Archive for Oktober 2022
"Berapa banyak dari kita yang sibuk mengejar puncak, hanya untuk mendapati diri kita kesepian di atas sana? Sebelum ego menghancurkan kita... Inilah sajak Tahta Di Puncak Sunyi...."
Tahta Di Puncak Sunyi
By: Arif Agus Bege'h
Ketika kita memilih kebanggaan
menjadi raja dalam jiwa,
sesungguhnya kita telah tersesat
menuju puncak kesombongan!
Kita paku mahkota di kening!
Terbuat dari logam ego yang berkilau semu,
Merasa paling tinggi di atas angin
hingga lupa tanah tempat bertumpu.
Langkah kaki kian pongah mendaki
melewati lereng puji yang fana.
Setiap sapa dianggap sembah bakti,
membuat mata hati buta warna!
Di kanan kiri tebingnya curam!
Tempat peduli sengaja kita jatuhkan,
sebab sang raja tak boleh terlihat legam
oleh jelaga ketidaksempurnaan.
Lalu sampailah kita di puncak tertinggi,
merayakan kemenangan seorang diri.
Tiada lagi angin menyanyikan puji,
hanya ada sunyi yang menusuk nadi!
Takhta angkuh yang kita bangun
rupanya hanyalah istana pasir yang rapuh,
menanti waktu menyapu beruntun,
meruntuhkan jiwa yang terlanjur angkuh.
Di puncak itu kita mengerti,
tak ada agung dalam kesendirian!
Kita tidak sedang merajai bumi,
kita tersesat memeluk kehampaan!
Mamuju Sul-Bar, 10/10/2022
