AAB - Sumur Purba

Sumur Purba
By Arif Agus Bege'h


Apakah detakmu menetap di dadaku?
sementara air mataku masih sunyi
menanti sepasang air matamu luruh

Rindumu belum lagi mendaki puncak
tempat di mana sepasang jiwa
mampu melipat jarak

Jika saatnya tiba
kita adalah sepasang sauh
tenggelam dan abadi bersama
di dasar sumur yang takkan pernah keruh


Makassar, 16/06/2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar