"Jangan biarkan riuh rendahnya dunia mendikte lirik kehidupanmu. Rawatlah keyakinanmu dengan takzim, meski dalam sunyi yang paling senyap. Sebab, kekuatan sejati tidak diukur dari seberapa keras kita mampu berteriak menantang badai, melainkan dari seberapa tenang batin kita saat meredam gejolak di dalam diri."
Hanya Satu Yang Kusayangkan
By: Arif Agus Bege’h
By: Arif Agus Bege’h
Sangat liris ia berbisik
bahkan bayu dan musim tak diizinkan tahu
"Jangan kau gubah balada kolaborasi," pesannya
kurator rasa takkan sudi menaruh iba
Kecuali ia memang bukan pengasuh sastra
melainkan pemburu renjana dari peluh dan air mata
Begitu takzim ia merawat rindu
seolah semesta tak lagi boleh merayu, pun dirayu
Maka redamlah tangismu atas nama cinta
ia telah lekang
menguap tanpa welas asih
Kecuali jika kasihmu bukanlah cinta biasa
melainkan penghujan yang lahir dari telaga lara
Sangat bersahaja ia mengurai rasa
hingga sembilu tak lagi sanggup mengoyak batin
dan badai hasrat tak lagi berdeburan riuh
Namun mengapa
kau masih saja meminang gencatan?
Bila kelak waktu kembali mengetuk rindu
Bila kelak waktu kembali mengetuk rindu
saat musim semi mulai melantunkan simfoni
dan kau masih saja limbung mencari arah
maka hanya ada satu hal yang paling kusayangkan
kau belum juga menemukan hulu dan jalur airmu
Sebab di sini
aku masih menanti bidadari turun
untuk bertamasya dan membasuh diri di mata airku
Namun, jika engkau yang melangkah datang
aku takkan lagi menunggu siapa-siapa
Rawamangun Luwu Utara, 09/08/2011
