Archive for September 2023



  • "Seringkali kita merasa bahwa setiap langkah yang kita ambil adalah milik kita sendiri. Namun, dalam hening yang panjang, saya menyadari bahwa jejak-jejak di depan kita bukanlah sekadar milik orang lain, melainkan guru yang membimbing agar kita tak jatuh di lubang yang sama. Berikut adalah puisi tentang perjalanan, kerendahan hati, dan cermin dari langkah-langkah yang telah lalu."


    Cermin Di Jalan Setapak
    By: Arif Agus Bege'h


    Kita musafir yang tergesa mengejar fajar
    lupa bahwa debu yang kita injak
    adalah sisa perjalanan hujan dan airmata
    milik mereka yang lelah sebelum sampai

    Sesekali, langkah haruslah terhenti
    membaca sunyi pada kaki yang pincang
    menjadikan retakan di jalan orang lain
    sebagai peta agar kita tak tersesat
    sebab kesalahan adalah guru yang bisu
    ia berdiri di tikungan yang paling tak terduga
    menunggu kita mengulang langkah yang sama
    di atas jalan yang tampak rata namun rapuh

    Kerendahan hati adalah cara kita menatap
    menjadikan jejak mereka cermin yang jujur
    bahwa setiap luka yang telah mereka kecap
    adalah kompas bagi jiwa yang masih gamang

    Kini, berkacalah tanpa merasa lebih tinggi
    karena pada akhirnya
    kita hanya sedang pulang
    belajar dari luka yang telah usai
    agar tak perlu kita rengkuh kembali


    Mamuju Sul-Bar, 22/09/2023

    AAB - Cermin Di Jalan Setapak

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -