•  "Jangan biarkan harapan luruh menjadi sunyi hanya karena kita terlalu lama menunggu waktu yang tepat untuk melangkah. Jangan menunggu hujan reda jika tujuanmu adalah hatiku. Sebab kehangatan sejati tidak ditemukan saat badai berhenti, tapi saat kita berani menerjangnya bersama."

    Hati Menunggu
    By: Arif Agus Bege'h


    Sayang, dengarlah...
    guruh mulai mengumandangkan amarah
    hujan telah meluncurkan serangan
    tepat saat hatiku menantimu
    masihkah kau terpaku menunggu reda
    bersama tangis yang enggan usai?
    sementara di sini
    aku masih setia mengeja namamu
    berlarilah segera

    Jangan biarkan aku terlelap
    hanya karena penantian yang menjemukan
    jangan biarkan tubuhmu dijamah petir
    meski harus kau terjang tajamnya hujan
    sebab aku tak ingin pintu rumah ini tertutup rapat kembali
    hanya karena harapan yang perlahan luruh menjadi sunyi
    sebab hatiku
    takkan pernah sehangat ini lagi

    Jangan biarkan, Sayang... jangan...
    uap dari teh hangat ini akan segera lesap ditelan udara
    secangkir teh hanya mampu memeluk tubuhmu sesaat saja
    namun kehangatan yang abadi
    telah kusiapkan di palung hati
    Maka datanglah
    jangan biarkan rasa ini membeku dalam penantian

    Tubuh boleh saja menggigil kedinginan
    namun hati harus tetap menyala dan menghangatkan
    sebab itu, jangan pernah menunggu hujan reda
    jika muara perjalananmu adalah hatiku


    Rawamangun Luwu Utara, 10/06/2012

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -