By: Arif Agus Bege'h
Sesekali kupanggil dirimu dalam senyap
sebab senyummu tak pernah lelah merayu setiap denyut jantungku
seakan engkau ingin bertahta dalam setiap degub dan hela napasku
Sesekali kurapal bayangmu
karena kutahu engkau pun tak jarang menyertakanku
menjadi penyempurna doa dan mantra penenang hati yang sedang bergelombang
Sesekali kusebut engkau
saat terdiam dalam waktu yang tidak sebentar
seakan semesta turut merenung
menyimak hasrat dan harapan untuk seorang kekasih idaman
sepertimu.
Izinkan aku kali ini tetap sesekali memanggilmu
dalam diam
dalam harapan
dalam ketulusan rindu yang tiada terkira
dalam cahaya yang tak satupun mampu membuatnya jadi gelap
Hanya untukmu yang sesekali kusebut
sebab yakinlah bahwa ketika hari itu tiba
tiada lagi waktu terbuang sebagai antara untuk saling mencari
hanya ada panggilan mesra sebagai tanda ketulusan kasih dan sayang kita
untuk selamanya.
Sesekali kupanggil engkau dengan segenap rasa
meskipun siapapun namamu di dunia nyata
engkau tetaplah cahaya tunggal di jiwaku
Masamba Sul-Sel, 21/03/2015
AAB : Cahaya di Relung Jiwa
0
Untuk Sang Putri Hujan
By: Arif Agus Bege'h
Kelabu langit meluruhkan gerimis
membasahi tanah, menyalakan rindu
pada sebuah nama yang tak pernah kikis
menggema sunyi di ruang kalbu
Wahai Sang Putri Hujan...
kepergianmu meninggalkan senyap memanjang
di atas pusara basah air mata
jemari bertaut, doa-doa melangit lantang
Nisan beku ini saksi batin yang lara
bahwa rindu tak tersekat fana dan baka
kau adalah rintik penyejuk jiwa
meski raga kini gaib dari netra
Damailah engkau dalam keabadian
di dekap tenang tempat senyuman
biar untaian doa menjadi jembatan
penyimpul rindu yang takkan terputuskan
Morowali Sul-Teng, 12/09/2025
AAB - Untuk Sang Putri Hujan
0By: Arif Agus Bege'h
Di bawah tajuk rimbun yang meraksasa
kami berdiri, menyatukan detak dan doa
bukan sekadar raga yang melangkah maju
namun jiwa yang terpanggil oleh sunyi yang menderu
Pilar Tarantula, begitulah kami menamakan diri
seperti kaki-kaki kokoh yang merayap di sela duri
tak gentar pada tebing yang menjulang angkuh
tak surut pada jalur yang membuat lutut mengeluh
Carrier di pundak adalah beban yang nikmat
menyimpan cerita tentang peluh dan tekad yang bulat
menembus kabut pagi yang membelai rona wajah
mencari makna di antara akar dan tanah yang basah
Saat senja mulai melukis jingga di ufuk barat
kami berbagi tawa di balik kepul asap kopi yang hangat
di sana, di ketinggian yang memisahkan kita dari bising kota
dunia terasa jujur, tanpa topeng maupun kasta
Pilar ini takkan goyah oleh badai yang menerjang
tarantula ini akan terus mendaki, terus berjuang.
karena bagi kami, puncak hanyalah sebuah bonus
namun perjalanan dan persaudaraan adalah yang abadi dan tulus
Menyusuri belantara, menjaga alam dengan cinta
kami pulang membawa rindu, untuk kembali menyapa semesta
Makassar, 29/01/2017
Pesan:
"Alam tidak butuh penakluk; ia butuh penjaga yang berjalan dengan hati."
AAB : Jejak Langkah Pilar Tarantula
0"Jadikanlah kekurangan pasanganmu sebagai cermin untuk mengenali gelap dan terang. Sebab, dengan saling memaafkan noda di dunia, kita sebenarnya sedang berjalan bersama menuju cinta yang murni kepada Sang Pemilik Cinta."
