Sajak Untuk Fitra: Kidung Pelepasan

 


Sajak Untuk Fitra: Kidung Pelepasan
By: Arif Agus Bege'h 


Kukembalikan surga yang kau pinang saat duka dan lara
sebuah tempat yang dulu kita bangun dari reruntuhan air mata
kau sebut ia rumah, aku menyebutnya perlindungan
namun kini, ia tak lebih dari sekadar monumen kesunyian

Terkirim bersama asa yang kini terputus dan pupus
bagaikan benang layang-layang yang ditiup angin lurus
tak ada lagi hari esok yang kita tenun bersama
hanya ada rangkaian hari kemarin yang mulai pudar warnanya

Ambillah bersama tragediku
segala perih yang tak sempat kau dekap
segala sepi yang diam-diam membuatku meratap
bawa serta runtuhnya menara ego yang kita kekang
dan biarkan sisa-sisa ingatan ini pulang

Di sana, kuselip raki berimbang
sebuah rahasia kecil yang tak sempat kau baca
tentang bagaimana aku mencintaimu dalam hancur yang paling nyata
semua takaran rindu dan benci telah kutimbang sama
tak ada yang lebih berat, semuanya telah reda

Tepat di bawah jemari kaki permaisuri
aku meletakkan mahkota yang tak lagi berarti
sebab takhta paling luhur dari sebuah kehilangan
adalah kerelaan untuk bersujud
melepasmu menuju kebahagiaan yang lain


Masamba SulSel, 08/12/2012


AAB - Sisa Daya

Sisa Daya
By: Arif Agus Bege'h


Benteng ego sanggup kubangun
menolak permusuhan yang kau bawa
seluruh dayaku luruh ampun
tak bisa menolak tahta cintamu


Masamba Sul-Sel, 25/09/2012

AAB - Kepada Yang Mencintaiku

 

"Kedewasaan bukan tentang seberapa banyak usia yang bertambah, tapi tentang seberapa tenang kita menghadapi badai yang tak kunjung reda."


Kepada Yang Mencintaiku

Oleh: Arif Agus Bege'h



​Baiklah jika itu maumu

akan mencintaimu semampuku

namun setelah mencium bibir kenanganmu yang manis itu

dan setelah aku pergi bersama hujan malam ini

membawa sisa airmata yang luruh dalam sunyi


​Kepada yang mencintaiku

siapkah engkau merindukanku

seperti aku siap meninggalkanmu

sanggupkah engkau mencintaiku

seperti kesanggupanku beranjak darimu

aemua itu karena cara dan jalan

rindu dan cinta kita tak pernah sama dalam satu perjalanan


​Sayang

andai hanya cara kita saling merindu

saling mencinta saja yang berbeda

mungkin kita akan selalu seiring sejalan

karena memang jalan kitalah yang sama


​Kepadamu yang merasa punya cinta

dalam hal apa pun

berbeda cara itu akan menuntun kita pada kesempurnaan

namun tempuhlah dengan satu jalan yang sama

jalan kebaikan tanpa mementingkan jalan terbaik menurut Anda saja

sebab itu akan membuka jalan baru untuk berpisah



Masamba Sul-Sel, 10/08/2012


AAB - Hom Pim Pa



Hom Pim Pa

By: Arif Agus Bege'h



hom pim pa...

mari kita kocok ulang takdir ini sayang

sampai jemari kita menunjuk arah yang tak lagi sama

teruslah mengulang gamang ini

hingga kita benar-benar paham arti berbeda


Sebab ini bukan panggung penghakiman

bukan tempat mengadili siapa yang keliru

atau siapa yang paling suci

jika ujung dari segala riuh ini hanyalah menang dan kalah

lalu untuk apa ada perjalanan

hujan

dan airmata yang merawat ingatan kita?


Andai dadaku menjelma batu yang keras

aku rela kautakklukkan sebagai kertas yang membungkus ego

jika esok aku melunak menjadi lembaran kertas

menjadilah gunting yang siap mengukir luka keheningan

dan bila nanti hatiku meruncing sebilah gunting

menetaplah sebagai batu agar kau tak hancur oleh tajamku


Mari mencari keteguhan di celah ketidaksempurnaan

pada sepasang mata yang tak lagi searah

pada satu nyawa

atau pada jiwa-jiwa asing yang terasing

karena siapa pun bisa memulai permainan ini

namun tak ada satu pun manusia yang ingin serupa dalam pencarian


hom pim pa...

pertemuan

pengulangan

lalu pelepasan

kita memang tak sama

maka, lapangkanlah dada



Pinrang Sul-Sel, 26/07/2012



AAB - Seribu Batu

Seribu Batu

By: Arif Agus B



Mencari salah

cukup dengan prasangka

menemukan benar

perlu hati yang rendah


Menjatuhkan

cukup lempar batu

menguatkan

perlu tangan merangkul


Biarlah mereka melempar batu

asal kita memeluk kebenaran

sebab menguatkan

lebih mulia daripada menjatuhkan



Topoyo Sul-Bar, 20/07/2012

AAB - Mimpi Terbuang


​"Mimpi yang terbuang mungkin takkan pernah kembali, ia larut bersama rintik hujan yang menghapus sepi. Namun ingatlah, setiap airmata yang jatuh adalah saksi abadi bahwa kita pernah berjuang dengan seluruh hati."

Mimpi Terbuang

By: Arif Agus Bege'h

AAB - Saat Mengejar Harapan

"Jangan biarkan kenangan menjadi tuan yang menyeret langkahmu. Jadilah pemburu kenyataan, meski harus melewati perjalanan hujan dan airmata."


Saat Mengejar Harapan
By: Arif Agus Bege'h


Selama mentari masih menatap
kita adalah tuan dari kenangan
namun jika ia menyeretmu pergi
kau hanyalah bayang-bayang kosong
dalam perjalanan hujan dan airmata

sebab saat mentari menjadi harapan
kita adalah pemburu yang menelan kenyataan
jangan menjadi pengecut yang lari
hingga harapan menjelma aral melintang

Bacalah kenangan
tembusilah kenyataan
sebab di sana
harapan menanti untuk dikejar



Bulukumba Sul-Sel, 05/07/2012

AAB - Menuju Kota Sejuta Penyair

Menuju Kota Sejuta Penyair
By: Arif Agus Bege'h

Setengah jalan fana
senyummu masih menjadi rahasia yang terkunci
ia menolak patah di sembarang kata
menunda mekar hingga langkah ini genap memijak bumi

Ke selatan pasang
menuju tanah yang melahirkan sejuta penyair
di Bulukumba
senyum itu tak lagi malu
ia menyerahkan diri pada rahim tinta
menjadi sajak yang paling purna


Bulukumba Sul-Sel, 06/07/2012

AAB - Di Ujung Fajar

Di Ujung Fajar
By: Arif Agus Bege'h


Sebaris pesan terkirim di sisa malam
menanti jawab selepas subuh
saat sepi kota masih mencekam
sebelum langkah melangkah jauh

Sebab tersesat bukanlah pilihan
meniti labirin kabut yang kaku
membelah pagi yang sarat gelisah
hanya demi menjemput hadirmu

Selepas sujud subuhmu selesai
berdirilah di jalan masuk itu
sebelum waktu melaju abai
dan jarak mulai memburu waktu

Kecewa tak boleh tersisa di dada
menaruh lara di sudut matamu
meninggalkan kota penuh rahasia
tanpa ada engkau di sisiku

Tak ada kesanggupan menatap kaca
melihat kotamu perlahan hilang
membawa rindu yang sia-sia
dan sesal yang enggan pulang

Jadilah kompas penentu jalan
pengusir cemas di pagi buta
agar cinta tak jadi penyesalan
dan perjalanan tak berakhir duka

Langkah ini jangan dibiar sendiri
menembus jarak yang kian luas
mari bersama memeluk hari
hingga seluruh rindu ini tuntas


Makassar, 04/07/2012

AAB - Separuh Harapan Bulan

Separuh Harapan Bulan
By: Arif Agus Bege'h


Separuh harapan bulan kusimpan di hati
terkunci rapat di ruang sunyi
menjadi jangkar jiwa mengembara
di bawah langit yang menua

Namun separunya lagi entah di mana
tercecer di lipatan takdir fana
menjelma misteri belum teraba
entah apa, entah siapa

Langkah ini takkan berhenti mendaki
menyisir sunyi yang mendalam
sebab aku tahu, ke mana pun ia pergi
di mana pun, pasti kutemukan


Makassar, 02/07/2012

AAB - Mahkota Rindu

"Cinta yang berkelas tidak lahir dari riuhnya pesan, melainkan dari magnet kualitas diri. Hubungan yang kokoh adalah perpaduan antara wibawa pria sebagai pemimpin dan keanggunan wanita sebagai penjaga kehormatan."

Mahkota Rindu
By Arif Agus Bege'h


Cinta berkelas bukan riuh pesan
ia tumbuh dalam senyap
menjelma magnet rindu

Pria sejati tak mengemis tanya
ia memimpin dengan wibawa
membuat jantung berdenyut takzim

Wanita elok tak membuka pintu sembarangan
ia teguh menjaga pilihan
hanya mengetuk hati sang imam dambaan


Masamba Sul-Sel, 30/06/2012

AAB - Rindu Terhina



"Ada kalanya rindu paling jujur adalah rindu yang harus kita telan sendiri, demi menjaga sisa harga diri yang masih kita miliki. Jangan biarkan rindumu jatuh di tempat yang salah. Jika ia tak dihargai, simpanlah kembali dalam diammu. Lebih baik tersedak rindu sendiri daripada terhina karena mengharap pada hati yang tak lagi peduli."


Rindu Terhina

By: Arif Agus Bege'h


Telan saja kembali rindumu
sebelum engkau tersungkur
terhina karenanya

Jika kau biarkan rindu itu meluap tanpa arah
atau terpaksa kau lepaskan karena tak lagi tertahan
yakinlah
ia hanya akan membentur ruang kosong
atau sekadar menyentuh bagian terluar dari tubuh yang kau puja

Gleg...
Rindu yang terhina memang pahit
namun ia harus sanggup kau telan sendiri
dalam sunyi.


Rawamangun Luwu Utara,
30/06/2012

AAB - Menepi

Menepi
By: Arif Agus Bege'h 


Jangan pasung aku pada aksara mati
saat jiwaku sibuk menjemput sunyi
aku mencari cara untuk hidup
lewat rindu pada pelita yang meredup

Maaf kawan
jika bangkuku melompong
riuh rindu dan cinta terlanjur kosong
aku absen dari panggung dunia
menepi dari rasa yang menguras daya

Bukan lari atau sengaja menghilang
hanya memeluk badai yang belum pulang
biar kuurai penat ini hingga utuh
sebelum waktu memaksaku kembali patuh


Masamba Sul-Sel, 20/06/2012

AAB - Liang Pemuja Rasa

Liang Pemuja Rasa
By: Arif Agus Bege'h


kugali lagi tanah yang dingin
menampung rindu yang mati angin
satu pemuja tumbang hari ini
terkubur sunyi, tak bertepi

Liang ini bukan buat yang kalah
jiwa bodoh yang memilih menyudahi langkah
cinta tak pantas ditukar nyawa
di atas nisan, ia tetap bertahta

Mati raga hanyalah batas fana
namun pencarian takkan pernah reda
meski jasad membusuk dipeluk bumi
langkah mencari takkan berhenti


Masamba Sul-Sel, 15/06/2012

AAB - Hati Menunggu



 "Jangan biarkan harapan luruh menjadi sunyi hanya karena kita terlalu lama menunggu waktu yang tepat untuk melangkah. Jangan menunggu hujan reda jika tujuanmu adalah hatiku. Sebab kehangatan sejati tidak ditemukan saat badai berhenti, tapi saat kita berani menerjangnya bersama."

