"Kebaikan yang paling murni adalah kebaikan yang tidak pernah tahu bahwa dirinya sedang berbuat baik."
Di Balik Jeda Hujan
By: Arif Agus Bege'h
Kebaikan bukan tentang menanam papan nama di dada
ia serupa benih yang jatuh ke tanah tanpa suara
tersembunyi
memeluk bumi
menanti waktu untuk bertumbuh
tumbuh menjadi teduh yang tak pernah meminta balasan angkuh
Kita adalah perjalanan yang seringkali salah arah
terburu-buru menuntut tepuk tangan
atas lelah yang parah
padahal
tangan yang memberi tak perlu mata untuk melihat
cukup hati yang tahu bahwa ia telah menjadi rahmat
Lihatlah hujan yang jatuh tanpa pernah bertanya
siapa yang butuh haus
siapa yang butuh dahaga
ia membasahi hutan dan jalanan dengan takaran yang sama
memberi kehidupan tanpa meninggalkan sepatah kata pun untuk dipuja
Maka jika airmata harus jatuh di sela-sela pengabdian
biarkan ia menjadi saksi atas tulusnya sebuah ketetapan
bukan untuk dikabarkan pada dunia yang sibuk menghakimi
tapi untuk membasuh ego yang kadung berkarat di dalam diri
Biarlah tangan kiri tak perlu tahu apa yang diberikan tangan kanan
sebab kemuliaan sejati selalu bersembunyi dalam diam
tak perlu riuh
tak perlu pamrih
tak perlu pengakuan
sebab kebaikan yang tulus biarkan Tuhan saja yang menyimpan dalam ingatan
Masamba Sul-Sel, 13/06/2026
