New Post!
Elegi Bocah di Jantung Kota
By: Arif Agus Bege'h
Rintihan anak yang terbuang di alon-alon kota
Ia menjerit
seakan hidup tak lagi bermakna
malam dingin menghujam sekujur tubuh yang dipaksa renta
dalam renungan ia berbisik:
sengsara hanyalah baka, membawa luka
Lampu-lampu kota berpijar begitu megah
namun tak satu pun sinarnya mampu
menyeka air mata yang tumpah
Ia meringkuk di antara tumpukan sepi dan bising jalanan
menatap dunia yang berlari
meninggalkan dirinya dalam lupakan
Di bawah langit malam yang tak lagi punya rasa iba
tangan kecilnya gemetar
meraba dada yang sarat kecewa
besok pagi kota ini akan kembali
terjaga dan tertawa tanpa pernah peduli
pada jiwa yang perlahan mati di sudutnya
Masamba Sul-Sel, 23/05/2026
AAB - Elegi Bocah di Jantung Kota
0BIODATA PENULIS
0
AAB - Gita Palagan Sejati
0
Perjuangan terbaik adalah perjuangan yang dilakukan dalam sunyi. Ketika fokusmu adalah memberi yang terbaik untuk orang yang kamu sayangi atau demi impian yang suci, kamu tidak akan lagi peduli pada validasi dunia. Biarlah lelahmu menjadi rahasiamu dengan semesta, dan biarlah hasil serta kebahagiaan mereka yang kamu perjuangkan menjadi jawaban paling lantang atas semua air mata yang pernah jatuh.
Teruslah melangkah, bukan untuk dilihat dunia, tapi agar kamu bisa melihat dunia dengan lebih lapang."
Pembuktian Sunyi
By: Arif Agus Bege'h
Apakah aku perlu menunjukkan kepadamu baris-baris halaman yang kubaca
untuk membuktikan bahwa aku pernah dan masih terus belajar?
Menghafal teori
meraba ketidaktahuan
dan meluaskan sudut pandang
demi menyamakan langkah dengan duniaku yang terus berputar
Apakah aku perlu memamerkan peluh
dan memar di badanku
menelanjangi setiap lelah yang kupeluk sendiri di sepertiga malam
hanya untuk membuktikan bahwa aku pernah dan masih terus berjuang?
Membanting tulang
memeras pikiran
menolak menyerah pada keadaan yang seringkali mencekik leher
Apakah aku harus menunjuk dengan jari gemetar ke ufuk timur
menjabarkan peta
dan menunjukkan arah kepadamu
hanya untuk membuktikan bahwa tujuanku adalah cahaya?
Sebuah titik terang di mana kita tidak lagi tersesat dalam gulita keraguan.
Dan...
apakah aku perlu menggelar semua hasil yang kuraih hari ini
pencapaian
materi
atau validasi dunia
hanya untuk membuktikan bahwa bagiku
kau begitu berharga?
Sebab kenyatannya
seluruh bising pembuktian itu tidak ada apa-apanya
dibanding apa yang terjadi di dalam dada
Semua proses ini berjalan dalam sunyi yang gigih
aku bergerak bukan untuk tepuk tangan
melainkan untuk sebuah masa depan yang kita tuju bersama
Aku terlalu fokus menatap ke depan
terlalu gigih menggenggam harapan
hingga aku lupa pada rasa luka yang pernah singgah
Aku lupa pada asinnya air mata yang pernah membasahi pipi
Sebab bagiku
lelah dan luka hanyalah harga murah yang dengan sukarela kubayar
asal pada akhirnya
kau menemukan tempat terbaik untuk bersandar
Aku tidak butuh panggung pembuktian di matamu
karena semesta dan waktu tahu persis
untuk siapa seluruh hidup ini kupertaruhkan
Masamba, 08/05/2026
AAB - Pembuktian Sunyi
0
Kesetiaan adalah sabar tingkat langit
luas menampung badai
diam memeluk retak bumi
Ia tak meminta balasan
pada musim yang silih berganti
hanya betah
di keabadian yang tak pernah beranjak
meski sunyi kian mencekik
meski jarak kian menepi
Karena setia bukanlah tentang memilih bertahan
tetapi tentang meniadakan alasan untuk berpaling
AAB - Sabda Langit
0By: AAB
Langkah kaki di jalan basah
membawa hati yang patah
hujan turun tanpa bicara
seperti aku kehilangan arah
Di perjalanan ini
air mata menemani
hujan jatuh di wajahku
menyembunyikan rinduku
kau pergi tinggalkan luka
aku pulang bawa duka
dan di setiap deras hujan
namamu jadi tujuan
jalan panjang masih ada
meski hati penuh luka
biar hujan hapus jejakmu
air mata mengantar restuku





