Sajak Topeng-Topeng Kertas


"Sajak ini adalah cerminan dari kemuakan terhadap kepalsuan. Sebuah kritik bagi mereka yang menjadikan empati sebagai komoditas, namun mematikan nurani di balik topeng kepedulian. Dengarkanlah ini sebagai suara kejujuran yang menolak untuk dibungkam."

Sajak Topeng-Topeng Kertas

By: Arif Agus Bege'h



Di depan cermin, kau poles wajahmu dengan kepalsuan

Mengucap kata manis, namun menyimpan racun di balik senyuman

Jika tanganmu tak mampu memberi setetes solusi bagi luka

Lebih baik kau bungkam mulutmu, biarkan bisu menjadi sisa!


Jangan kau bicara tentang nurani, jika hatimu telah mati

Karena bagiku, lebih baik bibir itu dilem rapat hingga terkunci

Daripada dijahit, nanti mengalir darah yang tak lagi suci

Sebab bagimu, penderitaan rakyat hanyalah panggung sandiwara hari ini!


Kau datang dengan muka iba, berlagak memikul beban dunia

Namun matamu jelalatan, menghitung untung di atas air mata

Kau sebut dirimu saudara? Jangan buat aku tertawa

Saudara tidak membiarkan kerabatnya tersungkur menahan kecewa!


Sok peduli pada negara, sok peduli pada tanah kelahiran

Padahal langkahmu hanyalah derap kaki menuju kehancuran

Kau injak harga diri, kau jual janji di pasar-pasar kebencian

Sementara rakyatmu kau biarkan kering di tengah musim kemarau pengabdian!


Lihatlah lingkunganmu yang kini porak-poranda karena ambisi

Kau hancurkan ketulusan dengan topeng yang kau pakai sendiri

Peduli bagimu hanyalah komoditas yang kau dagangkan sesuka hati

Lalu di manakah letak kemanusiaan yang kau agung-agungkan tadi?


Berhentilah bermain peran, wahai aktor di atas panggung lara

Sebab setiap kata yang kau ucapkan adalah dusta yang menyiksa

Kami bukan penonton yang bisa kau suapi dengan tipu daya

Kami adalah saksi bisu dari setiap kebusukan yang kau bawa!


Cukup! Simpan saja segala perhatianmu yang penuh noda

Sebab di mataku, kau hanyalah sampah dalam balutan kemeja

Jika tak bisa membantu, jadilah bisu selamanya

Karena kepedulianmu adalah racun yang membunuh kejujuran kita!



Masamba Sul-Sel, 01/01/2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar