Archive for Juni 2026



  • "Kebaikan yang paling murni adalah kebaikan yang tidak pernah tahu bahwa dirinya sedang berbuat baik."

    Di Balik Jeda Hujan
    By: Arif Agus Bege'h


    Kebaikan bukan tentang menanam papan nama di dada
    ia serupa benih yang jatuh ke tanah tanpa suara
    tersembunyi
    memeluk bumi
    menanti waktu untuk bertumbuh
    tumbuh menjadi teduh yang tak pernah meminta balasan angkuh

    Kita adalah perjalanan yang seringkali salah arah
    terburu-buru menuntut tepuk tangan
    atas lelah yang parah
    padahal
    tangan yang memberi tak perlu mata untuk melihat
    cukup hati yang tahu bahwa ia telah menjadi rahmat

    Lihatlah hujan yang jatuh tanpa pernah bertanya
    siapa yang butuh haus
    siapa yang butuh dahaga
    ia membasahi hutan dan jalanan dengan takaran yang sama
    memberi kehidupan tanpa meninggalkan sepatah kata pun untuk dipuja

    Maka jika airmata harus jatuh di sela-sela pengabdian
    biarkan ia menjadi saksi atas tulusnya sebuah ketetapan
    bukan untuk dikabarkan pada dunia yang sibuk menghakimi
    tapi untuk membasuh ego yang kadung berkarat di dalam diri

    Biarlah tangan kiri tak perlu tahu apa yang diberikan tangan kanan
    sebab kemuliaan sejati selalu bersembunyi dalam diam
    tak perlu riuh
    tak perlu pamrih
    tak perlu pengakuan
    sebab kebaikan yang tulus biarkan Tuhan saja yang menyimpan dalam ingatan


    Masamba Sul-Sel, 13/06/2026

    AAB - Di Balik Jeda Hujan

    0
  •  



    "Jangan pernah malu dengan retakan pada jiwamu; retakan itulah yang membuat cahaya akhirnya bisa memantul keluar untuk dilihat dunia."

    Belantara Retak
    By: Arif Agus Bege'h


    Suasana telah menjadi hitam
    berjalanlah melalui lorong belakang
    dan jiwa-jiwa tidak akan tahu
    apa yang telah kita simpan dalam bimbang

    Mereka masih sibuk membicarakan pekat
    dan di antara kita telah saling memahami
    tak perlu risau oleh waktu yang mencelat
    sebab cerita tetap akan sampai meski di dalam sunyi

    Namun lihatlah
    lampu sorot kini menyala
    membongkar habis topeng yang kita bawa
    kita bukan lagi pemenang yang bersembunyi dalam ragu
    sebab kebenaran adalah gema yang paling lantang
    ia tak lagi butuh bayang
    ia ingin berdiri telanjang

    Lusa dan belasan perjalanan waktu kemudian
    yang semula terlihat akhirnya menjadi belantara
    tempat di mana setiap cela yang merayap
    kini memantul menjadi retakan yang merdeka

    Cepat
    segera
    saatnya
    semua akan terbaca dengan sendirinya


    Masamba Sul-Sel, 12/06/2026


    AAB - Belantara Retak

    0

  • "Berhentilah menganggap hidup adalah roda yang berputar dengan sendirinya, sebab nasib bukanlah mekanisme otomatis yang bekerja tanpa bahan bakar. Tuhan telah memberikan mesin berupa akal, tenaga, dan kehendak. Jika roda kehidupanmu tak kunjung berputar, jangan tanyakan mengapa Tuhan tidak adil, tetapi tanyakan seberapa besar daya dan upaya yang telah kau curahkan untuk menggerakkannya."

    Roda Menolak Diam
    By: Arif Agus Bege'h


    Bukan sekadar lingkaran besi yang pasrah pada nasib
    bukan pula poros yang menunggu takdir memanggilnya naik ke langit
    roda adalah janji
    adalah jejak yang mesti dipahat di atas tanah
    sebab tanpa daya yang membakar
    ia hanyalah rongsokan yang terlelap dalam lelah

    Kita sering berbisik pada angin
    mengeluh tentang posisi yang di bawah
    menuding semesta
    menunjuk Tuhan seolah dialah yang membelenggu langkah
    padahal, di tanganmu ada api
    di kakimu ada otot dan nyali
    mengapa kau biarkan roda itu membeku
    hanya menjadi saksi mimpi yang mati?

    Roda kehidupan tidak berputar oleh waktu yang sekadar berlalu
    ia berputar oleh tetes keringat
    oleh tekad yang tak kenal buntu
    setiap engsel yang berderit adalah suara dari upaya yang kau kerahkan
    setiap tanjakan adalah ruang bagi kekuatanmu untuk dibuktikan

    Jangan kau gadai kegagalanmu dengan menyalahkan ketetapan-Nya
    sebab Tuhan telah memberi mesin berupa akal dan jiwa yang merdeka
    jika roda itu terhenti
    jangan cari alasan pada langit yang diam
    periksalah kembali daya di tanganmu
    sebelum kau karam dalam kelam

    Jadilah nahkoda bagi poros hidupmu sendiri
    tarik napas
    gerakkan roda itu
    raih tujuan yang menanti
    sebab nasib bukanlah surat yang datang dari langit tanpa nama
    ia adalah lukisan yang kau coretkan dengan daya upaya dan doa yang terjaga


    Masamba Sul-Sel, 08/06/2026

    AAB - Roda Menolak Diam

    0


  • "Terkadang, langkah terbaik bukanlah berlari mengejar keinginan, melainkan berhenti sejenak untuk membiarkan keikhlasan menjemput impian yang tak pernah kita sangka."

