Sajak Untuk Fitra: Kidung Pelepasan
By: Arif Agus Bege'h Kukembalikan surga yang kau pinang saat duka dan lara
sebuah tempat yang dulu kita bangun dari reruntuhan air mata
kau sebut ia rumah, aku menyebutnya perlindungan
namun kini, ia tak lebih dari sekadar monumen kesunyian
Terkirim bersama asa yang kini terputus dan pupus
bagaikan benang layang-layang yang ditiup angin lurus
tak ada lagi hari esok yang kita tenun bersama
hanya ada rangkaian hari kemarin yang mulai pudar warnanya
Ambillah bersama tragediku
segala perih yang tak sempat kau dekap
segala sepi yang diam-diam membuatku meratap
bawa serta runtuhnya menara ego yang kita kekang
dan biarkan sisa-sisa ingatan ini pulang
Di sana, kuselip raki berimbang
sebuah rahasia kecil yang tak sempat kau baca
tentang bagaimana aku mencintaimu dalam hancur yang paling nyata
semua takaran rindu dan benci telah kutimbang sama
tak ada yang lebih berat, semuanya telah reda
Tepat di bawah jemari kaki permaisuri
aku meletakkan mahkota yang tak lagi berarti
sebab takhta paling luhur dari sebuah kehilangan
adalah kerelaan untuk bersujud
melepasmu menuju kebahagiaan yang lain
Masamba SulSel, 08/12/2012
