Archive for Maret 2023
Jangan pernah melarang airmata seorang anak yang merindu, karena duka yang dipendam adalah badai yang siap meruntuhkan batin. Inilah sebuah pengingat tentang cara merayakan rindu melalui luka yang paling jujur.
Tsunami Sunyi
By: Arif Agus Bege'h
Jangan bendung airmata anak yang merindukan ibunya
duka yang dipasung adalah badai yang mengerami dada
siap menjelma tsunami meruntuhkan seluruh tenang
Biarkan ia luruh menjadi sungai yang paling jujur
sebab tangis adalah bahasa purba seorang anak
cara sunyi melipat jarak menuju pelukan yang tiada
Menangislah
biarkan ia jadi hujan di tanah perjalanan
mendinginkan bara rindu sebelum membakar habis sabar
membasuh luka hingga jinak menjadi keikhlasan
Mamuju Sul-Bar, 09/03/2023
AAB - Tsunami Sunyi
0Di Balik Perjalanan
By: Arif Agus Bege'h
Aku bukan guru yang merangkai diksi
aku adalah luka dan air mata yang terus berjalan
menikmati hidup di sela rindu dan cinta
menemukan Tuhan pada tiap ciptaan
sebagai bentuk penghambaan paling dalam
Jika kau terdampar di ujung harapan yang karam
jangan mencari sandaran pada sesama
sebab mereka pun sama-sama sedang terluka
temuilah Sang Pencipta di sepertiga malam
saat sunyi menjadi jembatan paling karib
Bicaralah pada-Nya lewat monolog doa
tumpahkan keluh tanpa sisa penyesalan
sebab manusia tak perlu tahu segala lukamu
cukup jadikan puisi sebagai satu-satunya wadah
tempat segala perihmu menetap dan bernapas
Tak perlu menuntut jawaban atas takdir
cukup mintalah kekuatan untuk tetap tegak
meski badai dunia terus mencoba mematahkan
biarkan Dia memeluk jiwamu yang koyak
hingga isakmu berubah menjadi syukur
Sebab di sini aku pun sedang belajar
menjadikan air mata sebagai tinta abadi
menikmati kepedihan sebagai perjalanan
menuju rumah terakhir di mana segala lelah
akhirnya melebur dalam sujud yang pasrah
Mamuju Sul-Bar, 03/03/2023
