Tulisan ini adalah sisa-sisa dari kejujuran yang sering kali salah dipahami oleh mereka yang hanya melihat permukaan. Di sini, saya tidak menawarkan kesempurnaan, melainkan sebuah rekaman tentang bagaimana tetap berdiri di bawah terik, meminum manisnya perjuangan sendiri, dan belajar berdamai dengan mereka yang pura-pura buta. Selamat menyelami fragmen-fragmen yang mungkin terasa asing, namun sangat nyata bagi jiwa yang pernah terluka.
Manis Yang Terasing
By: Arif Agus Bege'h
Botol berisi peluh
mereka nilai tanpa tahu
padahal di balik teguk
luka menganga membisu
Keluarga palsu berlakon
buta saat aku karam
hanya datang mencari untung
pergi saat aku kelam
Tak butuh pengakuan
biar manis ini milikku
di bawah terik yang kejam
cukup Tuhan dan jiwaku
Masamba Sul-Sel, 20/12/2023