    Isyarat Di Balik Hujan
    By: Arif Agus Bege'h


    Bukan perintang
    hujan pagi ini turun menyapa
    membasuh debu pundak mendinginkan lelah jiwa di Masamba

    Di meja ini
    "Takaran Sabar" menjadi saksi
    bahwa menepi sejenak bukanlah akhir dari ambisi

    Di balik kabut dingin yang menyapa
    harapan yang lembut datang menjemput sapa

    Tak perlu lagi mengejar dengan paksa
    cukup ikhlas
    hingga ia pulang ke sukma


    Masamba Sul-Sel, 05/06/2026

    AAB - Isyarat Di Balik Hujan

    0


  • Salah Menilai Langit
    By: Arif Agus Bege'h


    Salah dalam menilai makna langit
    kau kira ia hanyalah bentangan biru yang manja
    tempat sunyi bersembunyi di balik megahnya
    tempat pasrah bagi jiwa-jiwa yang menyerah
    tidak, kau keliru, kau sama sekali buta

    Langit adalah altar paling jujur
    ia tak pernah tunduk pada takdir yang memudar
    jika mendung datang
    ia tak sudi mundur
    jika amarah memuncak
    ia runtuhkan petir mendampar
    ia tidak meminta izin pada bumi untuk bergemuruh
    ia tidak mengemis pada waktu untuk meruntuhkan angkuh

    Lihatlah ke atas
    ia tak pernah menahan jatuhnya hujan
    ia tak pernah menyembunyikan badai di balik awan
    sebab langit tahu kapan harus menggelegar
    dan merobek kesunyian yang berpura-pura sabar

    Di sana, di balik jubah hitam mega-mega
    ada perang yang berkecamuk tanpa suara
    ada tangis yang menjelma menjadi air mata badai
    dan luka yang dipaksa sembuh sebelum tercerai
    maka jangan kau dikte cakrawala dengan kelemahanmu
    jangan kau ukur luasnya dengan ketakutanmu

    Sebab pada akhirnya...
    langit akan tetap berdiri
    kokoh dan menyala
    merajut mendung
    memeluk petir
    membasuh lara

    Dan kita hanyalah debu...
    yang terkesiap melihatnya berkuasa


    Masamba Sul-Sel, 04/06/2026


    AAB - Salah Menilai Langit

    0


  • Takkan Pernah Pulang
    By: Arif Agus Bege'h


    Keyakinan adalah pasak bumi,
    menancap kokoh di kedalaman hati.
    Tak goyah dihantam badai,
    tak runtuh digoda ragu yang mengintai.

    Tujuan di depan adalah kepastian,
    bukan sekadar mimpi yang melayang.

    Satu langkah, satu keyakinan,
    perjuangan ini takkan pernah pulang.


    Masamba Sul-Sel, 04/06/2026

    AAB - Takkan Pernah Pulang

    0


  • Pelita Di Tengah Belantara
    By: Arif Agus Bege'h


    Di rimba ilmu yang tak bertepi
    langkah terhenti
    tersesat sepi
    akal mengembara mencari jawab
    namun buntu menemui gelap

    Mursyid datang membawa pelita
    menuntun jiwa yang hampir buta
    mengurai kusut
    menepis ragu
    membimbing pulang ke jalan yang tuju


    Masamba Sul-Sel, 03/06/2026

    AAB - Pelita Di Tengah Belantara

    0
  •  


    Sejuk Di Antara Gersang
    By: Arif Agus Bege'h


    Di batas langit yang berarak kelabu
    Ia turun tanpa sepatah ragu
    tak ada protes pada putaran waktu
    saat takdir membawa rintik menyentuh debu

    Ia hadir di kala bumi tak menduga
    menghapus duka
    membasuh lara yang lama
    sebuah berkah yang mengalir bersahaja
    menjadi saksi tentang arti sebuah setia

    O... Hujan di bulan Juni yang sunyi
    mengajarkan tabah dalam sepi yang mulia
    membawa sejuk di antara gersang dunia
    meski hadirmu tak pernah diduga

    Dalam sunyi yang mulia
    hujan pun mereda


    Masamba Sul-Sel, 02/06/2026

    AAB - Sejuk Di Antara Gersang

    0
  •  


    Mata Angin Persatuan
    By: Arif Agus Bege'h


    PANCASILA ADALAH CERMIN EGO YANG MELUNAK!
    Sebuah ruang tempat kepala-kepala batu menunduk takzim
    tempat amarah dan keserakahan diredam oleh rasa yang rukun
    Ia mengingatkan kita bahwa di Indonesia
    'AKU' baru akan bermakna jika ia meluhur menjadi 'KITA'!

    Sebab apalah arti sebatang lidi tanpa ikatan?
    apalah arti sekerat batu tanpa fondasi bangunan?
    di tanah ini
    kemegahan diri adalah kesia-siaan
    jika saudaramu masih merangkak dalam ketertinggalan

    PANCASILA ADALAH KOMPAS!
    Penunjuk arah ketika peta dunia mulai buram dan bias
    pemberi sauh ketika ombak modernitas menghantam cadas
    agar bangsa ini TIDAK kehilangan arah di tengah badai zaman!
    menolak karam
    menolak tunduk pada perpecahan

    Mari rapatkan barisan luruskan pandangan
    memastikan kita TETAP BERJALAN BERIRINGAN
    bukan sebagai asing yang saling mengancam
    melainkan dengan hati yang damai
    dan harmoni yang TERJAGA!


    Masamba Sul-Sel, 01/06/2026

    AAB - Mata Angin Persatuan

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -