ruang hampa ini
kita akhirnya saling mendengarkan

Tersisa dua orang lelah berpura-pura kuat
bukan penguasa
bukan tawanan
hanya ada aku
kamu
dan kejujuran yang telanjang


Masamba Sul-Sel, 01/01/2014