Kenangan Permata Hidup
By: Arif Agus Bege'hSeutas tali terpotong tiga
tercelup dalam pekat kopi semusim
tak langsung basah
namun perlahan peluh menyapa
hingga kenangan teraduk
dalam ganasnya musim dan waktu
Sayang
terlalu puitis jika sekadar mengenalmu
namun terlampau fiksi
jika mencoba mengabaikanmu
engkau adalah sisa kehidupan
yang memilih tetap utuh
tak menguap oleh terik
tak memuai oleh jarak
pun tak berkarat bagai intan di palung samudera
Duhai kenanganku...
masihkah kau sembunyi
dalam tinta penaku yang membeku
Meski diam
ujungnya tetap runcing
melukai siapa saja yang datang bertamu
maka mendekatlah
dekaplah bayanganku
agar aku tak lagi terpenjara
dalam sunyi yang membatu
Wahai kenanganku...
masihkah kau menjerit
di sudut sepiku yang paling palung?
menjelmalah pada setiap sosok
yang kutemui di persimpangan
Sebab aku tahu
kau adalah bagian nadi yang takkan sanggup terpisah lagi
Kaulah lembar-lembar memori
tak satu pun mampu menjangkau
kecuali aku
meski jejakmu kian menjauh
Kaulah permata dalam ingatan
tak satu pun mampu menghadirkanmu kembali
selain aku
meski rupamu kian lusuh dimakan hari
Jangan pernah berhenti menyalakan harapan
sebab kaulah satu-satunya muara
permata hidup bagi seorang pecinta sejati
Masamba Sul-Sel, 31/05/2012