Hadiah Hati Untukmu
Oleh: Arif Agus Bege'h
Merah merona pipimu
saat kupandang, ada harapan yang berpendar di sana.
Akankah kau mengingatku saat terjaga,
menyambut mentari pagi?
Rambut hitammu terurai, laksana putri mayang.
Adakah kau simpan namaku di kalbumu,
lalu kau abadikan dalam sukma?
Dingin dan beku salju abadi di puncak Papua,
namun aku tak pernah berharap hatimu sedingin itu untukku.
Yang kumau, hanyalah ketulusan,
menerima aku apa adanya.
Andai tetesan embun mampu kutampung,
akan kubawa untukmu sebagai persembahan;
sejuknya cinta yang kutawarkan.
Aku mungkin tak bisa membawamu mendaki Himalaya,
namun aku jamin, rinduku jauh lebih tinggi dari puncaknya.
Akan kuberikan hatiku yang lapang,
untuk kau tebarkan segala rasa dan hasrat.
Meski tak seluas samudra,
akan kutangguk setiap asa,
demi mengayuh kehidupan,
dan menggapai kelenggangan surga di kalbumu.
Tarailu, Sulawesi Barat, 16/01/2010