AAB - Langit Tidak Pernah Ikut Berdebat



Langit Tidak Pernah Ikut Berdebat

By: Arif Agus B



Pagi belum usai

namun manusia

telah lebih dulu menyalakan api perdebatan

ayat-ayat berpindah

dari dada ke ujung jari

setiap huruf dipanggil

ke ruang perselisihan


Setiap tafsir

diminta memilih barisan

lalu agama diperlakukan

seolah hanya sebuah arena

untuk menentukan

siapa yang paling benar

di hadapan manusia

padahal langit tetap membentang

tanpa ikut mengangkat suara


Matahari terbit untuk siapapun

untuk yang dipuji dan dicela

untuk yang menang dan kalah

untuk yang pintar dan bodoh

untuk yang kaya dan miskin

untuk yang hidup dan mati

tak pernah sekali pun

cahayanya bertanya

"kamu dari golongan mana?"

"kami dari geng mana?"

"kultivasimu level berapa?"


Di sebuah rumah sederhana

seorang ibu

mengangkat kedua telapak tangan.

tak ada pengeras suara

tak ada kamera

tak ada kalimat

yang disusun dengan indah

hanya nama anaknya yang berulang kali

ia titipkan kepada Allah


Barangkali doa seperti itulah

yang diam-diam mengubah takdir

di jalan sempit

seorang lelaki tua memungut pecahan kaca

bukan karena itu pekerjaannya

ia hanya khawatir

ada kaki kecil yang terluka


Tidak seorang pun mengabadikan peristiwa itu

namun bukankah Allah

tidak pernah memerlukan saksi

untuk menghitung sebuah kebaikan?


Di pasar

seorang pedagang mengembalikan uang yang bukan haknya

di masjid

seorang pemuda memilih saf belakang

bukan karena terlambat

melainkan karena enggan dikenal

di sebuah gang

seorang tetangga mengetuk pintu

membawa semangkuk makanan

tanpa menunggu ucapan terima kasih

mungkin amal sholeh memang tidak pandai mencari sorotan

ia lebih senang tumbuh dalam sunyi


Ironisnya

kita sering menghafal

begitu banyak dalil

tetapi lupa bahwa senyum

kejujuran

amanah

kesabaran

dan kasih sayang

juga memiliki bahasa yang dicintai Allah


Betapa mudahnya lisan membela agama

betapa sulitnya akhlak

membuktikan bahwa agama

benar-benar telah bersemayam dalam jiwa

barangkali

iman bukan sekadar seberapa banyak yang dapat dijelaskan

melainkan seberapa jauh

ia sanggup mengubah cara seseorang memperlakukan

makhluk Allah


Karena ilmu yang tidak

melahirkan kerendahan hati

sering kali hanya memperbesar nama pemiliknya

bukan kedekatan dengan Tuhan-nya


Bukankah Rasulullah ﷺ

tidak dikenang karena memenangkan setiap percakapan

melainkan karena akhlaknya

membuat manusia jatuh cinta kepada Islam!

maka, jika suatu hari nanti

engkau harus memilih

jadilah orang

yang diam-diam dirindukan langit

meski namamu tak pernah dibicarakan manusia


Sebab

pada hari ketika seluruh suara

berhenti

tak ada lagi yang dapat menolong kita

selain rahmat Allah

amal yang ikhlas

serta hati yang pulang

dengan penuh ketundukan



Masamba Sul-Sel, 19/07/2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar