Ketika kata-kata bisa diracik instan oleh mesin dan dihargai murah oleh pasar, di mana letak harga diri sebuah rasa? Inilah sebuah gugatan realitas: 'Puisi Itu Tidak Mahal'
By: Arif Agus B
Puisi itu tidak mahal
bahkan satu bait lengkapnya
tak cukup ditukar secangkir beras untuk sekali makan
Puisi itu memang tidak mahal
paling mahal satu juta rupiah
percaya jika ada satu buku antologi puisi seharga satu juta rupiah?
aku percaya
karena itu adalah kenangan tak terlupakan
Sebuah kenangan tentang pertemuan cinta pada pandangan pertama
tentang hujan dan airmata yang dipaksa berpisah
juga tentang perjalanan melintasi jembatan yang tak pernah lelah menjadi saksi perjuangan cintaku
Iya, anggap saja di dalam buku itu ada seratus judul puisi
maka satu puisi seharga sepuluh ribu rupiah
murah kan?
paling mahal, lima judul dihargai dua ratus lima puluh ribu
itu pun jika lolos kurasi dan dewi keberuntungan sedang sudi menengokmu
Aku ingin puisi itu mahal banget
tapi bagaimana caranya ya?
sebab setiap detik
mereka yang bukan penyair
mampu meracik kata lebih lihai dari penulis mana pun
hanya bermodal jempol
dan sebaris perintah pada Inimeg
Ah...
puisi memang tidak mahal
yang mahal itu ide dan inspirasinya
Setiap ide dan inspirasi
harusnya di alami sendiri
bukan dari khayalan dan cerita fiktif
meski terkadang ia mengambil peran di panggung sadiwara
setidaknya kelak yang dianggap murah
bisa menyelamatkanmu
dari tuntutan
Masamba Sul-Sel, 13/07/2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar