• Hom Pim Pa

    By: Arif Agus Bege'h



    hom pim pa...

    mari kita kocok ulang takdir ini sayang

    sampai jemari kita menunjuk arah yang tak lagi sama

    teruslah mengulang gamang ini

    hingga kita benar-benar paham arti berbeda


    Sebab ini bukan panggung penghakiman

    bukan tempat mengadili siapa yang keliru

    atau siapa yang paling suci

    jika ujung dari segala riuh ini hanyalah menang dan kalah

    lalu untuk apa ada perjalanan

    hujan

    dan airmata yang merawat ingatan kita?


    Andai dadaku menjelma batu yang keras

    aku rela kautakklukkan sebagai kertas yang membungkus ego

    jika esok aku melunak menjadi lembaran kertas

    menjadilah gunting yang siap mengukir luka keheningan

    dan bila nanti hatiku meruncing sebilah gunting

    menetaplah sebagai batu agar kau tak hancur oleh tajamku


    Mari mencari keteguhan di celah ketidaksempurnaan

    pada sepasang mata yang tak lagi searah

    pada satu nyawa

    atau pada jiwa-jiwa asing yang terasing

    karena siapa pun bisa memulai permainan ini

    namun tak ada satu pun manusia yang ingin serupa dalam pencarian


    hom pim pa...

    pertemuan

    pengulangan

    lalu pelepasan

    kita memang tak sama

    maka, lapangkanlah dada



    Pinrang Sul-Sel, 26/07/2012



    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -