pada secarik malam yang gulita
lilin-lilinpun ditiup menyemarakkan hari yang dinanti
pada senja yang ranum kuukir harapan
adakah esok terang meraihku
ataukah hanya gulita pada lorong kehidupan
saat maut berada di tangan
sementara rindu berada di ujung hati
ini puisi di jejak kelahiranku
dimana aku berjuang menggapai tahun berikutnya
dengan menumpahkan darah, meneteskan airmata
jerit perih dan rintih mewakili rasa sakit
namun tak urung sebungkus rindu dan semangkuk cinta
akan menghapusnya dengan seketika
padaMu aku bersyukur
pada ujian sebagai bentuk cintaMu padaku
yang memberi kesempatan tuk merasakan airmata
inilah puisi di jejak kelahirnaku
saat kerinduan dan airmata
bertarung melawan sisa-sisa hitam kehidupanku
pada dosa yang belum tertebus
dan pada cinta yang menanti di sana
Masamba Luwu-Utara, 22/11/2011
Puisi Di Jejak Kelahiranku
0
"Berkurban bukan hanya tentang apa yang kita sembelih hari ini, melainkan tentang apa yang berani kita lepaskan dari hati. Ketika kita mengikhlaskan sesuatu yang paling kita cintai karena Allah, ketahuilah bahwa Dia tidak sedang membuat kita kehilangan, melainkan sedang mengosongkan ruang di hati kita untuk diisi dengan sesuatu yang jauh lebih mulia."
Kurbanku By: Arif Agus Bege'h
sampaikan pada Kekasih-Mu
ada seorang hamba yang sedang belajar arti menyembelih ego
aku telah berkurban karena-Mu
di batas paling ujung dari mampuku
Kuyakin Engkau tidak pernah tebang pilih
sebab ujian-Mu adalah cara-Mu memeluk hamba
seperti Engkau menguji Ibrahim, Ismail, dan ketabahan ibundanya
yang perihnya masih mengalir di urat nadi
Telah kukorbankan cinta, air mata, dan masa lalu
maka tumbuhkanlah di tanah yang gersang ini
telah kuikhlaskan mereka yang pernah singgah dan menetap
maka gantilah dengan jiwa-jiwa yang menuntunku pulang pada-Mu
Harta mana lagi yang paling berharga di dunia
selain rindu
hari ini
Terimalah kurbanku, Tuhan
biarkan seluruh kehilangan ini
Masamba Luwu Utara, 06/11/2011 atau 10 Dzul Hijjah 1432H
AAB - Puisi Kurbanku
0AAB - Kekasih Bunglon Di Ujung Tasbih
0Pada larik-larik rindu di ujung jemari
reranting kata berpagut di dinding hati
bilakah ia ’kan kekal di kalbu
ataukah sekadar kenangan yang lalu?
Pada jejal kisah di sepenggal raga
ku menemuimu dalam batas jiwa
terperangkap kasih di selayar kata
hingga yang nyata tak lepas dari maya
Ada sayang menghangat di kalbu
saat hatiku bermukim di bahasamu
ketika malam melampaui cakrawala
jemariku berwirid menyebut namamu
menuju cinta-Nya yang abadi
Sayang...
kini tak ada lagi cinta di sepanjang hati
pun tak ada kasih yang tersisa di kalbu
sebab semua telah berhijrah ke dalam jiwamu
mengakar indah di dalam rasamu
AAB - Sebingkai Hati Pada Jiwamu
0By: Arif Agus Bege’h
Begitu takzim ia merawat rindu
Sangat bersahaja ia mengurai rasa
Bila kelak waktu kembali mengetuk rindu
Sebab di sini
AAB - Hanya Satu Yang Kusayangkan
0"Bahagia dan derita bukanlah dua hal yang saling bermusuhan, melainkan dua sisi dari satu koin bernama kehidupan. Merayakan keduanya tanpa menyalahkan keadaan adalah cara terbaik untuk menyempurnakan tragedi indah manusia."
AAB - Nur, Ini Tentang Tragedi Kita
0
AAB - Puncak Anjani Dan Janji Yang Abadi
0Karya: Arif Agus Bege'h
Isyarat rinduku padamu
berkedip mengedip rasa di hati
terasalah ruh mengelayap
saat semilir angin menyiasati sunyi
Haruskah aku bertanya?
ketika titik rindu kini menutup mata kakimu yang lelah
ke arah mana pun kelak kau melangkah
di sanalah kepingan wajahku
Mungkin esok kau menemukanku tanpa cinta
maka isyaratkan padaku tentang sisa kenangan kita
sebab kenangan itulah yang mengisyaratkan rinduku padamu;
rindu yang bernyanyi sunyi
Inikah isyarat rindu itu?
menggelayut mengitari hati
menempuh waktu yang panjang
sanggupkah kau menyapa kelak tanpa nestapa?
Dan kau pun akhirnya menangis
Sampodo Palopo Sul-Sel, 13/05/2010
AAB - Isyarat Rindu
0"Meniti titik kehidupan sering kali memaksa kita berjalan di atas duri dan jeruji kegelisahan. Namun, ketika rindu dan tekad telah menjelma menjadi nyali, langkah yang tertatih pun akan tetap sampai pada tujuan. Jangan hiraukan pandangan mereka yang iri, sebab mereka hanya melihat hasil akhir tanpa pernah tahu seberapa berdarah-darah kita teruji."
By: Arif Agus Bege'h
Satu jiwa merambahku dengan jalang
suara rindu mendenting
kaukah yang bersiul bijak tanpa harap?
atau akulah yang tergoda nasihat kalbu?
atau mungkin gelisah yang basah
Oh, rinduku...
Segala sisi berjeruji dan berduri
akan kulalui walau hati menari sebelum mati
karena getaran itu telah menjelma nyali
bernyanyilah
kulafal huruf merangkai kalimat sakti:
Kau dan aku kini sembunyi
Perlahan kaki melangkah
meniti malam hingga dini
gumam tak lagi memaki
sunyi mencambuk bagai cemeti
Andai saja hatimu peduli
tentu saja aku takkan menari sepi
tapi kini aku berlari
mencari
lalu meniti cinta yang siap mati
Jika tak teruji
kalian tak perlu iri
Tarailu Sul-Bar,05/05/2010








