• Puisi ini lahir dari kejenuhan terhadap ruang semu media sosial yang tak lagi mampu merawat perasaan dengan tulus. Penulis memilih mundur ke dalam kesunyian "media tanam" nyata untuk menyembuhkan rindu, harapan, dan cinta yang rapuh, sekaligus merenungkan bahwa setiap perpindahan hati pasca-luka selalu membutuhkan proses pelepasan yang paling sedih.

    Media Tanam
    By: Arif Agus Bege'h


    Jika kelak kau tak lagi mendapati aku bermain di media sosial
    itu artinya aku sedang sibuk di media tanam
    ada sekian banyak benih rindu
    harapan
    dan juga cinta
    yang tak lagi bisa ku semai dalam riuh jejaring maya

    Kucoba benamkan benih-benih itu pada media yang lain
    agar kelak ketika ada hati yang ingin memetiknya
    tak ada lagi akar yang mendadak putus
    tak ada akar yang gundah gulana
    atau merasa terusik saat harus berpindah ke dada pemujanya

    Sebab tidak semua hati siap menjadi tempat semaian
    hati yang telanjur retak hanya mampu menerima rasa yang sudah dewasa
    bukan benih rapuh yang masih butuh dijaga
    sebab di dalam benih itu
    ada jiwa yang jauh lebih terluka
    karena terpaksa dicabut dan dipaksa pindah ke lain hati

    Pada akhirnya
    cinta memang hanya bisa berpindah
    lewat jalan yang paling luka dan paling sedih


    Masamba Sul-Sel, 24/07/2019

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -