AAB - Elegi Bocah di Jantung Kota

 

"Kemegahan sebuah kota tidak diukur dari tingginya gedung-gedung pencakar langit atau gemerlap lampunya, melainkan dari bagaimana kota itu memperlakukan jiwa-jiwa yang paling rapuh di sudut-sudutnya."

Elegi Bocah di Jantung Kota

By: Arif Agus Bege'h



Rintihan anak yang terbuang di alon-alon kota

Ia menjerit

seakan hidup tak lagi bermakna

malam dingin menghujam sekujur tubuh yang dipaksa renta

dalam renungan ia berbisik:

sengsara hanyalah baka, membawa luka


Lampu-lampu kota berpijar begitu megah

namun tak satu pun sinarnya mampu

menyeka air mata yang tumpah

Ia meringkuk di antara tumpukan sepi dan bising jalanan

menatap dunia yang berlari

meninggalkan dirinya dalam lupakan


Di bawah langit malam yang tak lagi punya rasa iba

tangan kecilnya gemetar

meraba dada yang sarat kecewa

besok pagi kota ini akan kembali

terjaga dan tertawa tanpa pernah peduli

pada jiwa yang perlahan mati di sudutnya



Masamba Sul-Sel,  23/05/2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar