Archive for Juli 2012



  • Hom Pim Pa

    By: Arif Agus Bege'h



    hom pim pa...

    mari kita kocok ulang takdir ini sayang

    sampai jemari kita menunjuk arah yang tak lagi sama

    teruslah mengulang gamang ini

    hingga kita benar-benar paham arti berbeda


    Sebab ini bukan panggung penghakiman

    bukan tempat mengadili siapa yang keliru

    atau siapa yang paling suci

    jika ujung dari segala riuh ini hanyalah menang dan kalah

    lalu untuk apa ada perjalanan

    hujan

    dan airmata yang merawat ingatan kita?


    Andai dadaku menjelma batu yang keras

    aku rela kautakklukkan sebagai kertas yang membungkus ego

    jika esok aku melunak menjadi lembaran kertas

    menjadilah gunting yang siap mengukir luka keheningan

    dan bila nanti hatiku meruncing sebilah gunting

    menetaplah sebagai batu agar kau tak hancur oleh tajamku


    Mari mencari keteguhan di celah ketidaksempurnaan

    pada sepasang mata yang tak lagi searah

    pada satu nyawa

    atau pada jiwa-jiwa asing yang terasing

    karena siapa pun bisa memulai permainan ini

    namun tak ada satu pun manusia yang ingin serupa dalam pencarian


    hom pim pa...

    pertemuan

    pengulangan

    lalu pelepasan

    kita memang tak sama

    maka, lapangkanlah dada



    Pinrang Sul-Sel, 26/07/2012



    AAB - Hom Pim Pa

    0

  • ​"Mimpi yang terbuang mungkin takkan pernah kembali, ia larut bersama rintik hujan yang menghapus sepi. Namun ingatlah, setiap airmata yang jatuh adalah saksi abadi bahwa kita pernah berjuang dengan seluruh hati."

    Mimpi Terbuang

    By: Arif Agus Bege'h

    AAB - Mimpi Terbuang

    0
  • "Jangan biarkan kenangan menjadi tuan yang menyeret langkahmu. Jadilah pemburu kenyataan, meski harus melewati perjalanan hujan dan airmata."


    Saat Mengejar Harapan
    By: Arif Agus Bege'h


    Selama mentari masih menatap
    kita adalah tuan dari kenangan
    namun jika ia menyeretmu pergi
    kau hanyalah bayang-bayang kosong
    dalam perjalanan hujan dan airmata

    sebab saat mentari menjadi harapan
    kita adalah pemburu yang menelan kenyataan
    jangan menjadi pengecut yang lari
    hingga harapan menjelma aral melintang

    Bacalah kenangan
    tembusilah kenyataan
    sebab di sana
    harapan menanti untuk dikejar



    Bulukumba Sul-Sel, 05/07/2012

    AAB - Saat Mengejar Harapan

    0


  • "Ada kalanya rindu paling jujur adalah rindu yang harus kita telan sendiri, demi menjaga sisa harga diri yang masih kita miliki. Jangan biarkan rindumu jatuh di tempat yang salah. Jika ia tak dihargai, simpanlah kembali dalam diammu. Lebih baik tersedak rindu sendiri daripada terhina karena mengharap pada hati yang tak lagi peduli."


    Rindu Terhina

    By: Arif Agus Bege'h


    Telan saja kembali rindumu
    sebelum engkau tersungkur
    terhina karenanya

    Jika kau biarkan rindu itu meluap tanpa arah
    atau terpaksa kau lepaskan karena tak lagi tertahan
    yakinlah
    ia hanya akan membentur ruang kosong
    atau sekadar menyentuh bagian terluar dari tubuh yang kau puja

    Gleg...
    Rindu yang terhina memang pahit
    namun ia harus sanggup kau telan sendiri
    dalam sunyi.


    Rawamangun Luwu Utara,
    30/06/2012

    AAB - Rindu Terhina

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -