AAB - Kekasih Bunglon Di Ujung Tasbih
0Pada larik-larik rindu di ujung jemari
reranting kata berpagut di dinding hati
bilakah ia ’kan kekal di kalbu
ataukah sekadar kenangan yang lalu?
Pada jejal kisah di sepenggal raga
ku menemuimu dalam batas jiwa
terperangkap kasih di selayar kata
hingga yang nyata tak lepas dari maya
Ada sayang menghangat di kalbu
saat hatiku bermukim di bahasamu
ketika malam melampaui cakrawala
jemariku berwirid menyebut namamu
menuju cinta-Nya yang abadi
Sayang...
kini tak ada lagi cinta di sepanjang hati
pun tak ada kasih yang tersisa di kalbu
sebab semua telah berhijrah ke dalam jiwamu
mengakar indah di dalam rasamu
AAB - Sebingkai Hati Pada Jiwamu
0By: Arif Agus Bege’h
Begitu takzim ia merawat rindu
Sangat bersahaja ia mengurai rasa
Bila kelak waktu kembali mengetuk rindu
Sebab di sini
AAB - Hanya Satu Yang Kusayangkan
0"Bahagia dan derita bukanlah dua hal yang saling bermusuhan, melainkan dua sisi dari satu koin bernama kehidupan. Merayakan keduanya tanpa menyalahkan keadaan adalah cara terbaik untuk menyempurnakan tragedi indah manusia."
AAB - Nur, Ini Tentang Tragedi Kita
0
AAB - Puncak Anjani Dan Janji Yang Abadi
0Karya: Arif Agus Bege'h
Isyarat rinduku padamu
berkedip mengedip rasa di hati
terasalah ruh mengelayap
saat semilir angin menyiasati sunyi
Haruskah aku bertanya?
ketika titik rindu kini menutup mata kakimu yang lelah
ke arah mana pun kelak kau melangkah
di sanalah kepingan wajahku
Mungkin esok kau menemukanku tanpa cinta
maka isyaratkan padaku tentang sisa kenangan kita
sebab kenangan itulah yang mengisyaratkan rinduku padamu;
rindu yang bernyanyi sunyi
Inikah isyarat rindu itu?
menggelayut mengitari hati
menempuh waktu yang panjang
sanggupkah kau menyapa kelak tanpa nestapa?
Dan kau pun akhirnya menangis
Sampodo Palopo Sul-Sel, 13/05/2010
AAB - Isyarat Rindu
0"Meniti titik kehidupan sering kali memaksa kita berjalan di atas duri dan jeruji kegelisahan. Namun, ketika rindu dan tekad telah menjelma menjadi nyali, langkah yang tertatih pun akan tetap sampai pada tujuan. Jangan hiraukan pandangan mereka yang iri, sebab mereka hanya melihat hasil akhir tanpa pernah tahu seberapa berdarah-darah kita teruji."
By: Arif Agus Bege'h
Satu jiwa merambahku dengan jalang
suara rindu mendenting
kaukah yang bersiul bijak tanpa harap?
atau akulah yang tergoda nasihat kalbu?
atau mungkin gelisah yang basah
Oh, rinduku...
Segala sisi berjeruji dan berduri
akan kulalui walau hati menari sebelum mati
karena getaran itu telah menjelma nyali
bernyanyilah
kulafal huruf merangkai kalimat sakti:
Kau dan aku kini sembunyi
Perlahan kaki melangkah
meniti malam hingga dini
gumam tak lagi memaki
sunyi mencambuk bagai cemeti
Andai saja hatimu peduli
tentu saja aku takkan menari sepi
tapi kini aku berlari
mencari
lalu meniti cinta yang siap mati
Jika tak teruji
kalian tak perlu iri
Tarailu Sul-Bar,05/05/2010
AAB - Meniti Titik
0AAB - Puisi Hujan Air Mata
0By : Arif Agus Bege'h
esok
berjuta manusia menangis, meratap
dengan datangnya hari yg penuh bahagia (Idhul Adha)
entah apa yang mereka tangisi
bingung aku jadinya
kutak lagi brsedih
sebab mereka telah memberikan lautan air mata
meneggelamkan ketulusan
keikhlasan
kesucian
ahh
paling hanya esok saja mereka menangis
tangisanmu menodai lautan kesedihan
air mata kepura-puraan
kebohongan
kemunafikan
uuuaakkk
muak aku jadinya
tak ingin seperti mereka
menangis di balik tirai bersulam emas
bermahkota mutiara
airmataku saat ini kering tak dapat menetes
tapi jantungku
hatiku
jiwaku
ragaku
arwahku
menjerit bagaikan petir yang tak dapat menurunkan hujan di malam dan siang hari
mengapa kau menangis
cuiih....
tak sudi kuminum airmata buaya
meskipun kau bersedih dan menangis aku tetap di sini
kutelah memaafkanmu sebelum kalian meminta maaf
sebab aku adalah angin aku adalah air
disini kalian tak berbekas
Tarailu Sul-Bar, 26/11/2009






