Di Balik Perjalanan
By: Arif Agus Bege'h
Aku bukan guru yang merangkai diksi
aku adalah luka dan air mata yang terus berjalan
menikmati hidup di sela rindu dan cinta
menemukan Tuhan pada tiap ciptaan
sebagai bentuk penghambaan paling dalam
Jika kau terdampar di ujung harapan yang karam
jangan mencari sandaran pada sesama
sebab mereka pun sama-sama sedang terluka
temuilah Sang Pencipta di sepertiga malam
saat sunyi menjadi jembatan paling karib
Bicaralah pada-Nya lewat monolog doa
tumpahkan keluh tanpa sisa penyesalan
sebab manusia tak perlu tahu segala lukamu
cukup jadikan puisi sebagai satu-satunya wadah
tempat segala perihmu menetap dan bernapas
Tak perlu menuntut jawaban atas takdir
cukup mintalah kekuatan untuk tetap tegak
meski badai dunia terus mencoba mematahkan
biarkan Dia memeluk jiwamu yang koyak
hingga isakmu berubah menjadi syukur
Sebab di sini aku pun sedang belajar
menjadikan air mata sebagai tinta abadi
menikmati kepedihan sebagai perjalanan
menuju rumah terakhir di mana segala lelah
akhirnya melebur dalam sujud yang pasrah
Mamuju Sul-Bar, 03/03/2023
