Cinta sejati bukanlah tentang dua orang yang saling memiliki, melainkan tentang runtuhnya ego masing-masing, agar ruang di antara mereka hanya dipenuhi oleh ketulusan yang tak berjarak.
Sebuah puisi tentang penghancuran ego
Meja Kayu Dan Gelas Dingin
By: Arif Agus Bege'h
Kita berhadapan
sibuk membela diri
"Aku benar" katamu "Aku terluka" sahutku
di antara kopi yang hampir dingin
dua kepala batu menolak mengalah
Hening mengambil alih
kuturunkan nada bicara
kau melepas kepalan tangan
kita berhenti saling menuduh
menanggalkan gengsi yang melelahkan
Di lantai kedai
kata-kata tajam melunak jadi maaf
kesombongan runtuh perlahan
tanpa teriakan
hanya ada air mata
Tiada lagi menang atau kalah
meja terasa lapang tanpa drama dan pembelaan
justru dalam ruang hampa ini
kita akhirnya saling mendengarkan
Tersisa dua orang lelah berpura-pura kuat
bukan penguasa
bukan tawanan
hanya ada aku
kamu
dan kejujuran yang telanjang
Masamba Sul-Sel, 25/12/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar