AAB - Sayap Yang Patah

 

Sayap Yang Patah
By: Arif Agus Bege'h


Sebelah sayap terkulai di puncak sepi
bukan sekadar patah
namun kehilangan arah
dalam perjalanan lapar yang tak terobati
raga terhuyung di bawah langit yang kian resah

Saat pasangan pergi
dunia mendadak runtuh
meninggalkan hujan duka di ruang dada
tangan masih bekerja
meski hati yang rapuh
hanya mampu menampung sisa kenangan yang ada

Rumah adalah surga atau api yang membakar
tempat anak-anak mencari aman dari cemas
sebab kasih sayang adalah tiang yang dipijar
agar nestapa tak menjadi penghuni yang ganas

Tahun tahun berlalu
luka kini terbungkus rapi
walau airmata tak pernah benar-benar mengering
ia menjelma kenangan yang enggan pergi
menjadi detak yang tetap berdenyut meski genting

Bangkitlah
meski pincang membelah waktu
hidup adalah takdir yang harus terus bernapas
Meski sayap sebelah telah kaku dan bisu
langit tetap harus ditaklukkan
tanpa batas


Masamba Sul-Sel, 03/03/2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar