Archive for September 2013
Renjana Di Pelupuk Mata
By: Arif Agus Bege'h
Di bawah langit yang senyap
waktu membeku dalam dekap
setiap detik adalah kenangan
hujan abadi di pelupuk mata
Angin berbisik pada dahan yang luruh
membawa pesan yang tak sempat tersampaikan
tentang jejak kaki yang terkikis debu
dan suara-suara yang kini menjadi bisu
Kita adalah dua baris sajak yang tak selesai
tergantung di antara fajar dan senja yang usai
mencoba mengeja arti dari sebuah kehilangan
di tengah keramaian yang terasa sunyi
Biarlah rindu ini tetap tinggal
menjadi prasasti di dinding hati yang kekal
sebab meski raga tak lagi searah
mamamu tetap menjadi doa yang paling indah
Waktu membeku dalam dekap
di bawah langit yang tetap senyap
Makassar, 22/09/2013
Temukan puisi ini di Youtube Judul Renjana Di Pelupuk Mata
