•  
    "Jangan pernah biarkan kelengahan menjadi celah bagi orang lain untuk merampas hakmu, karena di dunia ini, seringkali ada mata yang menunggu untuk mengklaim apa yang kau jatuhkan."

    Sang Penunggu Di Dua Alam


    Keliang Kelambang
    Etek Etek Ale Ale
    Lapah Tiyan Mele Mangan
    Ngeresek Dalem Bale...

    Aku adalah Keliang
    yang terbang membubung tinggi
    mata awasku adalah lensa tajam di angkasa raya
    menyisir cakrawala
    mencari napas yang terengah

    Langkah yang salah
    niat yang goyah
    kau adalah sasaran bidik tumbal yang kusemai
    dalam lapar yang tak pernah usai

    Keliang, Kelambang...

    Ataukah aku adalah kelambang
    sang bayang-bayang?
    yang merayap di sela akar menunggu kau terpeleset jatuh

    Aku adalah kesabaran yang busuk
    menanti gravitasi bekerja untukku
    agar saat tubuhmu menyentuh tanah
    kukoyak dagingmu menjadi potongan-potongan sejarah
    untuk anak-anakku
    generasi yang lahir dari rasa lapar
    agar mereka menelanmu memamah setiap sesalmu dengan nikmat

    Kita adalah simbiosis dari ketakutan dan kelengahan
    keliang dan kelambang dalam satu nama yang sama
    kita mencari manusia yang tertidur dalam janjinya
    menunggu celah di mana moralitas mulai luruh
    lalu mengambil bagian mengklaim hak yang kita sebut "milik"
    di atas sisa-sisa mangsa yang tak lagi memiliki suara

    Sebab di dunia yang fana ini
    jika bukan menjadi yang mengintai dari atas
    maka kau adalah yang dikoyak di bawah
    dan aku?
    aku hanya sedang memilih peran
    sebelum akhirnya kita semua pun menjadi santapan
    oleh waktu yang jauh lebih lapar dari kita berdua


    Masamba Sul-Sel, 01/02/2026

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -