AAB - Memaafkan Semesta

 "Cinta yang melampaui logika adalah saat kau mencintai seseorang sedalam air mata, namun tetap sudi memaafkan semesta jika pada akhirnya takdir menyuruh salah satu dari kalian pulang lebih dulu."

Memaafkan Semesta
By: Arif Agus Bege'h


Mencintai yang melampaui nalar
dimulai saat seluruh hitungan dunia runtuh
ketika rasa tak lagi menuntut kebersamaan yang abadi
namun bersiap bagi ketetapan yang tak terduga.
kita telah berjalan begitu jauh
merajut hari dengan tawa dan juga cemas

Namun di balik setiap pelukan yang erat
ada bisikan sunyi tentang hari esok yang rahasia
ada waktu di mana rasa ini terasa amat berat
setajam luka
sedalam air mata

Mencintaimu berarti merayakan keberadaanmu sekarang
sembari menatap altar perpisahan tanpa rasa benci
jika kelak ketukan sunyi itu datang bertamu
dan takdir menyuruh salah satu dari kita pulang lebih dulu
aku ingin memastikan bahwa dada ini telah lapang
menatap kepergian tanpa menyisakan sesal yang panjang

Aku takkan mengutuk arah angin yang berembus
pun menyalahkan malam yang merampas kehangatan
sebab menerima kehilangan dengan hati yang utuh
adalah puncak tertinggi dari cara menghormatimu

Ketabahan ini adalah janji yang tak tertulis
tetap sudi memaafkan semesta yang sunyi
meski ia memisahkan raga kita sebelum waktunya
dan menyisakan ruang kosong di sisa jalan ini

Kini jalan lurus takdir telah kubuka lebar
antara mencintaimu sedalam air mata yang jatuh
dan kerelaan melepasmu kembali pada pemilik-Nya
semua telah lebur menjadi kedamaian yang purna


Makassar, 25/10/2014