Jangan pernah berharap aku menganggapmu bidadari
apalagi malaikat yang suci tanpa noda dan dosa
sebab aku pun tak ingin kau mencintaiku hanya karena
belum kau temukan cela dan nista dalam jiwa ragaku
Jika kau bertanya hal yang sama seperti tanyaku padamu
aku mencintaimu justru karena engkau adalah tempat bermuaranya noda
ruang di mana dosa dan cela mampu menuntun kita mengenali gelap dan terang
hingga kita sampai pada kecintaan kepada Pemilik Cinta yang sebenarnya
Mencintaimu adalah mencintai cinta di tengah kesedihan
perindukanmu adalah merangkul rindu dalam linangan air mata
mendambakanmu bagai mengejar bahagia di sela penderitaan
dan menginginkanmu adalah merayakan kebersamaan dalam panjangnya penantian
Maka, maafkan aku jika mencintaimu
maafkan jika aku terus merindu dan mendamba
sebab hari ini
aku harus mengakhiri segala penandaan rasa ini
menghentikan hitungan rindu yang bising
menyudahi hitungan cinta yang seringkali pedih
serta menutup buku hitungan kesedihan dan penantian yang tak kunjung usai
Sebab pada akhirnya
segala yang berbilang harus menemukan ujungnya
dan seluruh hitungan rasa ini harus berhenti pada angka yang telah kita tentukan bersama
Masamba Sul-Sel, 18/03/2015
AAB - Akhir Dari Sebuah Hitungan Rasa
0AAB - Di Bawah Naungan Kata Sayang
0Mungkin engkau tak serupa bidadari kahyangan
sebab aku pun tak pernah tahu bagaimana rupa mereka
namun meski tak secantik dongeng itu
hadirmu sanggup membuat jantungku kehilangan nada di setiap denyutnya
Saat senyummu hilang dari pandangan
seketika aku kehilangan intonasi cintamu
bagaikan puisi yang kehilangan rima
meski maknanya sedalam samudera
tak banyak yang sudi menyelam hingga ke dasarnya
Bila esok puisiku mulai bernyanyi di telingamu
itu karena cintamu telah lebih dulu tersenyum di hatiku
hatimu dan hatiku adalah istana bagi kebesaran jiwa
sebuah kekayaan bagi mereka yang memiliki kelembutan melebihi sutra
Maka, bacalah bait-bait ini perlahan
temukan bayang senyummu dalam setiap kata yang kutitipkan
sebab puisi ini hanyalah lukisan sederhana
tentang senyummu yang menetap di hatiku
hanya untukmu, duhai gadis berkerudung putih
Masamba Sul-Sel, 17/05/2014
Pesan Bijak:
"Kecantikan sejati tidak membutuhkan pembanding, karena ia terpancar dari kesederhanaan yang dibalut kesucian. Sebuah senyum yang tulus adalah rima terindah dalam puisi kehidupan."
AAB - Senyum Gadis Berkerudung Putih
0By: Arif Agus Bege'h
aku mengintai raut wajahmu, kekasih
wajah yang kekal menjadi pelita di palung sepi
memancarkan secercah cahaya dari relung hati yang tulus
menembus pekatnya jarak yang membentang
terhampar selembar kenangan yang kita rajut bersama
sebuah riwayat lama yang enggan menjadi dongeng belaka
namun selalu setia menghantarkan lelapmu
menuntunmu pulang menuju mimpi-mimpi benderang
tempat di mana aku dan kamu kembali menjadi satu
kau takkan pernah sanggup merobek lembar-lembar memori kita
sebab tak seorang pun mampu mengeja baris-baris cinta yang pernah sejajar
berjalin di antara derita dan bahagia dalam satu ruang hati
sebuah ruang sunyi yang tak lagi butuh cahaya luar
karena ia telah bersinar dari dalamnya sendiri
kulepaskan harapan bagi sebuah ungkapan yang tertunda
sesuatu yang suatu hari nanti akan merekah dari dasar batin
pada sebuah hari di mana aku tak lagi perlu bertanya
sebab aku tahu, aku telah bersemayam abadi di nadimu
ada doa yang menggantung di antara dua hati yang belum menyatu
sebuah penantian untuk meleburkan dua cahaya yang berbeda
menjadi satu pendaran agung yang takkan lagi mengenal kata pisah
Masamba Sul-Sel, 09/05/2014
AAB - Di Balik Cadar Rindu
0"Cinta tidak selalu harus memiliki arah yang pasti sejak awal. Terkadang, kita hanya perlu menjadi seperti angin; membiarkan rasa itu berembus murni, hingga takdir sendiri yang mengantarkannya pada pemberhentian yang tepat."








