Mengalir Tanpa Ikatan

 

Mengalir Tanpa Ikatan

By: Arif Agus Bege'h



Mencintai bukan tentang menyusun pasal-pasal

bukan pula perkara menandatangani lembar demi lembar janji

sebab saat jemari sibuk mengunci kepastian di atas kertas

kita sebenarnya sedang meragukan hati sendiri

membingkai rasa dalam ketakutan akan hari esok


Cinta adalah poros purba yang memutar roda waktu

menjadikan rentang tahun yang panjang terasa sekejap saja

ia adalah energi yang menghidupkan sekaligus merenggut

kekuatan alami yang tak butuh belas kasihan

apalagi sekadar sandiwara iba untuk melegitimasi ikatan


Katakan pada mereka yang mengira janji adalah segalanya

bahwa garis keturunan dan pengulangan generasi

tak pernah menjamin rasa akan menetap di tempat yang sama.

Ikrar sering kali menjelma menjadi berhala baru

pemanis bibir yang rapuh saat badai kehidupan mulai menyapa


Jika hidupmu kau serahkan pada kekakuan sebuah syarat

maka bersiaplah mendapati nurani yang terus menghakimi

waktu akan berjalan lambat dalam lingkaran keluh kesah

melelahkan jiwa tanpa pernah menghasilkan peluh yang berarti

lumpuh ditelan komitmen yang lahir dari keterpaksaan


Maka biarkan langkah ini melaju bebas tanpa jaminan

terus berjuang memelihara rasa tanpa beban ekspektasi

kita tidak perlu mengikat esok dengan sumpah yang berat

sebab esok adalah misteri yang bergerak liar

dan kita hanyalah pengembara yang meniti takdir


Kesepakatan yang sejati antara jiwa dan semesta

hanya terjadi sekali dalam keheningan yang paling sunyi

itu bukan kewenangan jemari kita untuk merumuskannya

bukan pula wilayah kuasa manusia untuk memaksakan kehendak

atas nama kesetiaan yang digelorakan


Sebab ketika cinta kau paksa tunduk dalam sebuah kontrak

saat itu pula ia kehilangan sayapnya untuk terbang

kenikmatan mencintai akan menguap begitu saja

menyisakan sebuah sangkar emas yang megah

namun kehilangan nyanyian burung di dalamnya



Mamuju Sul-Bar, 04/04/2022