• "Seringkali, kekuatan yang paling sulit ditaklukkan bukanlah dunia di luar sana, melainkan gemuruh yang kau ciptakan sendiri di dalam dada."

    Menatap Mata Raksasa
    By: Arif Agus Bege'h


    Di rimba sunyi penuh misteri
    di mana bayang-bayang menari
    sesosok insan kecil menapak
    mencari jati diri di setiap jejak

    Perjalanan jauh telah ditempuh
    melalui onak dan duri yang rapuh
    diiringi gemuruh guntur di kejauhan
    menyisakan lelah dan kepasrahan

    Tiba-tiba
    di hadapan mata
    bangkitlah raksasa tanpa kata
    harimau perkasa dengan tatapan tajam
    matanya bersinar
    biru seperti malam

    Lengan kekar
    cakar yang runcing
    setiap ototnya tampak menggerincing
    menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi
    membuat nyali siapa pun surut dan pergi

    Pria itu terhenti
    hatinya bergetar
    keberaniannya seakan sirna
    di udara yang anyir dan tawar
    di sinilah ketakutan terbesar mengintai
    di hadapan makhluk yang siap menerkam
    tak kenal lalai

    Lalu langit meredup
    awan kelabu menumpuk
    Turunlah hujan
    rintik-rintik yang sejuk
    membasahi tanah
    dan kulit yang lelah
    seakan langit pun merasakan
    rasa yang gundah

    Airmata jatuh menetes di pipi
    bercampur dengan air hujan yang murni
    bukan air mata ketakutan
    bukan pula kesedihan
    tetapi air mata pelepasan
    air mata penerimaan

    Di saat itulah
    sebuah keajaiban terjadi
    ketenangan jiwa mulai merasuki diri
    dia menyadari
    keberanian sejati
    bukanlah tentang seberapa besar ototnya
    tetapi tentang kemampuannya untuk tetap tenang
    di tengah badai yang melanda

    dia mengangkat wajahnya
    menatap lurus ke mata harimau
    tanpa rasa takut
    tanpa keraguan
    tanpa rasa risau
    di mata itu
    dia tidak melihat musuh yang harus dikalahkan
    tetapi pantulan dirinya sendiri
    sebuah kekuatan yang belum terungkapkan

    Harimau itu terdiam
    mengamati manusia kecil itu
    seakan memahami bahasa kalbu
    tidak ada auman
    tidak ada serangan
    hanya sebuah penghormatan yang sunyi
    sebuah pengertian yang mendalam

    dalam momen itu
    pria itu memahami
    bahwa ketakutan terbesar dalam hidupnya
    adalah takdir yang harus dia jalani
    dia tidak perlu melarikan diri
    dia tidak perlu bersembunyi
    dia hanya perlu berdiri tegak
    menghadapinya dengan hati yang suci

    Perjalanan terus berlanjut
    meskipun hujan masih turun
    hati pria itu kini tenang
    jiwanya damai tak lagi murun
    dia telah menemukan keberanian sejati dalam dirinya
    sebuah kekuatan yang jauh lebih besar
    dari otot mana pun di dunia


    Masamba Sul-Sel, 06/05/2026

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -