"Berhentilah menganggap hidup adalah roda yang berputar dengan sendirinya, sebab nasib bukanlah mekanisme otomatis yang bekerja tanpa bahan bakar. Tuhan telah memberikan mesin berupa akal, tenaga, dan kehendak. Jika roda kehidupanmu tak kunjung berputar, jangan tanyakan mengapa Tuhan tidak adil, tetapi tanyakan seberapa besar daya dan upaya yang telah kau curahkan untuk menggerakkannya."
Roda Menolak Diam
By: Arif Agus Bege'h
Bukan sekadar lingkaran besi yang pasrah pada nasib
bukan pula poros yang menunggu takdir memanggilnya naik ke langit
roda adalah janji
adalah jejak yang mesti dipahat di atas tanah
sebab tanpa daya yang membakar
ia hanyalah rongsokan yang terlelap dalam lelah
Kita sering berbisik pada angin
mengeluh tentang posisi yang di bawah
menuding semesta
menunjuk Tuhan seolah dialah yang membelenggu langkah
padahal, di tanganmu ada api
di kakimu ada otot dan nyali
mengapa kau biarkan roda itu membeku
hanya menjadi saksi mimpi yang mati?
Roda kehidupan tidak berputar oleh waktu yang sekadar berlalu
ia berputar oleh tetes keringat
oleh tekad yang tak kenal buntu
setiap engsel yang berderit adalah suara dari upaya yang kau kerahkan
setiap tanjakan adalah ruang bagi kekuatanmu untuk dibuktikan
Jangan kau gadai kegagalanmu dengan menyalahkan ketetapan-Nya
sebab Tuhan telah memberi mesin berupa akal dan jiwa yang merdeka
jika roda itu terhenti
jangan cari alasan pada langit yang diam
periksalah kembali daya di tanganmu
sebelum kau karam dalam kelam
Jadilah nahkoda bagi poros hidupmu sendiri
tarik napas
gerakkan roda itu
raih tujuan yang menanti
sebab nasib bukanlah surat yang datang dari langit tanpa nama
ia adalah lukisan yang kau coretkan dengan daya upaya dan doa yang terjaga
Masamba Sul-Sel, 08/06/2026
