AAB - Bangunan Di Atas Karya

Bangunan Di Atas Karya
By: Arif Agus B


Jangan biarkan matamu silau oleh bayang-bayang
mengejar angin tanpa wujud
berlari memburu sebaris kata yang disebut nama
sebab ia bukan kompas penuntun langkahmu pulang

Turunkan jemarimu ke atas basahnya tanah
tempat peluh dan waktu
melebur menjadi satu
biarkan tanganmu kotor oleh sunyi
mengukir sesuatu yang nyata dari ketiadaan

Nama tidak pernah bersembunyi untuk dicari
ia adalah gema
lahir dari ruang-ruang penerimaan
ketika apa yang kau sodorkan dengan tulus
menyentuh hati mereka
dan menetap menjadi rasa suka

Ia adalah hadiah yang dititipkan dunia kepadamu
bukan upah yang kau tagih di depan pintu
sebuah produk dari tatap mata dan jabat tangan
yang dirajut bersama oleh pengakuan sesamamu

Pahamilah
wahai perajin mimpi
bahwa nama hanyalah atap megah
di atas kepala
ia adalah bangunan atas
bergantung sepenuhnya
pada kokohnya dinding karya
yang kau susun bata demi bata

Sia-sia bersolek di panggung yang kosong
jika di balik jubahmu tak ada cerita yang tersisa
tanpa pondasi yang menghujam ke dalam bumi
sebutan itu akan runtuh
disapu angin malam pertama

Maka teduhkan jiwamu dan mulailah bekerja kembali
orang-orang tak perlu letih memburu nama
cukup hidupkan karyamu dengan seluruh nyawa
dan biarkan dunia
sebut siapa saja dirimu


Masamba Sul-Sel, 17/07/2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar