Archive for 2012
Kukembalikan surga yang kau pinang saat duka dan lara
AAB - Sajak Untuk Fitra: Kidung Pelepasan
0Oleh: Arif Agus Bege'h
Baiklah jika itu maumu
akan mencintaimu semampuku
namun setelah mencium bibir kenanganmu yang manis itu
dan setelah aku pergi bersama hujan malam ini
membawa sisa airmata yang luruh dalam sunyi
Kepada yang mencintaiku
siapkah engkau merindukanku
seperti aku siap meninggalkanmu
sanggupkah engkau mencintaiku
seperti kesanggupanku beranjak darimu
aemua itu karena cara dan jalan
rindu dan cinta kita tak pernah sama dalam satu perjalanan
Sayang
andai hanya cara kita saling merindu
saling mencinta saja yang berbeda
mungkin kita akan selalu seiring sejalan
karena memang jalan kitalah yang sama
Kepadamu yang merasa punya cinta
dalam hal apa pun
berbeda cara itu akan menuntun kita pada kesempurnaan
namun tempuhlah dengan satu jalan yang sama
jalan kebaikan tanpa mementingkan jalan terbaik menurut Anda saja
sebab itu akan membuka jalan baru untuk berpisah
Masamba Sul-Sel, 10/08/2012
AAB - Kepada Yang Mencintaiku
0Hom Pim Pa
By: Arif Agus Bege'h
hom pim pa...
mari kita kocok ulang takdir ini sayang
sampai jemari kita menunjuk arah yang tak lagi sama
teruslah mengulang gamang ini
hingga kita benar-benar paham arti berbeda
Sebab ini bukan panggung penghakiman
bukan tempat mengadili siapa yang keliru
atau siapa yang paling suci
jika ujung dari segala riuh ini hanyalah menang dan kalah
lalu untuk apa ada perjalanan
hujan
dan airmata yang merawat ingatan kita?
Andai dadaku menjelma batu yang keras
aku rela kautakklukkan sebagai kertas yang membungkus ego
jika esok aku melunak menjadi lembaran kertas
menjadilah gunting yang siap mengukir luka keheningan
dan bila nanti hatiku meruncing sebilah gunting
menetaplah sebagai batu agar kau tak hancur oleh tajamku
Mari mencari keteguhan di celah ketidaksempurnaan
pada sepasang mata yang tak lagi searah
pada satu nyawa
atau pada jiwa-jiwa asing yang terasing
karena siapa pun bisa memulai permainan ini
namun tak ada satu pun manusia yang ingin serupa dalam pencarian
hom pim pa...
pertemuan
pengulangan
lalu pelepasan
kita memang tak sama
maka, lapangkanlah dada
Pinrang Sul-Sel, 26/07/2012
AAB - Hom Pim Pa
0AAB - Saat Mengejar Harapan
0"Ada kalanya rindu paling jujur adalah rindu yang harus kita telan sendiri, demi menjaga sisa harga diri yang masih kita miliki. Jangan biarkan rindumu jatuh di tempat yang salah. Jika ia tak dihargai, simpanlah kembali dalam diammu. Lebih baik tersedak rindu sendiri daripada terhina karena mengharap pada hati yang tak lagi peduli."
By: Arif Agus Bege'h
AAB - Rindu Terhina
0By: Arif Agus Bege'h
AAB - Hati Menunggu
0"Rindu adalah pengkhianat paling menakutkan; ia menyerang tanpa senjata, tapi meruntuhkan tanpa sisa."
By: Arif Agus Bege'h
Bagai gempuran musuh dan wabah diam-diam
rindu adalah pengkhianat paling menakutkan
saat ia merasuki kesadaran
hanya ada perih
dan air mata sebagai saksi
AAB - Diserang Rindu
0"Hujan tidak hanya membawa air, ia membawa pesan: bahwa dalam canda yang paling ringan pun, tersimpan pengingat tentang hakikat kematian dan keabadian."
By: Arif Agus Bege'h
Rawamangun Luwu Utara, 03/06/2012
AAB : Pesan Hujan Dalam Candanya
0AAB : Kenangan Permata Hidup
0Semalam
AAB - Pesan Embun
0Tempat Sampah Cinta
By: Arif Agus Bege'h
mau tidak mau
jika tidak
sampah sampah rindu
virus-virus cinta
virus-virus rindu
dan kotoran-kotoran rindu
benarlah kata mereka
buanglah sampah pada tempatnya
maka, buanglah cintamu di hatiku sayang
meski cintamu dianggap sampah
meski cintamu bervirus
meski cintamu kotor
tahukah engkau sayang
semua itu karena dunia semakin gila
membuang cinta sembarang tempat
jika kalian tak percaya
maka kalian tak punya hati
Palopo Sul-Sel, 10/05/2012 19:32
AAB - Tempat Sampah Cinta
0AAB - Saat Kuberharap
0"Orang yang kuat bukan mereka yang memiliki segudang taktik untuk menjatuhkan orang lain. Orang yang benar-benar kuat adalah mereka yang cukup memiliki satu prinsip hidup, lalu setia menjaganya meski dunia di sekitarnya kerap berubah arah."
AAB : Jurus Rahasia Airmata
0By: Arif Agus Bege'h
Tsunami, dengarkan aku
harusnya kau tidak menyombongkan diri
Tsunami, dengarkan aku
usahlah meninggikan tubuhmu lagi di atas tubuh kami
kembalilah ke laut untuk terus belajar berhitung dan membaca
temukanlah kebenaran yang harus kau terima
bahwa jumlah doa kami kepada Tuhan sebagai penciptamu itu lebih banyak dari jumlah jiwa dan harta yang akan kau rebut dari tangan kami
Tsunami, dengarkan aku
janganlah kau turut miskin dengan merebut airmata kami yang miskin
tapi jadilah laut yang kaya
kaya karena selalu menjadi rebutan akan hasil lautmu
kelak, pun kapan saja kau mau
tenggelamkan saja siapapun yang tak pandai mensyukuri kekayaan darimu atas nikmat Tuhan karena perantaramu
bunuh siapa saja yang mengingkari kekayaan serta kekuatanmu
bila perlu, perintahkan semua penghuni ghaibmu untuk mencari orang yang bersalah padamu
buat mereka tidak bisa lagi menyengsarakan rakyat dengan menghantui mereka
dengan begitu tidak seenaknya lagi menaikkan harga barang-barang kebutuhan kami seperti BBM dan lainnya
Tsunami, dengarlah
jangan pernah menakut-nakuti kami yang bisa meminta Tuhan untuk meniadakanmu selamanya
Masamba Sul-Sel, 11/04/2012
AAB - Tsunami, Dengarkan Aku
0Hidup ini bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, melainkan siapa yang paling mampu mendengar dan belajar. Kedewasaan dimulai ketika kita berhenti menyalahkan badai dan mulai belajar bagaimana cara merawat akar agar tetap membumi.
By: Arif Agus Bege'h
Kau sebut aku selembar kulit ari
entah kau tahu
atau sengaja menutup mata
saat jemarimu gemar mencubit dan mencakar
merayakan perih yang kau tanam di tubuhku
Benar
aku hanya kulit ari di matamu
namun ingatlah
wahai Penguasa Kuku
tanpa kerapuhanku
senjatamu takkan pernah tumbuh
Kini
catatlah pada ingatanmu yang fana
di balik kulit ari ini
sebilah senjata dan pena bersiaga
senjata yang siap memenggal angkuhmu
dan pena yang meracuni darahmu dengan tinta
kau akan mati dalam ketidakrelaan
tercekik dosa sebelum sempat mengeja kata ampun
Sukamaju Luwu Utara, 10/03/2012











