Archive for November 2023




  • "Di tengah arus zaman yang menderu, tradisi bukan sekadar masa lalu, melainkan kompas bagi perjalanan kita. Puisi-puisi ini adalah napas yang menjaga agar akar bangsa tidak hanyut ditelan waktu."


    Menjaga Akar Di Tanah Zaman
    By: Arif Agus Bege'h


    Perjalanan panjang telah menempuh usia
    menyusuri zaman yang terus berubah rupa
    kita tidak menolak laju mesin dan baja
    namun bukan berarti melupakan jati diri yang terjaga

    Hujan turun membasuh debu-debu modernitas
    mengingatkan kita pada tanah yang punya identitas
    tradisi adalah tepian agar sungai tak meluap liar
    tempat akar berpijak agar jiwa tak pernah gusar

    Seringkali airmata jatuh melihat tatanan luntur
    tergerus ego yang angkuh dan kemajuan yang tak terukur
    namun kita masih di sini menenun benang yang tersisa
    menyimpan narasi leluhur di dalam dada yang setia

    Perubahan itu niscaya
    namun jangan sampai hanyut
    jika identitas hilang
    kita hanya akan menjadi pengembara kalut
    mencari rumah di tengah megahnya beton yang dingin
    kehilangan arah meski telah sampai ke puncak ingin

    Maka biarlah perjalanan ini menjadi bukti nyata
    bahwa inovasi dan warisan bisa berjalan seirama
    hujan dan waktu akan menguji seberapa kuat kita bertahan
    menjaga api tradisi tetap menyala di tengah kegelisahan

    Jangan biarkan airmata penyesalan menjadi penutup kisah
    karena membiarkan tradisi musnah adalah kekalahan yang parah
    jadilah perisai bagi bangsa yang tetap memegang teguh martabat
    agar anak cucu masih mengenali wajah negerinya yang keramat

    Kita adalah penjaga yang menolak untuk lupa
    menjadikan tradisi sebagai kompas di sepanjang masa


    Masamba Sul-Sel, 22/11/2023

    AAB - Menjaga Akar Di Tanah Zaman

    0

  • "Puisi ini adalah pengingat bagi siapa saja yang lupa akan posisinya. Tentang keberanian untuk tahu diri, menjaga batas, dan berhenti menjadi penghalang bagi jalan hidup orang lain. Selamat meresapi."


    Duri Di Jalan Orang

    By: Arif Agus Bege'h



    Keputusan terkunci

    pintu telah tertutup rapat

    tanpa suara kita

    tanpa perlu lagi mufakat

    tahu dirilah, saat diri tak lagi dibutuhkan

    jangan jadi duri yang sengaja menghambat jalan


    Perjalanan punya poros dan tupoksi sendiri

    tak perlu menyisip ego merusak alur yang rapi

    jika akal masih ada

    mestinya kau memahami

    bahwa menghalangi orang adalah nista yang hakiki


    Langit kelabu

    mengundang hujan jatuh ke bumi

    menyapu angkuh yang angkuh dan sisa-sisa benci

    biarkan mereka melaju tanpa hambatan tanganmu

    sebab menjadi manusia adalah tentang tahu malu


    Di ujung sesal

    akhirnya jatuhlah airmata

    tentang etika yang hilang di balik pintu nyata

    menyingkirlah dari jalur yang bukan hakmu

    sebab duri hanyalah sampah di tengah jalan ilmu


    Cukupkan langkah

    kembali pada porsi dirimu

    biarkan mereka tenang mengejar hari yang baru

    karena hidup adalah tentang menjaga tata

    bukan berkuasa dengan cara yang hina semata



    Masamba Sul-Sel, 13/11/2023

    AAB - Duri Di Jalan Orang

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -