Kurban Tembakau
By: Arif Agus B
Di sela jari yang menghitam oleh jelaga
ia titipkan sebuah pinta yang paling purba
"Beri aku seorang putra, ya Tuhan,
maka akan kumatikan bara terakhir di hidupku"
Ia adalah tawanan asap
lelaki yang parunya telah lama menjadi abu
namun cinta ternyata lebih purba dari candu
dan janji adalah harga mati
bagi sebuah doa yang dikabulkan
Melalui perjalanan hujan
panjang dan dingin
serta air mata yang jatuh
di sujud-sujud paling sunyi
Tuhan akhirnya mengamini
Saat tangis lelaki kecil itu pecah di ambang fajar
ia tidak menyulut api untuk merayakan
ia justru mematahkan batang terakhirnya
membiarkan udaranya bersih
demi sebuah masa depan
Bagi dunia, itu hanya berhenti merokok
namun baginya
itu adalah cara mencintai yang paling suci
membunuh kecanduan
demi menghidupkan kasih sayang
Masamba Sul-Sel, 02/05/2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar