Archive for 2013


  • Renjana Di Pelupuk Mata
    By: Arif Agus Bege'h


    Di bawah langit yang senyap
    waktu membeku dalam dekap
    setiap detik adalah kenangan
    hujan abadi di pelupuk mata

    Angin berbisik pada dahan yang luruh
    membawa pesan yang tak sempat tersampaikan
    tentang jejak kaki yang terkikis debu
    dan suara-suara yang kini menjadi bisu

    Kita adalah dua baris sajak yang tak selesai
    tergantung di antara fajar dan senja yang usai
    mencoba mengeja arti dari sebuah kehilangan
    di tengah keramaian yang terasa sunyi

    Biarlah rindu ini tetap tinggal
    menjadi prasasti di dinding hati yang kekal
    sebab meski raga tak lagi searah
    mamamu tetap menjadi doa yang paling indah

    Waktu membeku dalam dekap
    di bawah langit yang tetap senyap



    Makassar,  22/09/2013

    Temukan puisi ini di Youtube Judul Renjana Di Pelupuk Mata


    AAB - Renjana Di Pelupuk Mata

    0


  • "Cinta yang paling tinggi sering kali menyamar dalam bentuk kerendahan hati. Terkadang, seseorang rela dianggap kalah atau bodoh, hanya agar orang yang dicintainya tidak perlu menanggung beban perasaan yang lebih berat."

    Elegi Sang Pelindung Sunyi
    By: Arif Agus Bege'h


    Telah kukirimkan air mata melalui celah sempit di dadaku
    saat hati yang kaku ini hanya mampu mengeja tanda-tanda kesedihan
    sementara bahagia telah lebih dulu menjemput perih di palung jiwaku

    Lihatlah langit itu, sayang
    ia tetap benderang, secerah ketulusan yang kupunya
    hanya saja
    engkau belum mampu mengusir kabut di jiwamu sendiri
    hingga badai keraguan datang silih berganti menghantammu

    Akulah lelaki hujan
    yang turun untuk mengguyur jiwa yang lelah melewati ujian
    akulah air matamu
    yang jatuh untuk membasuh derita di atas sisa bahagia
    agar engkau paham cara menyambut tragedi cinta dengan tabah
    meski di matamu
    aku hanyalah lelaki tercela
    seorang pecundang yang berdiri di atas apa yang kau sebut kebodohanmu

    Mungkin kelak
    saat kesadaran itu menyapa
    aku tak ingin engkau terjebak dalam penyesalan yang sia-sia.
    sebab bunga yang pernah kau tanam akan tetap abadi di sini
    di dalam hatiku
    ia takkan pernah berubah warna
    pun takkan hilang aromanya

    Maafkan lelaki pecundang ini
    yang dengan egonya
    selalu membiarkanmu merasa bodoh karena cinta


    Masamba Sul-Sel, 04/08/2013

    AAB - Elegi Sang Pelindung Sunyi

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -