Rumah Di Balik Badai
By: Arif Agus Bege'h
Senja meredup di matamu
saat kutatap, ada lelah yang tersembunyi di sana
akankah kau membagi bebanmu bersamaku
menepi sejenak dari bising dunia?
garis senyummu getir menyisakan ruang yang rindu kutata
Adakah kau izinkan raguku bertamu
lalu kau kunci rapat dalam percaya
sebab aku tak pernah ingin jiwamu sekeras batu karang
menahan hantaman ombak sendirian tanpa erangan
yang kuminta hanyalah kerelaan
berbagi rapuh apa adanya
Andai hangat perapian mampu kuikat
akan kubawa pijarnya ke dekatmu sebagai selimut malam
aku mungkin tak bisa membangunkankanmu istana yang megah
namun kuyakinkan
dinding sabarku jauh lebih kokoh dari badai terkuat
Akan kuberikan pundakku yang lapang
tempat kau tumpahkan segala tangis dan penat
meski bukan tempat bernaung yang sempurna
aku bersedia menjadi tiang
menopang atap tempat kita berlindung
demi menemukan kedamaian surga di sisimu
Tarailu Sul-Bar, 17/01/2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar