Bisa Saja Aku Melukaimu
By: Arif Agus Bege'h
Dulu, namamu adalah angan
kuukir di setiap mimpi
dan di setiap bait puisi
namun hari ini
mengapa tangkai bunga itu masih saja basah
diguyur air mata semalam?
Cintaku mendadak pekat di ujung lidah
meski kucoba mengeja makna paling manis
hanya tersisa rindu bertabur lara
serupa hujan tak diharapkan
lalu menghanyutkan kepastian
Jika harus bersuara, biarkan aku berkata lewat puisi
akulah bait terindah untukmu
di sana, aksaraku bisa saja berbalik melukaimu
meski kenyataannya
kau telah lebih dulu meremukkanku lewat cinta
Untuk cinta
aku pasrah menerima luka
namun untuk puisi
bisa saja aku melukaimu
Makassar, 17/12/2010



