AAB : Cahaya di Relung Jiwa


"Cinta sejati tidak terletak pada seberapa sering nama seseorang diucapkan, melainkan pada seberapa dalam kehadirannya dirasakan dalam setiap hela napas dan doa yang dipanjatkan secara rahasia."

Cahaya di Relung Jiwa
By: Arif Agus Bege'h


Sesekali kupanggil dirimu dalam senyap

sebab senyummu tak pernah lelah merayu setiap denyut jantungku

seakan engkau ingin bertahta dalam setiap degub dan hela napasku


Sesekali kurapal bayangmu

karena kutahu engkau pun tak jarang menyertakanku

menjadi penyempurna doa dan mantra penenang hati yang sedang bergelombang


Sesekali kusebut engkau

saat terdiam dalam waktu yang tidak sebentar

seakan semesta turut merenung

menyimak hasrat dan harapan untuk seorang kekasih idaman

sepertimu.


Izinkan aku kali ini tetap sesekali memanggilmu

dalam diam

dalam harapan

dalam ketulusan rindu yang tiada terkira

dalam cahaya yang tak satupun mampu membuatnya jadi gelap


Hanya untukmu yang sesekali kusebut

sebab yakinlah bahwa ketika hari itu tiba

tiada lagi waktu terbuang sebagai antara untuk saling mencari

hanya ada panggilan mesra sebagai tanda ketulusan kasih dan sayang kita

untuk selamanya.


Sesekali kupanggil engkau dengan segenap rasa

meskipun siapapun namamu di dunia nyata

engkau tetaplah cahaya tunggal di jiwaku



Masamba Sul-Sel, 21/03/2025



Tidak ada komentar:

Posting Komentar