Archive for 2016
"Sumpah Pemuda bukanlah rantai yang mengikat leher, melainkan api yang harus terus dijaga agar tidak padam oleh apatisme zaman."
Sumpah Kita
By: Arif Agus Bege'h
Apakah kau tau apa itu sumpah?
bukan, bukan sekadar kata yang jatuh di atas tanah
bukan pula deretan huruf yang disusun rapi
lalu dibiarkan mati di ruang-ruang sunyi
Apakah kau tau apa itu pemuda?
bukan, bukan hanya tentang usia yang masih muda
bukan tentang tenaga yang meluap di dada
tapi tentang nyala api yang menjaga bangsa
Apakah kau pernah bersumpah?
dengan darah
dengan keringat
dengan langkah
di atas janji yang kau ikat sendiri
sebelum waktu mengikisnya hari demi hari
Apakah kau seorang pemuda?
jika jiwa hanyalah cermin yang retak
mengikuti arus tanpa pernah berteriak
dan membiarkan makna hanyut di telan masa
Apakah kau tau apa itu Sumpah Pemuda?
bukan sekadar sejarah yang kau hafal di sekolah
bukan pula seremoni yang megah namun lemah
Sumpah Pemuda itu adalah salah satu pemaksaan ikrar
yang memaksa kita untuk sadar
bahwa di atas perbedaan yang menjauhkan
ada satu janji yang harus kita tumpahkan
satu tanah air
satu bangsa
satu bahasa
Namun kini
apakah ikrar itu masih hidup
atau hanya menjadi fosil yang masih terus kita peluk?
Makassar, 28/10/2016
AAB - Sumpah Kita
0Memilih Sepi Bersamamu
By: Arif Agus Bege'h
Aku memilihmu!
Bukan karena aku bosan disebut sebagai sunyi yang mencari ketenangan!
Bukan pula karena aku sepi yang meratap tanpa teman!
Tidak!
Aku berdiri di sini,
Bukan untuk berlari dari bayang-bayang,
Bukan untuk mengemis penawar sepi yang datang.
Aku adalah sunyi itu sendiri!
Dan aku tidak pernah takut pada hening yang abadi!
Namun hari ini, dengarkan!
Aku memilihmu,
Karena aku ingin menjalani sunyi dan sepi ini—
Bersamamu!
Dua jiwa yang saling menggenapi dalam keheningan yang megah!
Kita adalah orang-orang yang telah dipilih!
Oleh garis takdir,
Oleh jalan cerita yang telah lama menanti,
Yang telah lama mengalir,
Untuk segera dikisahkan kepada dunia!
Maka biarkan sepi ini menjadi gemuruh!
Biarkan sunyi ini menjadi saksi yang kukuh!
Aku dan kamu,
Menantang takdir, menuliskan kisah kita sendiri
Makassar Sul-Sel, 01/01/2016.

