Benih Harapan
By: Arif Agus Bege'h
Gugur meluruh di lengkung senyummu
saat kuperhatikan ada kecewa yang mengendap
akankah kau bagi gersangmu bersamaku?
berteduh sejenak dari badai kegagalanmu
Patah mimpi menyisakan ruang rindu yang ingin kutanam
izinkan raguku memupuk sabar yang kau dekap rapat
sebab tak pernah kuingin hatimu menjadi ladang mati
menyimpan duka, tanpa tunas baru
Ah...
badai itu barangkali hanya singgah sebentar
guruhnya sekadar menguji keteguhan tanah batinmu
saat putus asa mencoba merenggutmu
mematahkan asa, merusak rencana
Lelah aku melihatmu meratap sendirian
enggan kubiarkan kau menyerah pada keadaan
mari bersandar di bawah rindang keyakinan
berpayung ketabahan yang takkan runtuh
Semangatmu kini layu, tak bertenaga
namun tekad dan impian di sekujur ragamu
harus bangkit, bagai benih
yang menjebol tanah kering di musim kemarau
Mengapa kau biarkan dirimu tenggelam?
andai gerimis mampu kupanggil
akan kubawa sejuknya ke keningmu, pembasuh luka
aku tak menjanjikan panen yang melimpah
namun ketulusanku, jauh lebih kaya dari tanah terbaik
Kuberikan dadaku yang lapang
tempat kau tumpahkan segala perih
meski bukan kebun yang sempurna, aku bersedia menjadi akar
menjaga batang tempat kita tumbuh kembali
demi memetik buah surga di masa depanmu
Telah kusediakan ruang baru sebelum kau meminta
sebab akulah bumi, akulah ladang subur itu
di dalam dekapanku
gersangmu takkan lagi berbekas
Tarailu Sul-Bar, 18/01/2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar