By: AAB
Langkah kaki di jalan basah
membawa hati yang patah
hujan turun tanpa bicara
seperti aku kehilangan arah
Di perjalanan ini
air mata menemani
hujan jatuh di wajahku
menyembunyikan rinduku
kau pergi tinggalkan luka
aku pulang bawa duka
dan di setiap deras hujan
namamu jadi tujuan
jalan panjang masih ada
meski hati penuh luka
biar hujan hapus jejakmu
air mata mengantar restuku
Lirik Lagu - Hujan Di Perjalanan
0By: Arif Agus Bege'h
Jangan terburu memeluk bangga
saat lelakimu hari ini menggenggam dunia
membawa pulang tumpukan materi melimpah
fisik yang gagah bisa surut seketika
dan roda rezeki selalu berputar tanpa diduga
Simpan banggamu yang paling dalam
ketika di tengah badai ia memilih tetap setia
menghargai hadirmu dengan penuh rasa hormat
serta melitkan Allah dalam setiap tetes keringat
Sebab bahagia sejati tak diukur dari megahnya dunia
bukan tentang seberapa kuat ia menimbun harta
melainkan seberapa tulus telapak tangannya
menuntun langkahmu menuju surga
Masamba, 07/05/2006
AAB - Bukan Sekadar Dunia
0"Dunia tidak bisa membaca pikiranmu. Jika kamu terluka, berbicaralah. Diam memang emas, tapi dalam hubungan, keterbukaan adalah berlian. Jangan biarkan orang yang menyayangimu menebak-nebak di dalam kegelapan."
saat perjalanan kita teradang ragu
jika terluka
sebab diam hanya emas bagi mereka yang kaku
Jujur adalah berlian di tengah hujan
membasuh jelaga yang menjadi beban
jangan biarkan airmata jatuh tanpa pesan
memaksa cinta menebak dalam kegelapan
Bicara adalah jembatan
bungkam adalah nisan
Masamba Sul-Sel, 07/05/2026
AAB : Prahara Diam
0Menatap Mata Raksasa
By: Arif Agus Bege'h
di mana bayang-bayang menari
sesosok insan kecil menapak
mencari jati diri di setiap jejak
Perjalanan jauh telah ditempuh
melalui onak dan duri yang rapuh
diiringi gemuruh guntur di kejauhan
menyisakan lelah dan kepasrahan
Tiba-tiba
bangkitlah raksasa tanpa kata
harimau perkasa dengan tatapan tajam
matanya bersinar
Lengan kekar
setiap ototnya tampak menggerincing
membuat nyali siapa pun surut dan pergi
Pria itu terhenti
keberaniannya seakan sirna
di sinilah ketakutan terbesar mengintai
di hadapan makhluk yang siap menerkam
Lalu langit meredup
Turunlah hujan
membasahi tanah
seakan langit pun merasakan
Airmata jatuh menetes di pipi
bercampur dengan air hujan yang murni
bukan air mata ketakutan
tetapi air mata pelepasan
Di saat itulah
ketenangan jiwa mulai merasuki diri
dia menyadari
tetapi tentang kemampuannya untuk tetap tenang
dia mengangkat wajahnya
tanpa rasa takut
di mata itu
tetapi pantulan dirinya sendiri
Harimau itu terdiam
seakan memahami bahasa kalbu
tidak ada auman
hanya sebuah penghormatan yang sunyi
dalam momen itu
bahwa ketakutan terbesar dalam hidupnya
dia tidak perlu melarikan diri
dia hanya perlu berdiri tegak
Perjalanan terus berlanjut
hati pria itu kini tenang
dia telah menemukan keberanian sejati dalam dirinya
sebuah kekuatan yang jauh lebih besar
Masamba Sul-Sel, 06/05/2026
AAB : Menatap Mata Raksasa
0By: Arif Agus Bege'h
Sesekali kupanggil dirimu dalam senyap
sebab senyummu tak pernah lelah merayu setiap denyut jantungku
seakan engkau ingin bertahta dalam setiap degub dan hela napasku
Sesekali kurapal bayangmu
karena kutahu engkau pun tak jarang menyertakanku
menjadi penyempurna doa dan mantra penenang hati yang sedang bergelombang
Sesekali kusebut engkau
saat terdiam dalam waktu yang tidak sebentar
seakan semesta turut merenung
menyimak hasrat dan harapan untuk seorang kekasih idaman
sepertimu.
Izinkan aku kali ini tetap sesekali memanggilmu
dalam diam
dalam harapan
dalam ketulusan rindu yang tiada terkira
dalam cahaya yang tak satupun mampu membuatnya jadi gelap
Hanya untukmu yang sesekali kusebut
sebab yakinlah bahwa ketika hari itu tiba
tiada lagi waktu terbuang sebagai antara untuk saling mencari
hanya ada panggilan mesra sebagai tanda ketulusan kasih dan sayang kita
untuk selamanya.
Sesekali kupanggil engkau dengan segenap rasa
meskipun siapapun namamu di dunia nyata
engkau tetaplah cahaya tunggal di jiwaku
Masamba Sul-Sel, 21/03/2015
AAB : Cahaya di Relung Jiwa
0
Untuk Sang Putri Hujan
By: Arif Agus Bege'h
Kelabu langit meluruhkan gerimis
membasahi tanah, menyalakan rindu
pada sebuah nama yang tak pernah kikis
menggema sunyi di ruang kalbu
Wahai Sang Putri Hujan...
kepergianmu meninggalkan senyap memanjang
di atas pusara basah air mata
jemari bertaut, doa-doa melangit lantang
Nisan beku ini saksi batin yang lara
bahwa rindu tak tersekat fana dan baka
kau adalah rintik penyejuk jiwa
meski raga kini gaib dari netra
Damailah engkau dalam keabadian
di dekap tenang tempat senyuman
biar untaian doa menjadi jembatan
penyimpul rindu yang takkan terputuskan
Morowali Sul-Teng, 12/09/2025
AAB - Untuk Sang Putri Hujan
0By: Arif Agus Bege'h
Di bawah tajuk rimbun yang meraksasa
kami berdiri, menyatukan detak dan doa
bukan sekadar raga yang melangkah maju
namun jiwa yang terpanggil oleh sunyi yang menderu
Pilar Tarantula, begitulah kami menamakan diri
seperti kaki-kaki kokoh yang merayap di sela duri
tak gentar pada tebing yang menjulang angkuh
tak surut pada jalur yang membuat lutut mengeluh
Carrier di pundak adalah beban yang nikmat
menyimpan cerita tentang peluh dan tekad yang bulat
menembus kabut pagi yang membelai rona wajah
mencari makna di antara akar dan tanah yang basah
Saat senja mulai melukis jingga di ufuk barat
kami berbagi tawa di balik kepul asap kopi yang hangat
di sana, di ketinggian yang memisahkan kita dari bising kota
dunia terasa jujur, tanpa topeng maupun kasta
Pilar ini takkan goyah oleh badai yang menerjang
tarantula ini akan terus mendaki, terus berjuang.
karena bagi kami, puncak hanyalah sebuah bonus
namun perjalanan dan persaudaraan adalah yang abadi dan tulus
Menyusuri belantara, menjaga alam dengan cinta
kami pulang membawa rindu, untuk kembali menyapa semesta
Makassar, 29/01/2017
Pesan:
"Alam tidak butuh penakluk; ia butuh penjaga yang berjalan dengan hati."
AAB : Jejak Langkah Pilar Tarantula
0"Jadikanlah kekurangan pasanganmu sebagai cermin untuk mengenali gelap dan terang. Sebab, dengan saling memaafkan noda di dunia, kita sebenarnya sedang berjalan bersama menuju cinta yang murni kepada Sang Pemilik Cinta."
Jangan pernah berharap aku menganggapmu bidadari
apalagi malaikat yang suci tanpa noda dan dosa
sebab aku pun tak ingin kau mencintaiku hanya karena
belum kau temukan cela dan nista dalam jiwa ragaku
Jika kau bertanya hal yang sama seperti tanyaku padamu
aku mencintaimu justru karena engkau adalah tempat bermuaranya noda
ruang di mana dosa dan cela mampu menuntun kita mengenali gelap dan terang
hingga kita sampai pada kecintaan kepada Pemilik Cinta yang sebenarnya
Mencintaimu adalah mencintai cinta di tengah kesedihan
perindukanmu adalah merangkul rindu dalam linangan air mata
mendambakanmu bagai mengejar bahagia di sela penderitaan
dan menginginkanmu adalah merayakan kebersamaan dalam panjangnya penantian
Maka, maafkan aku jika mencintaimu
maafkan jika aku terus merindu dan mendamba
sebab hari ini
aku harus mengakhiri segala penandaan rasa ini
menghentikan hitungan rindu yang bising
menyudahi hitungan cinta yang seringkali pedih
serta menutup buku hitungan kesedihan dan penantian yang tak kunjung usai
Sebab pada akhirnya
segala yang berbilang harus menemukan ujungnya
dan seluruh hitungan rasa ini harus berhenti pada angka yang telah kita tentukan bersama
Masamba Sul-Sel, 18/03/2015