Hati Menunggu
By: Arif Agus Bege'h


Sayang, dengarlah...
guruh mulai mengumandangkan amarah
hujan telah meluncurkan serangan
tepat saat hatiku menantimu
masihkah kau terpaku menunggu reda
bersama tangis yang enggan usai?
sementara di sini
aku masih setia mengeja namamu
berlarilah segera

Jangan biarkan aku terlelap
hanya karena penantian yang menjemukan
jangan biarkan tubuhmu dijamah petir
meski harus kau terjang tajamnya hujan
sebab aku tak ingin pintu rumah ini tertutup rapat kembali
hanya karena harapan yang perlahan luruh menjadi sunyi
sebab hatiku
takkan pernah sehangat ini lagi

Jangan biarkan, Sayang... jangan...
uap dari teh hangat ini akan segera lesap ditelan udara
secangkir teh hanya mampu memeluk tubuhmu sesaat saja
namun kehangatan yang abadi
telah kusiapkan di palung hati
Maka datanglah
jangan biarkan rasa ini membeku dalam penantian

Tubuh boleh saja menggigil kedinginan
namun hati harus tetap menyala dan menghangatkan
sebab itu, jangan pernah menunggu hujan reda
jika muara perjalananmu adalah hatiku


Rawamangun Luwu Utara, 10/06/2012

AAB - Diserang Rindu

 "Rindu adalah pengkhianat paling menakutkan; ia menyerang tanpa senjata, tapi meruntuhkan tanpa sisa."


Diserang Rindu 
By: Arif Agus Bege'h


Bagai gempuran musuh dan wabah diam-diam

rindu adalah pengkhianat paling menakutkan

saat ia merasuki kesadaran

hanya ada perih

dan air mata sebagai saksi

AAB : Pesan Hujan Dalam Candanya

 "Hujan tidak hanya membawa air, ia membawa pesan: bahwa dalam canda yang paling ringan pun, tersimpan pengingat tentang hakikat kematian dan keabadian."


Pesan Hujan Dalam Candanya

By: Arif Agus Bege'h


Aku bercanda bersama hujan
menertawakan duka yang tak lagi menderas
iramanya menitip pesan pada atap sunyi
di rumah yang diam dari tangis anak-anak

Jangan terpikat lambaian laut
samudera cinta itu simfoni maut
ia akan membelenggumu jadi pengikut setia
atau menyerahkanmu pada ganasnya sunyi

Tetaplah murni, wahai hujan
lahir dari titah langit dan amin doa
miliki bening jiwa sejernih tetesanmu
itulah rahasia di balik candamu

Jangan mengukir lara di atas tangis sesama
sebab serapah langit bisa menyumbat rindumu pada-Nya
namun, tamparlah mereka yang buta akan derita saudara
yang lalai karena memuja bahagia di atas takhta egonya sendiri


Rawamangun Luwu Utara, 03/06/2012

AAB : Kenangan Permata Hidup

Kenangan Permata Hidup
By: Arif Agus Bege'h


Seutas tali terpotong tiga
tercelup dalam pekat kopi semusim
tak langsung basah
namun perlahan peluh menyapa
hingga kenangan teraduk
dalam ganasnya musim dan waktu

Sayang
terlalu puitis jika sekadar mengenalmu
namun terlampau fiksi
jika mencoba mengabaikanmu
engkau adalah sisa kehidupan
yang memilih tetap utuh
tak menguap oleh terik
tak memuai oleh jarak
pun tak berkarat bagai intan di palung samudera

Duhai kenanganku...
masihkah kau sembunyi
dalam tinta penaku yang membeku
Meski diam
ujungnya tetap runcing
melukai siapa saja yang datang bertamu
maka mendekatlah
dekaplah bayanganku
agar aku tak lagi terpenjara
dalam sunyi yang membatu

Wahai kenanganku...
masihkah kau menjerit
di sudut sepiku yang paling palung?
menjelmalah pada setiap sosok
yang kutemui di persimpangan
Sebab aku tahu
kau adalah bagian nadi yang takkan sanggup terpisah lagi

Kaulah lembar-lembar memori
tak satu pun mampu menjangkau
kecuali aku
meski jejakmu kian menjauh

Kaulah permata dalam ingatan
tak satu pun mampu menghadirkanmu kembali
selain aku
meski rupamu kian lusuh dimakan hari

Jangan pernah berhenti menyalakan harapan
sebab kaulah satu-satunya muara
permata hidup bagi seorang pecinta sejati


Masamba Sul-Sel, 31/05/2012

AAB - Pesan Embun



"Seperti embun, ketulusan tidak perlu berisik. Ia datang diam-diam di antara pekatnya malam, hanya untuk memberi kesejukan pada hati yang membuka diri di pagi hari. Sabar menanti malam berganti pagi, demi sekadar membasuh luka dengan sejuknya pesan embun. Luapan gerah akan selalu menemukan muara kesejukannya, asal hati tetap bersedia membuka diri."

Pesan Embun
By: Arif Agus Bege'h

Semalam
sejuk menjadi rahasiamu
tabir pagi menjadi saksi
pertemuan embun jiwamu
di sela daun dan rerumputan

Meski harus menanti malam berganti
aku setia menunggu pesan embun
bukti luapan gerah berujung sejuk
pada hati terbuka di awal hari.


Sukamaju Luwu Utara, 28/05/2012


AAB - Tempat Sampah Cinta

 



Tempat Sampah Cinta
By: Arif Agus Bege'h


mau tidak mau
kita harus menyiapkan tempat sampah di hati
jika tidak
kemana kita akan membuang sampah-sampah cinta
sampah sampah rindu
virus-virus cinta
virus-virus rindu
dan kotoran-kotoran rindu
juga kotoran-kotoran cinta lainnya?

benarlah kata mereka
buanglah sampah pada tempatnya
maka, buanglah cintamu di hatiku sayang
meski cintamu dianggap sampah
meski cintamu bervirus
meski cintamu kotor

tahukah engkau sayang
semua itu karena dunia semakin gila
membuang cinta sembarang tempat

jika kalian tak percaya
maka kalian tak punya hati


Palopo Sul-Sel, 10/05/2012 19:32

AAB - Saat Kuberharap



"Adakalanya merelakan bukan berarti kita kalah atau berhenti peduli. Itu hanya cara terbaik untuk menjaga hati agar tidak hancur oleh ekspektasi yang kita bangun sendiri. Biarlah waktu yang mendewasakan rasa."

Saat Kuberharap
By: Arif Agus Bege'h


Seyogianya aku jatuh pada pesona cintamu
tapi biarlah
kau memang tak pernah menarikku
ke dalam palung hatimu yang paling sunyi
meskipun aku teramat ingin meraba kelembutan itu

Tapi biarlah
takkan ada jiwa yang bisa masuk
jika kau tak menitipkan celah

Maka biarkan saja
perasaanku karam di dada
hingga saat kau tak lagi sanggup
memikul beban hidup tanpa kekasih

Tanpa kekasih
langkah terasa berat
tanpa hati
semua menjadi mati

Sekali lagi
izinkan aku menjadi penjaga hatimu
sebab bersamamu
hidup tanpa beban akan terasa abadi

Saat kuberharap
jangan tunjukkan fatamorgana
namun biarkan hatimu yang meluruh
memenuhi harapanku


Sukamaju Luwu Utara, 07/05/2012

AAB : Jurus Rahasia Airmata


"Orang yang kuat bukan mereka yang memiliki segudang taktik untuk menjatuhkan orang lain. Orang yang benar-benar kuat adalah mereka yang cukup memiliki satu prinsip hidup, lalu setia menjaganya meski dunia di sekitarnya kerap berubah arah."

Jurus Rahasia Airmata
By: Arif Agus Bege'h


Membunuh cinta bisa kita lakukan dengan cinta
namun yakinkah kau
jika air mata mampu membunuhnya
sebab air mata pulalah
yang telah mencairkan batu di palung jiwa kita

​Membunuh air mata bisa dilakukan dengan cinta
namun aku bertaruh
air mata takkan pernah membunuh sesamanya
Sebab air mata bukanlah pembunuh

​Selain cinta
senjata apa lagi yang kalian punya untuk membinasakan
kuakui
cinta memiliki jurus yang tak terhingga
namun
bukan berarti cinta selalu perkasa

​Sebab memiliki satu jurus penakluk lawan
barulah dikatakan kuat sejati 

​Dengan terus-menerus ingin membunuhku
sebenarnya air mata kitalah yang sedang kalian hadapi
membunuhku hanya akan memperluas lautan air mata

​Karena akulah sang Pandawa Air Mata
pandawa dengan satu jurus sejatinya dimiliki setiap orang
namun tak semua mampu menggenapinya

​Jurus itu tak lain dan tak bukan
adalah jurus rahasia air mata


Rawamangun Luwu Utara, 19/04/2012

AAB - Tsunami, Dengarkan Aku



Tsunami, Dengarkan Aku
By: Arif Agus Bege'h



Tsunami, dengarkan aku
harusnya kau tidak menyombongkan diri
dengan meninggikan gelombangmu dari tanah tempat kami berpijak

Tsunami, dengarkan aku
usahlah meninggikan tubuhmu lagi di atas tubuh kami
kembalilah ke laut untuk terus belajar berhitung dan membaca
temukanlah kebenaran yang harus kau terima
bahwa jumlah doa kami kepada Tuhan sebagai penciptamu itu lebih banyak dari jumlah jiwa dan harta yang akan kau rebut dari tangan kami

Tsunami, dengarkan aku
janganlah kau turut miskin dengan merebut airmata kami yang miskin
tapi jadilah laut yang kaya
kaya karena selalu menjadi rebutan akan hasil lautmu
kelak, pun kapan saja kau mau
tenggelamkan saja siapapun yang tak pandai mensyukuri kekayaan darimu atas nikmat Tuhan karena perantaramu
bunuh siapa saja yang mengingkari kekayaan serta kekuatanmu
bila perlu, perintahkan semua penghuni ghaibmu untuk mencari orang yang bersalah padamu
buat mereka tidak bisa lagi menyengsarakan rakyat dengan menghantui mereka
dengan begitu tidak seenaknya lagi menaikkan harga barang-barang kebutuhan kami seperti BBM dan lainnya

Tsunami, dengarlah
jangan pernah menakut-nakuti kami yang bisa meminta Tuhan untuk meniadakanmu selamanya


Masamba Sul-Sel, 11/04/2012

AAB - Kulit Ari


Hidup ini bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, melainkan siapa yang paling mampu mendengar dan belajar. Kedewasaan dimulai ketika kita berhenti menyalahkan badai dan mulai belajar bagaimana cara merawat akar agar tetap membumi.

Kulit Ari
By: Arif Agus Bege'h



Kau sebut aku selembar kulit ari

entah kau tahu

atau sengaja menutup mata

saat jemarimu gemar mencubit dan mencakar

merayakan perih yang kau tanam di tubuhku


​Benar

aku hanya kulit ari di matamu

namun ingatlah

wahai Penguasa Kuku

tanpa kerapuhanku

senjatamu takkan pernah tumbuh


​Kini

catatlah pada ingatanmu yang fana

di balik kulit ari ini

sebilah senjata dan pena bersiaga

senjata yang siap memenggal angkuhmu

dan pena yang meracuni darahmu dengan tinta

kau akan mati dalam ketidakrelaan

tercekik dosa sebelum sempat mengeja kata ampun



Sukamaju Luwu Utara, 10/03/2012


AAB - Memancing Cinta

Memancing Cinta
By: Arif Agus Bege'h


Jangan pasang sembarang umpan
hatiku bukan palung dangkal
cintaku bukan lele murahan
yang melahap sembarang umpan


Masamba Sul-Sel, 01/01/2012