AAB - Saat Kuberharap
0"Orang yang kuat bukan mereka yang memiliki segudang taktik untuk menjatuhkan orang lain. Orang yang benar-benar kuat adalah mereka yang cukup memiliki satu prinsip hidup, lalu setia menjaganya meski dunia di sekitarnya kerap berubah arah."
AAB : Jurus Rahasia Airmata
0By: Arif Agus Bege'h
Tsunami, dengarkan aku
harusnya kau tidak menyombongkan diri
Tsunami, dengarkan aku
usahlah meninggikan tubuhmu lagi di atas tubuh kami
kembalilah ke laut untuk terus belajar berhitung dan membaca
temukanlah kebenaran yang harus kau terima
bahwa jumlah doa kami kepada Tuhan sebagai penciptamu itu lebih banyak dari jumlah jiwa dan harta yang akan kau rebut dari tangan kami
Tsunami, dengarkan aku
janganlah kau turut miskin dengan merebut airmata kami yang miskin
tapi jadilah laut yang kaya
kaya karena selalu menjadi rebutan akan hasil lautmu
kelak, pun kapan saja kau mau
tenggelamkan saja siapapun yang tak pandai mensyukuri kekayaan darimu atas nikmat Tuhan karena perantaramu
bunuh siapa saja yang mengingkari kekayaan serta kekuatanmu
bila perlu, perintahkan semua penghuni ghaibmu untuk mencari orang yang bersalah padamu
buat mereka tidak bisa lagi menyengsarakan rakyat dengan menghantui mereka
dengan begitu tidak seenaknya lagi menaikkan harga barang-barang kebutuhan kami seperti BBM dan lainnya
Tsunami, dengarlah
jangan pernah menakut-nakuti kami yang bisa meminta Tuhan untuk meniadakanmu selamanya
Masamba Sul-Sel, 11/04/2012
AAB - Tsunami, Dengarkan Aku
0Hidup ini bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, melainkan siapa yang paling mampu mendengar dan belajar. Kedewasaan dimulai ketika kita berhenti menyalahkan badai dan mulai belajar bagaimana cara merawat akar agar tetap membumi.
By: Arif Agus Bege'h
Kau sebut aku selembar kulit ari
entah kau tahu
atau sengaja menutup mata
saat jemarimu gemar mencubit dan mencakar
merayakan perih yang kau tanam di tubuhku
Benar
aku hanya kulit ari di matamu
namun ingatlah
wahai Penguasa Kuku
tanpa kerapuhanku
senjatamu takkan pernah tumbuh
Kini
catatlah pada ingatanmu yang fana
di balik kulit ari ini
sebilah senjata dan pena bersiaga
senjata yang siap memenggal angkuhmu
dan pena yang meracuni darahmu dengan tinta
kau akan mati dalam ketidakrelaan
tercekik dosa sebelum sempat mengeja kata ampun
Sukamaju Luwu Utara, 10/03/2012
AAB - Kulit Ari
0pada secarik malam yang gulita
lilin-lilinpun ditiup menyemarakkan hari yang dinanti
pada senja yang ranum kuukir harapan
adakah esok terang meraihku
ataukah hanya gulita pada lorong kehidupan
saat maut berada di tangan
sementara rindu berada di ujung hati
ini puisi di jejak kelahiranku
dimana aku berjuang menggapai tahun berikutnya
dengan menumpahkan darah, meneteskan airmata
jerit perih dan rintih mewakili rasa sakit
namun tak urung sebungkus rindu dan semangkuk cinta
akan menghapusnya dengan seketika
padaMu aku bersyukur
pada ujian sebagai bentuk cintaMu padaku
yang memberi kesempatan tuk merasakan airmata
inilah puisi di jejak kelahirnaku
saat kerinduan dan airmata
bertarung melawan sisa-sisa hitam kehidupanku
pada dosa yang belum tertebus
dan pada cinta yang menanti di sana
Masamba Luwu-Utara, 22/11/2011
Puisi Di Jejak Kelahiranku
0
"Berkurban bukan hanya tentang apa yang kita sembelih hari ini, melainkan tentang apa yang berani kita lepaskan dari hati. Ketika kita mengikhlaskan sesuatu yang paling kita cintai karena Allah, ketahuilah bahwa Dia tidak sedang membuat kita kehilangan, melainkan sedang mengosongkan ruang di hati kita untuk diisi dengan sesuatu yang jauh lebih mulia."
Kurbanku By: Arif Agus Bege'h
sampaikan pada Kekasih-Mu
ada seorang hamba yang sedang belajar arti menyembelih ego
aku telah berkurban karena-Mu
di batas paling ujung dari mampuku
Kuyakin Engkau tidak pernah tebang pilih
sebab ujian-Mu adalah cara-Mu memeluk hamba
seperti Engkau menguji Ibrahim, Ismail, dan ketabahan ibundanya
yang perihnya masih mengalir di urat nadi
Telah kukorbankan cinta, air mata, dan masa lalu
maka tumbuhkanlah di tanah yang gersang ini
telah kuikhlaskan mereka yang pernah singgah dan menetap
maka gantilah dengan jiwa-jiwa yang menuntunku pulang pada-Mu
Harta mana lagi yang paling berharga di dunia
selain rindu
hari ini
Terimalah kurbanku, Tuhan
biarkan seluruh kehilangan ini
Masamba Luwu Utara, 06/11/2011 atau 10 Dzul Hijjah 1432H
AAB - Puisi Kurbanku
0AAB - Kekasih Bunglon Di Ujung Tasbih
0Pada larik-larik rindu di ujung jemari
reranting kata berpagut di dinding hati
bilakah ia ’kan kekal di kalbu
ataukah sekadar kenangan yang lalu?
Pada jejal kisah di sepenggal raga
ku menemuimu dalam batas jiwa
terperangkap kasih di selayar kata
hingga yang nyata tak lepas dari maya
Ada sayang menghangat di kalbu
saat hatiku bermukim di bahasamu
ketika malam melampaui cakrawala
jemariku berwirid menyebut namamu
menuju cinta-Nya yang abadi
Sayang...
kini tak ada lagi cinta di sepanjang hati
pun tak ada kasih yang tersisa di kalbu
sebab semua telah berhijrah ke dalam jiwamu
mengakar indah di dalam rasamu
AAB - Sebingkai Hati Pada Jiwamu
0By: Arif Agus Bege’h
Begitu takzim ia merawat rindu
Sangat bersahaja ia mengurai rasa
Bila kelak waktu kembali mengetuk rindu
Sebab di sini







