Lentera Di Tengah Gulita
By: Arif Agus Bege'h
Kabut menebal di langkahmu
saat kuperhatikan
ada bimbang yang merayap di sana
akankah kau membagi pekatmu bersamaku
berpaling sejenak dari badai batinmu
garis tatapmu yang kosong
menyisakan ruang yang ingin aku penuhi
Adakah kau izinkan raguku memandu
lalu kau jahit rapat dalam pasrah
sebab aku tak pernah ingin pikiranmu segelap ruang hampa
menanggung sunyi malam sendirian tanpa pelita
yang kumohon hanyalah kerelaan
mengaku kalah apa adanya
Andai binar bintang mampu kupetik
akan kubawa kilaunya ke jemarimu sebagai penunjuk arah
aku mungkin tak bisa menjanjikanmu fajar yang benderang
namun kuyakinkan
nyala setiamu jauh lebih terang dari malam terkelam
Akan kuberikan dadaku yang lapang
tempat kau tumpahkan segala perih dan duka
meski bukan suluh yang sempurna
aku bersedia menjadi sumbu
menjaga pijar tempat kita mencari jalan
demi menemukan keabadian surga di pelukanmu
Tarailu Sul-Bar, 18/01/2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar