• Bagiku moment menulis puisi sangat terpengaruh dari sebuah kejadian yang kualami sendiri, termasuk kejadian tragis yang menimpaku di malam tanggal 20 Movember 2011, mengalami kecelakaan yang tidak pernah kubayangkan itu bukanlah sebuah keinginan namun begitulah tragedi memberiku jalan sehingga inspirasi untuk menulis puisi tentang hari jadiku yang ke 31 harus aku posting tepat pada waktunya, panjang ceritanya jika aku paparkan kronologi kejadian yang menimpaku, lebih baik kita simak saja puisi tersebut dan langsung ke TKP

    Puisi Di Jejak Kelahiranku
    By: Arif Agus Bege'h

    pada secarik malam yang gulita
    lilin-lilinpun ditiup menyemarakkan hari yang dinanti
    pada senja yang ranum kuukir harapan
    adakah esok terang meraihku
    ataukah hanya gulita pada lorong kehidupan
    saat maut berada di tangan
    sementara rindu berada di ujung hati

    ini puisi di jejak kelahiranku
    dimana aku berjuang menggapai tahun berikutnya
    dengan menumpahkan darah, meneteskan airmata
    jerit perih dan rintih mewakili rasa sakit
    namun tak urung sebungkus rindu dan semangkuk cinta
    akan menghapusnya dengan seketika

    padaMu aku bersyukur
    pada ujian sebagai bentuk cintaMu padaku
    yang memberi kesempatan tuk merasakan airmata

    inilah puisi di jejak kelahirnaku
    saat kerinduan dan airmata
    bertarung melawan sisa-sisa hitam kehidupanku
    pada dosa yang belum tertebus
    dan pada cinta yang menanti di sana


    Masamba Luwu-Utara, 22/11/2011

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -