"Jadikanlah kekurangan pasanganmu sebagai cermin untuk mengenali gelap dan terang. Sebab, dengan saling memaafkan noda di dunia, kita sebenarnya sedang berjalan bersama menuju cinta yang murni kepada Sang Pemilik Cinta."
Jangan pernah berharap aku menganggapmu bidadari
apalagi malaikat yang suci tanpa noda dan dosa
sebab aku pun tak ingin kau mencintaiku hanya karena
belum kau temukan cela dan nista dalam jiwa ragaku
Jika kau bertanya hal yang sama seperti tanyaku padamu
aku mencintaimu justru karena engkau adalah tempat bermuaranya noda
ruang di mana dosa dan cela mampu menuntun kita mengenali gelap dan terang
hingga kita sampai pada kecintaan kepada Pemilik Cinta yang sebenarnya
Mencintaimu adalah mencintai cinta di tengah kesedihan
perindukanmu adalah merangkul rindu dalam linangan air mata
mendambakanmu bagai mengejar bahagia di sela penderitaan
dan menginginkanmu adalah merayakan kebersamaan dalam panjangnya penantian
Maka, maafkan aku jika mencintaimu
maafkan jika aku terus merindu dan mendamba
sebab hari ini
aku harus mengakhiri segala penandaan rasa ini
menghentikan hitungan rindu yang bising
menyudahi hitungan cinta yang seringkali pedih
serta menutup buku hitungan kesedihan dan penantian yang tak kunjung usai
Sebab pada akhirnya
segala yang berbilang harus menemukan ujungnya
dan seluruh hitungan rasa ini harus berhenti pada angka yang telah kita tentukan bersama
Masamba Sul-Sel, 18/03/2015
AAB - Akhir Dari Sebuah Hitungan Rasa
0AAB - Di Bawah Naungan Kata Sayang
0Mungkin engkau tak serupa bidadari kahyangan
sebab aku pun tak pernah tahu bagaimana rupa mereka
namun meski tak secantik dongeng itu
hadirmu sanggup membuat jantungku kehilangan nada di setiap denyutnya
Saat senyummu hilang dari pandangan
seketika aku kehilangan intonasi cintamu
bagaikan puisi yang kehilangan rima
meski maknanya sedalam samudera
tak banyak yang sudi menyelam hingga ke dasarnya
Bila esok puisiku mulai bernyanyi di telingamu
itu karena cintamu telah lebih dulu tersenyum di hatiku
hatimu dan hatiku adalah istana bagi kebesaran jiwa
sebuah kekayaan bagi mereka yang memiliki kelembutan melebihi sutra
Maka, bacalah bait-bait ini perlahan
temukan bayang senyummu dalam setiap kata yang kutitipkan
sebab puisi ini hanyalah lukisan sederhana
tentang senyummu yang menetap di hatiku
hanya untukmu, duhai gadis berkerudung putih
Masamba Sul-Sel, 17/05/2014
Pesan Bijak:
"Kecantikan sejati tidak membutuhkan pembanding, karena ia terpancar dari kesederhanaan yang dibalut kesucian. Sebuah senyum yang tulus adalah rima terindah dalam puisi kehidupan."
AAB - Senyum Gadis Berkerudung Putih
0By: Arif Agus Bege'h
aku mengintai raut wajahmu, kekasih
wajah yang kekal menjadi pelita di palung sepi
memancarkan secercah cahaya dari relung hati yang tulus
menembus pekatnya jarak yang membentang
terhampar selembar kenangan yang kita rajut bersama
sebuah riwayat lama yang enggan menjadi dongeng belaka
namun selalu setia menghantarkan lelapmu
menuntunmu pulang menuju mimpi-mimpi benderang
tempat di mana aku dan kamu kembali menjadi satu
kau takkan pernah sanggup merobek lembar-lembar memori kita
sebab tak seorang pun mampu mengeja baris-baris cinta yang pernah sejajar
berjalin di antara derita dan bahagia dalam satu ruang hati
sebuah ruang sunyi yang tak lagi butuh cahaya luar
karena ia telah bersinar dari dalamnya sendiri
kulepaskan harapan bagi sebuah ungkapan yang tertunda
sesuatu yang suatu hari nanti akan merekah dari dasar batin
pada sebuah hari di mana aku tak lagi perlu bertanya
sebab aku tahu, aku telah bersemayam abadi di nadimu
ada doa yang menggantung di antara dua hati yang belum menyatu
sebuah penantian untuk meleburkan dua cahaya yang berbeda
menjadi satu pendaran agung yang takkan lagi mengenal kata pisah
Masamba Sul-Sel, 09/05/2014
AAB - Di Balik Cadar Rindu
0"Cinta tidak selalu harus memiliki arah yang pasti sejak awal. Terkadang, kita hanya perlu menjadi seperti angin; membiarkan rasa itu berembus murni, hingga takdir sendiri yang mengantarkannya pada pemberhentian yang tepat."
AAB - Penantian Sebuah Rindu
0AAB - Renjana Di Pelupuk Mata
0AAB - Elegi Sang Pelindung Sunyi
0
Kukembalikan surga yang kau pinang saat duka dan lara
AAB - Sajak Untuk Fitra: Kidung Pelepasan
0Oleh: Arif Agus Bege'h
Baiklah jika itu maumu
akan mencintaimu semampuku
namun setelah mencium bibir kenanganmu yang manis itu
dan setelah aku pergi bersama hujan malam ini
membawa sisa airmata yang luruh dalam sunyi
Kepada yang mencintaiku
siapkah engkau merindukanku
seperti aku siap meninggalkanmu
sanggupkah engkau mencintaiku
seperti kesanggupanku beranjak darimu
aemua itu karena cara dan jalan
rindu dan cinta kita tak pernah sama dalam satu perjalanan
Sayang
andai hanya cara kita saling merindu
saling mencinta saja yang berbeda
mungkin kita akan selalu seiring sejalan
karena memang jalan kitalah yang sama
Kepadamu yang merasa punya cinta
dalam hal apa pun
berbeda cara itu akan menuntun kita pada kesempurnaan
namun tempuhlah dengan satu jalan yang sama
jalan kebaikan tanpa mementingkan jalan terbaik menurut Anda saja
sebab itu akan membuka jalan baru untuk berpisah
Masamba Sul-Sel, 10/08/2012








